Florida — NASA dan SpaceX menyetujui uji terbang pertama dari kapsul komersial baru, Dragon, yang dirancang untuk kru antariksa. Kesepakatan itu tercapai pada hari Jumat, 22 Februari 2019.

Tidak ada kru yang akan naik pada ujicoba perdana. Hanya ‘boneka instrumen’ yang akan ditempatkan di dalam pakaian antariksa putih SpaceX. Tetapi kapsul itu masih akan terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, dalam peluncuran perdana yang diagendakan pada 2 Maret, yang direncanakan dari NASA Space Center.

Pemerintah AS memberi lampu hijau setelah melakukan evaluasi keamanan.

Kepala eksplorasi dan operasi manusia NASA, William Gerstenmaier, menyebut uji terbang itu adalah langkah pertama yang sangat penting, untuk akhirnya menempatkan astronot di atas kapal ruang angkasa mereka.

“Sejumlah besar pekerjaan fenomenal telah dilakukan untuk memastikan kapsul itu tidak membahayakan stasiun ruang angkasa dan ketiga penghuninya, saat nanti pesawat antariksa itu berhenti dan berlabuh,” kata Gerstenmaier.

Pesawat itu akan berada di laboratorium yang mengorbit Bumi itu selama sekitar satu minggu, sebelum kembali turun dan melakukan pendaratan di Atlantik, di lepas pantai Florida. Monitor dan persediaan radiasi, serta sampel sains dan peralatan bekas akan turun dibawa pulang ke Bumi dari stasiun luar angkasa.

Foto tak bertanggal yang disediakan oleh SpaceX pada 6 Februari 2019, memperlihatkan kapsul awak, Dragon, di atas roket Falcon9 di landasan peluncuran di Kennedy Space Center, Florida, AS, tempat peluncuran Saturn Vs dan pesawat ulang-alik. (Foto : SpaceX/via AP/The EPoch Times)

“Human spaceflight ini adalah misi inti perusahaan. Dan untuk saat ini, tidak ada yang lebih penting daripada upaya ini,” kata Hans Koenigsmann, wakil presiden SpaceX.

“Ini masalah besar bagi SpaceX,” tegasnya kepada wartawan.

Space X telah melakukan pengiriman logistik ke stasiun luar angkasa sejak 2012. Perusahaan swasta itu harus merombak kapsul kargonya untuk menyediakan tempat bagi para astronot. Jika ujicoba yang akan datang berjalan dengan baik, dua astronot NASA dapat bergabung untuk uji terbang berikutnya musim panas ini.

Para pejabat menekankan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Beberapa masalah mungkin baru dapat diselesaikan melalui desain ulang, sebelum kapsul memenuhi syarat untuk membawa manusia.

Ini akan menjadi peluncuran pertama astronot NASA dari tanah AS dalam delapan tahun, sejak program ulang-alik NASA berakhir. Mereka telah mengendarai roket Rusia untuk mencapai dan pulang dari stasiun ruang angkasa, dengan biaya puluhan juta dolar AS dikeluarkan oleh NASA per kursi.
 
Roket SpaceX Falcon-9 dijadwalkan diluncurkan pada pukul 2:48 pagi waktu setempat, pada 2 Maret 2019, yang adalah buatan baru. NASA tidak ingin pendorong daur ulang untuk misi kapsul awak ini. SpaceX berencana untuk melakukan peluncuran ketinggian pada bulan April, menggunakan kembali kapsul yang sama ini.

Boeing juga dalam perlombaan komersial untuk mengangkut astronot stasiun ruang angkasa. Ujicoba Starliner pertama ditargetkan pada April 2019, dan yang kedua, dengan astronot, setelah Agustus 2019. (THE ASSOCIATED PRESS/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular