- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Menantunya Selalu Pulang Malam dan Tidak Tidur dengan Istrinya, Ibu Mertua Diam-diam Mengikutinya dan Kebenaran Itu Terungkap!

Erabaru.net. Fang Fang adalah seorang janda. Saat berusia 35 tahun, dia mendapati suaminya selingkuh dengan wanita lain dan memiliki anak. Oleh karena itu, dia dengan tegas minta cerai dan membesarkan sendirian Lingshan, putri satu-satunya.

Meskipun hidup serba pas-pasan, tapi ibu dan anak ini merasa bahagia. Lingshan adalah anak yang berbakti. Dia sadar tidak mudah bagi ibunya untuk membesarkannya sendirian, jadi sejak kecil dia sangat patuh dan tidak mau membuat sedih ibunya.

[1]
(Foto:Pixabay)

Meski prestasi di sekolah biasa-biasa saja, tetapi ia memiliki keterampilan tangan seperti ibunya, sehingga ibu dan anak itu bisa mencari nafkah dengan menjahit pakaian.

Karena mereka dari keluarga tak mampu, ibunya juga tidak berani berangan-angan putrinya akan menikah dengan calon dari keluarga kaya, tetapi dia berharap putrinya bisa menikah setidaknya dengan pegawai negeri.

Walaupun pendapatan pegawai negeri tidak terlalu tinggi, namun paling tidak dapat menghidupi istri dan anaknya.

Namun, Lingshan justru tertarik pada Xiaoqi, seorang petani muda yang sederhana. Orangtua Xiaoqi telah meninggal, mewariskan sebidang sawah untuknya yang ia andalkan sebagai mata pencahariannya.

[2]
(Foto:Pixabay)

Fang Fang bukannya tidak suka sama Xiaoqi, petani muda yang disukai putrinya. Tetapi dia berpikir pendapatan petani tidak stabil. Saat cuaca buruk atau diserang hama, maka akan gagal panen, dan sekeluarga harus kelaparan. Fang Fang sangat menyayangi putri satu-satunya itu, dia tidak ingin putrinya hidup menderita, karena itulah dia menentang pernikahan mereka.

Lingshan yang selama ini selalu menuruti apa kata ibunya, kali ini dengan tegas menentang ibunya, dan tetap bersikeras akan menikah dengan Xiaoqi.

Meskipun ibunya sangat marah, tetapi ia juga tak berdaya dengan sikap keras putrinya. Ini adalah pilihan putrinya sendiri, sehingga mau tidak mau dia harus merestui pernikahan mereka.

Dia berkata pada dirinya sendiri, tidak apa-apa hidup dalam kesederhanaan selama menantunya benar-benar mencintai dan menyayangi putrinya dengan tulus.

[3]
(Foto:Adobe Stock)

Setelah Xiaoqi dan Lingshan menikah, Xiaoqi membawa serta ibu mertuanya tinggal bersama mereka. Seperti biasa, Xiaoqi bekerja di sawah setiap hari. Meski hidup sederhana, namun, keluarga dengan tiga orang ini sangat bahagia.

Tak lama kemudian, Lingshan hamil, kehamilannya ini kerap membuatnya mual saat makan sesuatu, membuat Lingshan menjadi tidak bergairah dan lemah, sehingga tidak bisa menjahit lagi. Di sisi lain, ibunya kini semakin tua, kecepatan kerjanya tidak selincah dulu lagi. Sehingga, sebagian besar beban keluarga itu dipikul sendiri oleh Xiaoqi.

Sejak itu, Xiaoqi yang biasanya selalu pulang menjelang malam mulai pulang sangat larut. Kadang-kadang, Lingshan bahkan tidak tahu kapan suaminya pulang ke rumah, karena dia sudah tidur.

[4]
(Foto:Adobe Stock)

Setelah Xiaoqii pulang, ia langsung mandi untuk waktu yang lama, dan tidur di ruang tamu, tidak lagi tidur seranjang dengan istrinya. Semua itu diamati oleh Fang Fang.

Fang Fang merasa perilaku menantunya itu semakin mirip dengan mantan suaminya, yaitu ‘gejala selingkuh’, apalagi tidak mau tidur seranjang lagi, jadi Fang Fang semakin yakin menantunya mulai selingkuh. Itu berarti dia tidak punya rasa cinta lagi pada istrinya!

Fang Fang bisa menerima menantu miskin, tetapi tidak bisa menerima perselingkuhannya, apalagi putrinya sedang hamil! Jadi suatu hari, diam-diam dia mengikuti menantunya, dia ingin tahu ke mana menantunya pergi setiap malam.

[5]
(Foto:Adobe Stock)

Ternyata, demi mengumpulkan lebih banyak uang untuk biaya kelahiran anaknya, setelah seharian bekerja di sawah, malamnya Xiaoqi secara diam-diam bekerja lagi di pabrik!

Pekerjaannya di pabrik ini membuatnya harus bersentuhan dengan banyak bahan kimia, meskipun pihak pabrik telah menyediakan peralatan pelindung, tapi sulit untuk tidak terpapar dari bahan kimia tesebut.

Demi istri dan anaknya yang masih dalam kandungan, dia tahu bahwa pekerjaan ini akan membahayakan kesehatan, tetapi tidak ada alasan untuk menolaknya karena upahnya cukup tinggi.

Xiaoqi tidak berani memberi tahu istrinya karena dia tahu istrinya pasti akan menentangnya. Karena itu, setiap malam dan secara diam-diam dia bekerja di pabrik kimia, dan mandi sebersih mungkin setelah pulang kerja dari pabrik. Dan dia tidak berani tidur di sebelah istrinya, khawatir bahan kimia akan membahayakan istri dan bayinya.

[6]
(Foto:Adobe Stock)

Fang Fang seketika sadar telah berprasangka buruk pada menantunya itu kemudian meminta maaf kepadanya.

Setelah berdiskusi, mereka tetap tidak setuju Xiaoqi melakukan pekerjaan yang penuh risiko itu. Mereka merasa bahwa tidak harus kaya baru bisa membesarkan anak.

Setelah kejadian ini, Xiaoqi akan membicarakannya dengan keluarganya terlebih dahulu, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Fang Fang juga sangat senang dengan menantu laki-lakinya ini, tidak lagi curiga dan berprasangka buruk.

Akhirnya, Xiaoqi kembali bekerja seperti biasa, menggarap sawahnya. Saat senggang dia bekerja sampingan di sebuah restoran sebagai pencuci piring, dan bisa membawa pulang sisa makanan dari restoran saat pulang kerja, sehinga bisa menghemat biaya hidup keluarga sehari-hari.

[7]
(Foto:Adobe Stock)

Terkadang, sesuatu yang tampak di permukaan itu tidak seperti yang kita bayangkan, jadi jangan buru-buru menarik kesimpulan semu.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: