Erabaru.net. Tim Penyelamat Palang Merah Internasional dari sejumlah negara untuk pertama kalinya mendekati wilayah Ghouta Timur Suriah, sebuah kota yang dikendalikan oleh pasukan pemberontak yang telah dikepung oleh pasukan pemerintah Suriah selama bertahun-tahun. Namun, tim penyelamat juga menemui banyak masalah di sini, yang membuat masyarakat dunia melihat sisi perang yang kejam.

▼ Tim penyelamat Palang Merah Internasional yang terdiri dari 46 truk mengangkut berbagai persediaan medis, namun, mereka dihadang oleh pasukan pemerintah Suriah saat melewati pos pemeriksaan yang dikontrol oleh pasukan pemerintah.

▼ Setelah negosiasi yang cukup alot, pasukan pemerintah akhirnya mengizinkan mereka lewat, tetapi semua persediaan medis di dalam mobil, termasuk peralatan medis darurat, perlengkapan bedah, peralatan hemodialisis, insulin dan sejenisnya harus diserahkan kepada mereka. Hingga akhirnya, tim Palang Merah Internasional terpaksa menyerahkan barang-barang yang dibawa, masuk ke wilayah Ghouta Timur dengan tangan kosong.

▼ Di sini mereka menyaksikan banyak pemandangan yang memilukan. Anak laki-laki dalam gambar dibawah ini tampak mencium adik perempuannya yang terluka parah akibat serangan udara, namun, karena tidak memiliki cukup persediaan medis untuk menanganinya, sehingga ia hanya bisa menunggu ajal menjemput.

▼ Di dalam rumah sakit darurat di sana, juga terlihat banyak anak-anak yang terluka yang terpaksa mengandalkan obat-obatan dasar untuk mempertahankan hidup mereka.

▼Sementara itu, penduduk setempat yang tinggal di sekitar hidup tidak menentu karena perang, dan entah apakah mereka masih bisa melihat mentari esok hari.

Perang benar-benar membuat penduduk setempat hidup dalam kesengsaraan, kita hanya bisa berharap pemberontakan-pemberontakan itu akan segera berakhir dan tenang kembali dalam suasana damai, agar orang-orang tidak lagi harus hidup dalam perang dan ketakutan!

sumber :DailyMail

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular