oleh Lin Yan

Media asing untuk pertama kalinya secara resmi mengkonfirmasikan bahwa bank multinasional yang berkantor pusat di London HSBC merupakan saksi penting dalam membongkar dugaan pelanggaran yang dilakukan kepala keuangan perusahaan Huawei, Meng Wanzhou, dan pada saat yang sama, mengungkapkan bukti upaya Huawei untuk menghindari sanksi AS dengan mendirikan lebih banyak perusahaan di Iran. Menurut dakwaan Kementerian Kehakiman AS terhadap Meng Wanzhou, nama kode “Lembaga Keuangan 1” adalah HSBC.

Reuters melaporkan pada Selasa (26/2/2019) bahwa penyelidikan internal oleh HSBC Holdings PLC menemukan bahwa Huawei Technologies mempertahankan hubungan keuangan yang erat dengan perusahaan yang diduga milik Iran, meskipun Huawei sendiri mengklaim bahwa perusahaan tersebut telah dijual beberapa tahun yang lalu.

HSBC mulai melakukan penyelidikan terhadap Huawei sejak akhir tahun 2016 hingga 2017, Saat itu HSBC sedang dalam proses penyelesaian perdamaian dengan Kementerian Kehakiman AS.

Menurut perjanjian penyelesaian, HSBC menjamin bahwa dalam waktu lima tahun (2012-2017), tidak akan ada tindakan lebih lanjut untuk membantu Iran dan negara-negara yang terkena sanksi lainnya untuk mentransfer dana, jika tidak, Kementerian Kehakiman AS akan mengajukan tuntutan pidana terhadap HSBC dan menarik lisensi perbankan HSBC di AS.

BACA JUGA : Universitas Oxford Resmi Tolak Dana dan Sponsor dari Huawei

Menurut laporan Reuters, hasil penyelidikan HSBC telah diserahkan ke Kementerian Kehakiman AS pada tahun 2017 yang diyakini menjadi salah satu bukti penuntutan terhadap Huawei dan Meng Wanzhou pada tahun lalu.

Meng dituduh telah melakukan serangkaian penipuan beberapa bank termasuk HSBC. Huawei dicurigai telah memanfaatkan hubungannya dengan perusahaan Skycom Tech Co Ltd untuk menyesatkan bank. Huawei mengaku bahwa Skycom Tech Co Ltd. adalah mitra bisnis lokalnya di Iran, tetapi pemerintah AS percaya bahwa Skycom adalah anak perusahaan tidak resmi dari Huawei yang dimanfaatkan untuk menyembunyikan bisnisnya dengan Iran.

Baik Huawei dan Skycom kedua perusahaan tersebut telah ditargetkan oleh Amerika Serikat, dituduh melakukan penipuan transfer bank yang melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Kementerian Kehakiman AS mengklaim bahwa bisnis Huawei dengan Iran yang dilakukan lewat Skycom melibatkan barang dan teknologi yang diembargo AS, dan bahwa Huawei juga menggunakan sistem perbankan internasional untuk mentransfer dana ke luar negeri melalui Skycom. Karena Huawei melakukan penipuan, HSBC dan anak perusahaannya di AS terkena denada lebih dari USD. 100 juta antara tahun 2010 dan 2014. Transaksi ini diduga melanggar sanksi ekonomi AS terhadap Iran selama periode yang sama.

Huawei menolak berkomentar tentang masalah ini, tetapi Huawei sebelumnya terus membantah tuduhan tersebut.

Meng Wanzhou adalah putri pendiri Huawei, Ren Zhengfei yang ditangkap pada bulan Desember 2018 di Vancouver, Kanada. Pemerintah AS secara resmi telah mengajukan permohonan kepada pemerintah Kanada untuk ekstradisi Meng. Saat ini, yang bersangkutan sedang dalam masa jaminan.

HSBC Menemukan Sejumlah Besar Bukti Pelanggaran Huawei dan Skycom

Dokumen-dokumen yang diserahkan oleh HSBC kepada Kementerian Kehakiman AS termasuk hubungan Huawei dengan Skycom. Huawei menyatakan bahwa mereka telah menjual bukti keuangan Skycom kepada Canicula Holdings Ltd. pada tahun 2007.

Canicula adalah perusahaan kosongan yang terdaftar di Mauritius. Setelah tahun 2007, ia menggantikan Huawei dengan Skycom. Tiga perusahaan tersebut sebelumnya memiliki rekening bank di HSBC, dan rekening Skycom dan Canicula dimasukkan sebagai Grup Huawei dalam data HSBC.

BACA JUGA : Mengungkap Hubungan Antara Huawei dan Politik Faksi Rezim Komunis Tiongkok

Reuters melaporkan bahwa menurut dokumen HSBC yang mereka lihat, penyelidikan dari HSBC menemukan bahwa ketiga perusahaan itu terkait erat satu sama lain, dan bahwa Huawei masih mengendalikan Skycom dan Canicula untuk waktu yang lama setelah mengklaim menjual Skycom. Misalnya, di kolom alamat Canicula, masih tercatat  c/o (care of) Huawei Technologies.

Penyelidikan  juga menemukan bahwa Huawei yang mendanai Canicula untuk mengakuisisi  Skycom. Dalam sebuah dokumen pinjaman disebutkan bahwa Huawei telah memberikan pinjaman sekitar UER. 14 juta kepada Canicula yang berakhir pada bulan Desember 2009. Tetapi setahun kemudian, Canicula menggunakan dana dari Skycom untuk melunasi pinjaman kepada Huawei.

Setelah Terekspos Media HSBC Menutup Akun Kedua Perusahaan

HSBC meminta Huawei untuk menutup akun Skycom dan Canicula pada tahun 2013, kemudian karyawan Huawei ditugasi untuk menangani proses tersebut. Atas permintaan Huawei, sisa dana di akun Skycom ditransfer ke akun Huawei.

Yang memicu tindakan HSBC menutup rekening kedua perusahaan itu adalah 2 buah laporan eksklusif dari Reuters.

Pada 30 Desember 2012, Reuters menerbitkan artikel berjudul ‘Laporan Eksklusif : Mitra Huawei Berusaha Menjual Peralatan Komputer Hewlett-Packard ke Iran’. Dalam artikel itu disebutkan bahwa mitra usaha Huawei di Iran, Skycom telah mengabaikan sanksi perdagangan AS terhadap Iran. Pada akhir tahun 2010, mereka telah mengekspor produk komputer senilai EUR 1,3 juta yang diembargo AS kepada perusahaan telekomunikasi bergerak terbesar di Iran (MCI).

Pada 31 Januari 2013, Reuters sekali lagi menerbitkan laporan eksklusif berjudul ‘CFO Huawei Memiliki Hubungan dengan Perusahaan yang Mencoba Menjual Peralatan Komputer HP ke Iran’. Disebutkan oleh artikel itu bahwa mengacu pada catatan Skycom yang teregister pada  Daftar Perusahaan Hongkong, bahwa Meng Wanzhou memiliki jabatan di dewan direksi Skycom dari bulan Pebruari 2008 hingga bulan April 2009. Pada saat yang sama, Huawei, Meng Wanzhou dan Skycom telah memiliki banyak transaksi keuangan dan lainnya dalam sepuluh tahun terakhir.

HSBC memperkuat pengawasan untuk menghindari penuntutan Kementerian Kehakiman AS

Waktu itu, HSBC dipusingkan oleh masalah penundaan penuntutan. Pada 2012, akibat kurangnya pengawasan, HSBC tertangkap oleh AS bukti membantu Iran mentransfer dana, setelah itu pihaknya terpaksa menandatangani penundaan tuntutan selama 5 tahun dengan Kementerian Kehakiman AS. Pada saat itu, HSBC diwajibkan untuk membayar denda terbesar dalam sejarah kasus perbankan yakni USD. 1,92 miliar.

Berdasarkan perjanjian tersebut, HSBC setuju untuk memperkuat sanksi dan program anti pencucian uang, juga berjanji untuk bekerja sama dengan Kementerian Kehakiman AS dalam penyelidikan kasus yang terkait dengan pihaknya. Jelas, HSBC tidak ingin didenda lagi. Untuk memperkuat pengawasan internal bank, HSBC bahkan menyewa sebuah firma hukum terkenal yakni Latham & Watkins.

Menurut dokumen HSBC, para penyelidik telah melakukan lebih dari seratus kali wawancara, meninjau lebih dari 292.000 email, dan menganalisis bukti transaksi keuangan di HSBC selama bertahun-tahun.

BACA JUGA : Bagaimana Komunis Tiongkok Mencuri Rahasia-Rahasia dan Menjadi Ancaman Keamanan AS

Dalam investigasi terhadap Huawei, ada beberapa masalah ditemukan, ini juga yang menjadi bukti utama Meng Wanzhou dijadikan terdakwa 5 tahun kemudian. Pada bulan Agustus 2013, atas undangan Huawei, Alan Thomas (sekarang sudah pensiun), Direktur Perbankan Global untuk Asia Pasifik HSBC bertemu dengan Meng Wanzhou.

Menurut dokumen HSBC, Meng kemudian memberi Thomas slide bahasa Inggris (PowerPoint) yang menunjukkan bahwa Huawei telah melepas sahamnya di perusahaan Skycom, dan ia pun tidak lagi duduk sebagai anggota dewan direksi. Dalam slide itu, Skycom dilukiskan sebagai  mitra bisnis Huawei di Iran.

File tersebut dianggap sebagai bukti inti dalam tuntutan hukum AS terhadap Meng. Kemengterian Kehakiman AS mengatakan bahwa banyak pernyataan bohong yang ditunjukkan dalam file itu.

Menurut dokumen HSBC, HSBC sedang mempertimbangkan apakah akan mempertahankan Huawei sebagai pelanggan mereka dalam beberapa bulan setelah pertemuan dengan Meng. Awalnya, mereka memilih untuk terus bekerja sama dengan Huawei berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh Meng Wanzhou, dan mempertimbangkan bahwa risiko reputasi masih dapat diterima, sehingga memilih untuk melanjutkan kerja samanya.

Surat dakwaan Kementerian Kehakiman menegaskan bahwa sampai sekitar tahun 2017, HSBC memberi tahu Huawei untuk mengakhiri kemitraan antar mereka.

HSBC membeberkan lebih banyak perusahaan yang dikedepankan Huawei

Penyelidikan yang dilakukan HSBC juga mengungkapkan bahwa perusahaan yang dikedepankan Huawei di Iran, Canicula, juga beroperasi di Suriah, sebuah negara yang dilarang oleh Amerika Serikat. Perusahaan tersebut diduga melakukan transaksi keuangan dengan bank-bank di Suriah.

Reuters juga melaporkan pada bulan Januari 2019 bahwa hingga tahun 2017, Canicula juga beroperasi di Suriah dan mempertahankan hubungan dekat dengan Huawei. Seperti halnya Iran, Suriah juga dikenai sanksi oleh AS.

Dua orang sumber yang akrab dengan masalah di Suriah kepada Reuters mengatakan bahwa Huawei memanfaatkan Canicula untuk menghindari sanksi AS.

HSBC juga memberitahu Kementerian Kehakiman AS tentang hubungan Skycom dengan sebuah perusahaan Iran lainnya. Pada bulan Agustus 2016, dokumen HSBC menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan dari perusahaan perekrutan teknik Inggris Matchtech Group Ltd, bahwa anak perusahaan telah melayani perusahaan kontraktor telekomunikasi di Iran dari tahun 2010 hingga 2016.

Anak perusahaannya yang bernama Networkers International Ltd telah menandatangani kontrak kerjasama dengan Skycom, dan menerima pembayaran dari Skycom. Dokumen HSBC menunjukkan bahwa total pembayarannya adalah sekitar USD. 7,6 juta.

Tetapi Matchtech mengatakan kepada HSBC bahwa Networkers telah mengakhiri kontraknya dengan Skycom di Iran pada bulan Oktober 2016. Matchtech sekarang berganti nama menjadi Gattaca plc. Seorang juru bicara Gattaca menolak memberikan komentar.

Robert Sherman, juru bicara HSBC mengatakan : “Informasi yang diberikan oleh HSBC kepada Kementerian Kehakiman AS itu didasarkan pada permintaan yang sah, termasuk panggilan pengadilan grand jury atau di bawah perjanjian penuntutan yang diperpanjang atau kewajiban hukum serupa.”

Juru bicara Kementerian Kehakiman AS menolak memberikan komentar terhadap kasus terpisah.

HSBC antara bulan Pebruari hingga Juli 2017 telah membuat setidaknya 4 buah pernyataan yang berkaitan dengan penundaan penuntutan kepada Kementerian Kehakiman AS, dan Kementerian Kehakiman juga telah mencabut tuntutan pidana yang akan datang terhadap HSBC pada bulan Desember 2017. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :

Atau anda menyukai ini : 

 

Share

Video Popular