Erabaru.net. Hong Kong adalah sebuah kota metropolitan internasional, dinamika di siang hari dan pemandangan malam yang indah dengan gemerlap lampu yang berwarna warni, seakan menghipnotis orang-oramg. Namun, dibalik gemerlapnya, ada banyak orang dari kalangan bawah yang harus bekerja keras demi sesuap nasi.

(Foto:Adobe Stock)

Hong Kong merupakan sebuah tempat dengan irama hidup yang sangat cepat, setiap orang sibuk dengan tujuannya masing-masing, jadi orang-orang hanya berjalan lewat saat berpapasan di jalan.

Dibandingkan dengan irama hidup yang serba cepat ini, di salah satu sudut dunia di toilet umum terkesan sangat “damai” . Tidak ada langkah kaki yang terburu-buru, dan tidak ada suara bising, hanya satu pria yang duduk dengan tenang di depan wastafel toilet sambil menikmati makan siangnya.

Apa ! Makan di toilet umum? Meskipun lahan-lahan di Hong Kong tak mampu dijangkau oleh orang-orang miskin juga tidak harus menjadikan toilet umum sebagai ruang makan, bukan! Namun, itulah yang terjadi, dan faktanya memang seperti itu.

Gambar yang Anda saksikan di bawah ini diambil oleh seorang netizen yang kebetulan berada di toilet umum di Mong Kok, Hong Kong, dan mengunggahnya ke Facebook pada 16 Februari lalu.

(Foto: Play Hard – Facebook)

Dia mengatakan bahwa pria paruh baya di foto itu adalah pegawai cleaning service di toilet umum, setiap siang selalu duduk sambil membungkuk makan di sana dengan menjadikan washtafel sebagai meja makannya.

Tampaknya dia sudah terbiasa makan di sana. Sebaliknya, netizen yang memosting pemandangan itu merasa sangat sedih ketika melihatnya dan hanya bisa menahan nafas, “Kenapa Hong Kong bisa seperti itu?”gumamnya.

Demikian juga dengan reaksi netizen lainnya. Mereka merasa sedih ketka melihat foto itu : “Saya juga sering melihat kondisi seperti itu, dan memang pada kenyataanya Hong Kong tidak pernah menghargai cleaning service.”

“Pria itu sudah berusia lanjut, apalagi dengan lingkungan kerja yang sangat buruk, diharap pemerintah daerah setempat bisa memperbaiki suasana seperti itu.”

“Banyak cleaning service selalu makan di tempat kerja mereka, seperti toilet dan tempat pembuangan sampah, miris melihat kenyataan seperti itu.”Demikian komentar netizen.

Bukan rahasia lagi bahwa petugas kebersihan di Hong Kong itu tidak dihormati. Pan Zhaoping, anggota komisi tenaga kerja Dewan Legislatif Hong Kong, juga mengatakan bahwa jadwal dan lingkungan kerja petugas kebersihan saat ini tidak ideal, sehingga perlu untuk lebih meningkatkan upah dan kesejateraan mereka.

Namun, ia mengakui bahwa karena tingkat pendidikan petugas kebersihan yang umumnya rendah, apalagi dengan usia mereka yang relatif sudah tua, dan daya tawar yang lebih rendah, jadi, meski pun sifat pekerjaan mereka juga sangat penting, namun tidak bisa berbanding senilai dengan upah yang bisa mereka nikmati.

(Foto:Adobe Stock)

Di Hong Kong, jangankan tempat makan, terkadang Anda juga tidak bisa terlalu banyak menunut meski untuk tempat tidur sekali pun. Beberapa lapisan masyarakat kelas bawah yang tidak mampu membeli rumah hanya bisa tinggal di “kamar toilet” berukuran kurang dari 2 meter persegi dengan biaya sewa 2.000 dolar Hong Kong (Sekitar Rp 3.5 juta).

“Kamar toilet” ini sangat sempit, dibagi menjadi dua bagian, sebelah kiri untuk toilet dan wastafel. Sementara di sebelah kanan disisakan ruangan berukuran sekitar 155 cm x 75 cm untuk tempat tidur, jadi bagi mereka yang badannya yang agak tinggi besar, terpaksa harus meringkukkan badan untuk tidur.

(Foto: Wikipedia)

Hidup di lingkungan seperti ini tidak baik untuk kesehatan jasmani dan rohani. Chai Jian, ketua Asosiasi Medis Hong Kong, mengatakan bahwa “kamar toilet” biasanya hanya memiliki satu jendela kecil.

Di dalam ruangan sangat kurang cahaya alami, dan mereka yang tinggal di lingkungan yang sempit untuk waktu yang lama, tidak tertutup kemungkinann akan mengalami Claustrophobia, yakni ketakutan tidak beralasan pada ruang tertutup atau ruang sempit karena merasa tertekan, jadi ini jelas bukan lingkungan hidup yang sehat.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular