Erabaru.net. Seorang pilot pesawat di Tionggkok tertidur di kokpit saat menerbangkan pesawat yang penuh penumpang kini ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dalam video singkat berdurasi 30 detik yang direkam oleh pembantu pilot itu, terlihat pilot pesawat Boeing 747 menutup matanya sanat mengemudi pesawat.

(Foto: FlyerTalk)

Media melaporkan bahwa pilot tersebut yang dikenal sebagai Weng Jiaqi, adalah seorang pilot senior di China Airlines dengan pengalaman lebih dari 20 tahun.

Video itu mulai viral beberapa hari setelah para pilot China Airlines menghentikan protes selama 7 hari berturut-turut karena masalah kelelahan pilot dan jam kerja yang panjang. Namun, maskapai mengklaim bahwa klip video telah direkam sebelum protes terjadi.

Weng dilaporkan sering melakukan penerbangan internasional ke negara-negara seperti Tokyo, Okinawa, Seoul, dan juga Hong Kong. Bahkan, dia juga seorang pelatih di Pusat Pelatihan Penerbangan China Airlines.

Dihadapkan dengan tuduhan meninggalkan prosedur keselamatan penerbangan, Weng sekarang dikabarkan akan menerima hukuman. Bahkan, dia sendiri secara sukarela mengakui tidur di kokpit.

“Asisten pilot juga diberi peringatan sesuai aturan. Keselamatan penerbangan adalah salah satu hal penting bagi China Airlines, “kata perusahaan itu kepada MailOnline.

“Kelelahan tidak bisa dihindari. Tetapi sebagai pegawai senior, pilot perlu menunjukkan contoh yang baik kepada bawahan mereka. Jika pilot terlalu lelah, dia perlu mengingatkan kru lainnya dan meminta mereka untuk memantau situasi, “kata pilot China Airlines lainnya kepada EBC News.

Sementara itu, ada juga pedoman yang mengatakan pilot dapat tidur di kokpit saat menavigasi perjalanan panjang dan kondisi ini disebut sebagai ‘istirahat terkendali’. Dalam situasi ini, pilot diharuskan mendorong kursinya ke belakang dan tidak berada di dekat kemudi.

Protes 7 hari secara resmi dihentikan Kamis lalu ketika piha perusahaan dan Persatuan Pilot Taoyuan menandatangani perjanjian yang mencakup keluhan tentang kelebihan kerja dan kelelahan pilot.

Mereka juga sepakat melakukan promosi dan melatih co-pilot serta mengganti manajer maskapai yang bertanggung jawab atas aspek tenaga kerja.

Biro Penerbangan Sipil Taiwan menyatakan bahwa jika pilot bepergian lebih dari 12 jam, mereka harus diberikan cuti setidaknya 24 jam.(yant)

Sumber: Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular