Erabaru.net. Jika perang meletus, maka pasti tak terhindarkan masyarakat sipil akan ikut menderita ! Dalam sejarah umat manusia, Perang Dunia Kedua adalah perang global terbesar dan paling menghancurkan.

Berapa banyak orang yang tewas, sementara yang selamat juga hidup dalam bayang-bayang dan tidak dapat lepas dari kabut perang yang mengerikan….

Pada tahun 1945 silam, seorang remaja Jepang mengalami tembakan artileri secara beruntun, meskipun pada akhirnya dia selamat, namun, fotonya bersama seorang bocah dalam gendongannya mengejutkkan dunia!

Bagi teman-teman yang pernah menonton film animasi karya Akiyuki Nosaka “Grave of the Fireflies” yang berarti kuburan kunang-kunang merupakan film animasi yang sangat menyedihkan.

Film ini menggambarkan kisah sedih kakak beradik di bawah kecamuk perang. Sang kakak Seita berlari di antara kobaran api bersama Setsuko, adik kecilnya yang ia gendong di punggungnya. Namun, pada akhirnya mereka tidak bisa lepas dari kekejaman perang …

Akhir tragis dari kedua kakak beradik itu membuat para penggemar anime berlinang air mata, dan menghibur diri kalau itu hanya film belaka, tetapi yang tidak kamu ketahui adalah hal-hal yang dialami dalam perang itu merupakan pengalaman nyata banyak orang!

Film animasi “”Grave of the Fireflies “. (Foto: video screenshot)

Sama seperti foto yang kamu saksikan sekarang, seorang remaja menggendong bocah kecil di punggungnya, dan kepala bocah itu tampak terkulai ke bawah, yang sekilas terlihat seperti tertidur, tapi sebenarnya bocah itu sudah tewas .

Remaja itu berdiri tegak dengan kaki telanjang, meskipun tidak tampak ekspresi di wajahnya, namun, kedua bibirnya yang tertutup rapat dan tatapan yang tegar mengungkapkan kesedihan yang samar-samar …

Foto itu diambil pada September 1945 silam, atau tepatnya sekitar satu bulan setelah militer AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

Nagasaki sebelum dan sesudah dijatuhi bom atom. (Foto: Wikipedia)

Fotografer yang mengambil gambar tersebut adalah Joe O’Donnell dari Amerika Serikat. Setelah ledakan bom atom, O’Donnell yang berusia 23 tahun kala itu direkrut militer AS untuk mengambil suasana Nagasaki, Jepang , pasca-perang.

Pada saat itu, suasana Jepang bisa dikatakan seperti neraka dunia. O’Donnell menghabiskan empat tahun di Jepang. Dia menggunakan lensa kameranya untuk merekam kisah Jepang setelah bencana dan mengumpulkan foto-foto itu menjadi sebuah buku— “Japan 1945: A US. Marine’s Photographs from Ground Zero)

O’Donnell menggunakan lensa kameranya menceritakan kisah pasca perang. (Foto: Wikipedia)

Dalam buku tersebut, foto seorang remaja yang menggendong seorang anak kecil di punggungnya telah menarik perhatian dunia. Meskipun peristiwa telah berlalu bertahun-tahun, namun, masih segar dalam ingatan O’Donnell tentang bocah itu.

“Aku bisa melihat dia datang ke tempat ini karena alasan yang serius. Ekspresinya terlihat sangat menyedihkan. Kepala mungil si bocah di pungggungnya tampak terkulai lemas seperti tertidur.”

Tak lama setelah anak itu berdiri di sana, beberapa orang laki-laki yang memakai masker berjalan menghampirinya dan mengambil bocah di punggungnya, saat itulah dia baru menyadari adiknya sudah tewas, kemudian bocah malang itu langsung dikreamsi ke dalam api yang berkobar …

Melihat adiknya telah tewas, anak tanggung itu diam tidak bergerak, matanya menatap lurus ke kobaran api di depannya, tetapi jelas hatinya pilu.

“Dia menggigit bibir bawahnya bahkan sampai berdarah. Saat itu, Matahari merah membara seperti nyala api, kemudian bocah itu berbalik dan pergi dengan diam-diam.” Cerita O’Donnell.

Foto itu diberi nama “The Boy Standing by the Crematory”. Pada tahun 2018 lalu, Paus Fransisku menggunakan foto tersebut sebagai kartu ucapan Tahun Baru. Pada saat itu, Paus hanya menulis dengan sebait kata sederhana “il frutto della guerra” dan menuliskan :” Satu-satunya kesedihan yang diungkapkan bocah itu adalah menggigit bibir bawahnya sampai mengucurkan darah segar.”

Selembar foto sederhana, tapi merekam betapa kejamnya perang, dan kita tidak bisa tidak menghela napas, kedamaian itu ternyata tidaklah mudah diwujudkan ! Mari kita berdoa agar dunia ini akan selalu damai, dan perang hilang selamanya dari muka Bumi(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

https://www.youtube.com/watch?v=6aUeYkMal7M

Share

Video Popular