Erabaru.net. Siapa yang tidak akan akan terharu ketika bisa bersatu kembali dengan anggota keluarga setelah berpisah selama beberapa dekade.

Seorang pria yang menjadi korban penculikan pada 31 tahun lalu akhirnya bertemu dengan orangtua kandungnya di sebuah desa di Provinsi Sichuan, barat daya Tiongkok.

Kepulangan pria itu telah disambut dengan perayaan yang menyentuh hati, disambut oleh kerabatnya dan penduduk desa lainnya.

Nama asli Qin Yujie adalah Cheng Xueping yang telah diculik oleh sekelompok penjahat ketika dia berusia 3 tahun pada tahun 1988. Dalam pertemuan yang mengharukan ini, Qin Yujie dipeluk dalam tangisan oleh orangtuanya segera setelah mereka melihat putra mereka ditemani oleh beberapa polisi .

Seluruh penduduk Desa Chengjiawan juga menyambut Qin Yujie dengan memasang spanduk dan tanda ‘Selamat Datang’ dan merayakan kepulangan mereka dengan petasan dan kembang api.

Sambil memeluk orangtuanya, Cheng Jiguang dan Gaolingzhen yang tidak bisa menahan rasa rindunya, Qin Yujie mengatakan, :”Aku mencari kalian berdua selama bertahun-tahun tetapi tidak menemukan petunjuk.”

Selain bisa bertemu dengan putra mereka, pasangan lansia juga akan bertemu dengan menantu mereka untuk pertama kalinya. Melihat saat mereka bertemu kembali, banyak yang menjadi sedih dan menangis.

Pada saat penculikan tahun 1988, Qin telah diculik oleh penjahat tak dikenal di Provinsi Guizhou, selatan Tiongkok ketika orangtuanya sedang bekerja.

Setelah kehilangan anak laki-lakinya, orangtua Qin telah mencarinya berjam-jam lamanya pada hari itu, dan sejak saat itu pasangan tersebut telah menghabiskan uang simpanan mereka dan meminjam untuk menjelajahi seluruh Tiongkok untuk mencari keberadaan anak mereka yang hilang.

Akhirnya, dengan kemajuan teknologi dalam penyediaan sampel DNA dalam data DNA nasional, polisi telah dapat memberikan bantuan dalam pencarian anak-anak yang hilang dan menjadi korban penculikan di Tiongkok.

Setelah tiga dekade, pasangan itu mengetahui kebenaran bahwa putra mereka diculik dan dijual kepada sebuah keluarga di sebuah desa yang terletak di Provinsi Hebei.

Qin Yujie tumbuh dengan perasaan yang berbeda ketika dia berada di rumah barunya. Dia merasa dirinya berbeda dari anak-anak setempat. Beberapa kata-katanya juga terkadang tampak berbeda.

Setelah bertahun-tahun, ia akhirnya menyadari bahwa ‘ayah’ yang membesarkannya bukanlah ayah kandungnya dan sejak itu Qin mulai mencari orangtua kandung dan asal-usulnya.

Pada tahun 2018, sampel DNA Qin yang dikirim ke atasannya menemukan hasil yang mengejutkan. Polisi telah menemukan sampel DNA Qin yang sesuai dengan sampel DNA yang diberikan oleh ayahnya Cheng Jiguang.

Polisi melacak Qin dan menghubungi keluarga Cheng untuk memberikan sampel DNA tambahan untuk mengkonfirmasi keabsahan sampel DNA yang sekarat. Akhirnya pada bulan Februari, keputusan terakhir telah mengkonfirmasi bahwa Cheng dan Gao adalah orangtua dari Qin Jujie atau Cheng Xueping.

Rekaman video pertemuan kembali orangtua dan anak lelaki ini telah menyentuh banyak hati dan menjadi viral di media sosial di Tiongkok.

Penculikan anak-anak dan wanita di Tiongkok telah menjadi kasus kriminal biasa di Tiongkok. Pada Desember 2018, dua penculik yang memperdagangkan anak-anak, Zhang Weiping dan Zhou Rongping dijatuhi hukuman mati karena peran mereka dalam sindikat yang menjual sembilan anak-anak antara tahun 2003 dan 2005.

Dalam satu kasus, anggota kelompok mereka masuk ke sebuah rumah, mengikat seorang wanita dan membawa lari putranya sehingga ia bisa dijual melalui perantara. Zhang dan Zhou dan anggota timnya akhirnya ditangkap pada tahun 2016.

Selama beberapa tahun terakhir, Kementerian Keamanan Publik di Tiongkok telah meluncurkan sistem yang disebut ‘Tuanyuan’ yang membantu anak-anak hilang dan telah diculik untuk menemukan orangtua kandungnya. Sistem yang mulai diaktifkan sejak 2016 ini mirip dengan sistem ‘Amber Alert’ di Amerika Serikat, juga menyediakan informasi tentang penculikan anak melalui platform media sosial dan pesan telepon pintar.

Hingga Mei 2018, media di Tiongkok melaporkan bahwa sistem tersebut telah mengeluarkan sebanyak 3.053 informasi tentang anak yang hilang dan telah membantu menemukan kembali 2.980 anak yang hilang.

Sebuah situs web yang dikenal sebagai Baobeihuijia telah melaporkan bahwa ada 43.858 keluarga di Tiongkok yang masih mencari anak-anak mereka yang hilang sementara 39.446 orang hilang masih mencari keluarga biologis mereka.(yant)

Sumber: Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular