Erabaru.net. Makan sesuap sama dengan menyantap 100.000 cacing! Dan meningkatkan risiko kanker otak serius!

Makanan yang dibilang nikmat bagi para penggemarnya ini adalah citarasanya yang tak terlupakan dalam ingatan banyak orang, tetapi hasil penelitian ilmiah menyebutkan bahwa terlalu banyak makan hot dog, yakni suatu jenis sosis yang dimasak atau diasapi ini tidak baik untuk kesehatan.

Ilustrasi.

Sosis hot dog memiliki kandungan lemak terlalu tinggi, dan juga mengandung terlalu banyak garam, bahan pengawet, dan kolesterol tinggi, yang tidak hanya membuat orang gemuk. Tapi juga berdampak buruk pada tubuh manusia, terutama bagi anak-anak, hot dog jelas bukan makanan yang cocok untuk anak-anak.

Untuk memperpanjang masa simpan dan membuat warnanya terlihat lebih menarik, banyak zat pengawet ditambahkan ke dalam hot dog, dan nitrit adalah salah satunya.

Jika anak Anda makan lebih dari 12 hot dog sebulan, maka risiko kanker dapat meningkat hingga 9 kali lipat dari anak-anak seusia lainnya.

Anak-anak yang makan hot dog setiap minggu, atau lebih lebih rentan menderita kanker otak.

Hasil penelitian terkait mengkonfirmasikan, bahwa bagi seorang calon ayah yang makan lebih dari 12 hot dog sebulan dapat meningkatkan risiko leukemia pada anak. Sementara itu, jika selama masa hamil, seorang ibu makan satu atau lebih hot dog setiap minggu, risiko terkena kanker otak akan meningkat dua kali lipat.

Hot dog adalah makanan yang sangat umum, tetapi setelah mengetahui proses pengolahannya, Anda mungkin akan kehilangan nafsu makan.

Daging yang berbeda dihancurkan dalam mesin, kemudian ditambahkan sejumlah besar amilum/pati, garam, bumbu dan bahan pengawet, selain itu, produsen juga akan menambahkan sirup jagung atau sejenisnya.

Bahan-bahan yang tercampur ini kemudian menjadi sosis hot dog, dam terakhir dihidangkan di atas meja makan para penggemar hot dog.

Inilah proses pengolahan sosis hot dog.

Penting kiranya untuk membaca keterangan komposisi suatu produk saat membeli makanan olahan, tetapi tidak bisa sepenuhnya menghindari nitrit dan zat berbahaya lainnya.

Jika tidak ingin membahayakan kesehatan Anda dan anak-anak Anda, maka dihimbau kurangi atau hindari makanan ini, cobalah untuk memilih makanan alami.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

 

Share

Video Popular