oleh Zhang Ting

KTT kedua Trump – Kim Jong-un yang menarik perhatian dunia akan segera diadakan. Wall Street Journal melaporkan, target yang ingin dicapai Presiden Trump adalah memastikan Korea Utara merealisasikan denuklirisasi Semenanjung Korea. Untuk persiapan KTT ini, seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan 3 prioritas AS

KTT kedua antara Trump dengan Kim Jong-un akan diadakan minggu ini di Hanoi, Vietnam pada 27-28 Februari 2019. Pada Minggu (24/2/2019), media resmi Korea, media Tiongkok telah mengkonfirmasi keberangkatan Kim Jong-un ke Vietnam dengan kereta api khusus kepresidenan sehari sebelumnya.

3 Prioritas utama Amerika Serikat

Wall Street Journal pada  Minggu (24 Februari) melaporkan, Presiden Trump akan menekan pemimpin Korea Utara untuk mengambil langkah-langkah yang tidak dapat dibatalkan dalam mewujudkan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Salah satu tujuan prioritas AS adalah membujuk Pyongyang untuk membekukan program senjata dan misil nuklirnya, sementara kedua pihak terus melakukan negosiasi yang lebih luas termasuk denuklirisasi dan sanksi internasional.

AS akan memberikan serangkaian persyaratan kepada Korea Utara melalui KTT nanti. Jika Korea Utara memenuhi persyaratan, maka itu akan memberi Korea Utara kesempatan untuk menghubungi seluruh dunia secara politik dan ekonomi.

Untuk persiapan KTT, seorang pejabat senior pemerintah AS mengungkapkan tiga prioritas utama bagi Amerika Serikat adalah pembekuan semua senjata pemusnah massal dan program-program rudal. Mencapai kesepakatan tentang definisi umum denuklirisasi. Serta pelaksanaan perundingan  di pertemuan berikutnya.

Korea Utara harus memberikan komitmen tidak lagi memproduksi bahan fisil untuk membuat senjata nuklir yang dapat diverifikasi.

Jika AS sepakat dengan cara Korea Utara mewujudkan denuklirisasi, Amerika Serikat siap untuk mengambil langkah-langkah termasuk membuka kantor penghubung di Korea Utara, yang dapat membentuk hubungan diplomatik resmi antara kedua negara. Mungkin juga mengeluarkan secara simbolik sebuah Deklarasi Perdamaian untuk mengumumkan berakhirnya hubungan permusuhan di Semenanjung Korea.

Wall Street Journal menyebutkan, sejak tahun 2017, rezim Korea Utara belum melakukan uji coba nuklir lagi termasuk meluncurkan rudal, dan menghancurkan situs uji coba nuklir mereka di Punggye-ri. Korea Utara telah mulai membongkar sendiri tempat pengujian di Tongchang-ri yang dulunya dipakai untuk melakukan pengujian mesin roket.

Direktur Intelijen Nasional AS, Dan Coats mengatakan kepada Kongres AS pada  Januari bahwa para ahli AS masih mengamati adanya ketidakkonsistenan dengan denuklirisasi lengkap yang diklaim Korea Utara. Mengingat seringnya Korea Utara gagal mematuhi komitmennya, beberapa pejabat masih menyatakan keraguannya tentang kesungguhan Korea Utara untuk mewujudkan denuklirisasi.

Wall Street Journal percaya bahwa jika Kim Jong-un ingin menghilangkan keraguan dunia luar terhadap kesungguhannya, ia harus setuju untuk mengambil tindakan yang tidak dapat dibatalkan pada masalah denuklirisasi.

AS Mengimbau Kim Jong-un untuk merebut kesempatan demi kemakmuran Korut

Pemerintahan Trump telah berulang kali memberi isyarat kepada Korea Utara bahwa jika Kim Jong-un benar-benar mewujudkan denuklirisasi, Amerika Serikat bersedia membantu Korea Utara mencapai kemakmuran ekonomi. Trump baru-baru ini saat menyinggung KTT kedua dengan Kim mengatakan : “Kim Jong-un memiliki kesempatan untuk membuat ekonomi Korea Utara menjadi makmur. Tetapi ia tidak akan dapat mencapai kemakmuran dengan senjata nuklir.”

Presiden Trump pada 19 Februari mengatakan bahwa ia berharap denuklirisasi bisa terwujud, tetapi tidak terlalu cemas dengan sanksi terhadap Pyongyang yang masih berjalan.

“Kita lihat apa yang akan terjadi, saya yakin kita akan sangat sukses pada akhirnya”, kata Trump.

Mike Pompeo juga telah berulang kali memperingatkan Korea Utara, jika Korea Utara ingin mewujudkan denuklirisasi semenanjung maka mereka akan memperoleh banyak bantuan. Presiden Trump.telah berjanji, jika Korea Utara berjalan sesuai keinginan AS, Amerika Serikat akan memastikan bahwa rakyat Korea Utara akan memiliki kesempatan untuk menjadi lebih kuat. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Atau anda menyukai ini: 

Share

Video Popular