Erabaru.net. Hendra berdiri di depan jendela sambil minum seorang diri. Semua kesedihan akan dilupakan sepenuhnya saat mabuk. Namun, semua itu tak lebih hanya menipu diri sendiri setelah sadar!

Setengah tahun sudah, itu adalah pesan pendek pertama dari istrinya. Hanya ada beberapa patah kata di dalamnya: “Segeralah pulang…putri kita membutuhkanmu.”

Hendra memejamkan matanya dan setelah ragu-ragu sebentar, dia membalas SMS istrinya: “Aku kira kamu tidak akan pernah menghubungiku lagi. Ah, biasanya aku tidak terlalu peduli dengan beberapa hal kecil. Tapi dalam hal itu, aku tidak bisa menerimanya … Sebenarnya, aku masih berharap bisa mulai dari awal lagi denganmu, biarlah hal-hal yang terjadi di masa lalu itu berlalu bersama angin.”

Setelah pesan pendek itu dikirim, tak kunjung juga dapat balasan, lalu Hendra menelepon istrinya, tetapi tidak tersambung. Tiba-tiba, dia merasa cemas.

Tak lama kemudian, ponselnya berdering, Hendra segera menerimanya, terdengar suara seorang wanita dari ujung ponselnya: “Halo, Hendra ya ? Saya Fany, temannya Eva, sebaiknya kamu segera pulang, Eva hampir tak kuat lagi, sebenarnya dia selalu melarangku menceritakannya kepadamu, tapi sekarang saya tidak peduli lagi.”

Hendra nyaris pingsan mendengarnya, dan tanpa ragu lagi, dia langsung berangkat ke kota tempat istrinya berada.

Sepanjang perjalanan, pikirannya tidak tenang, pertikaiannya dengan Eva, istrinya terjadi enam bula lalu. Saat pulang kerja hari itu, dia melihat seorang pria bersama seorang bocah mencari istrinya untuk rujuk.

Saat itulah, dia baru tahu istrinya telah menikah sebelumnya, hanya saja tanpa ikatan resmi. Namun, sebagai suaminya, dirinya tak menyangka, tidak tahu sedikit pun dengan semua itu.

Sejak itu, ia menjadi bahan tertawaan rekan-rekan sekantornya, karena tidak punya pilihan, ia menghindar dengan melarikan diri ke kota lain dan mengawali hidup barunya. Dia terus menunggu, menunggu penjelasan dari istrinya. Selama istrinya dapat meyakinkannya, dia tidak akan mempermasalahkan masa lalu, tetapi hasil penantiannya justru seperti ini!

Ketika dia tiba, istrinya sudah tiada, dia memandangnya, dan air mata kesedihan menetes dari kedua sudut matanya.

Ternyata alasan mengapa istrinya tidak menghubunginya, karena dia sadar menderita kanker dan tidak ingin menyusahkannya. Jadi dia telah menitipkan putrinya yang berusia 5 tahun kepada sahabat karibnya.

Setelah menyelesaikan pemakaman istrinya, Hendra pulang ke rumah bersama putrinya. Suasana rumah itu masih seperti dulu, bersih dan rapi. Hanya saja sudah lama tidak ditempati. Saat membuka pintu, samar-samar tercium bau tak sedap.

Putrinya melompat gembira, tetapi dia tidak tahu bahwa ibu tercintanya tidak akan pernah kembali lagi. Putrinya terus bertanya: “Ayah, ibu di mana?”

“Ibu pergi ke tempat yang sangat jauh, kamu akan tahu sendiri setelah kamu dewasa nanti,” katanya dengan sedih.

“Ayah bohong, ibu tidak akan meninggalkan aku,”kata putrinya cemberut.

Untuk sesaat, Hendra tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan putrinya, ia hanya menghela napas sambil menggelengkan kepala.

Saat itu, anak perempuannya tiba-tiba berteriak pada lemari es, Hendra berbalik memandang putrinya, ia mengerutkan kening bingung dan berkata,: “Anak manis, itu kulkas bukan ibu, ayo masuk ke kamarmu dulu, tunggu ayah selesai mengemasi barang-barang, nanti ayah membawamu pulang ke rumah ayah, di sana ada nenek yang akan merawatmu nanti.”

“Tidak, ibu ada di lemari es. Dulu ibu selalu bilang kalau tidak melihat ibu, atau kalau merasa lapar, carilah di lemari es, maka ibu akan muncul,” kta putrinya.

“Ngaco kamu!” Kata Hendra pada putrinya sambil berjalan ke lemari ee. Saat membuka lemari es ia sangat terkejut ketika melihat isi kulkas dan segera menutupnya, perutnya menjadi mual dan langsung muntah.

“Ayah, kenapa yah?” Tanya putrinya penuh perhatian.

“Tidak, tidak apa-apa, kamu tunggu di kamar dulu, ayo dengarkan kata ayah.”

“Oh.” Sahut putrinya dengan enggan pergi.

Hendra memasak sepanci air panas, kemudian ia membuka lagi kulkas itu sambil menutup hidungnya, lalu menuangkan sepanci air panas ke dalamnya …

Dia baru memahami maksud baik istrinya. Ternyata istrinya takut setelah kepergiannya, putrinya pasti untuk sesaat tidak bisa menerima kenyataan itu, jadi dia membuat banyak makanan dan camilan kesukaannya dan menyimpannya di kulkas. Dengan begitu, saat putrinya merindukannya, paling tidak dia bisa makan makanan yang dibuatnya.

Namun, selalu ada yang tak bisa diduga, entah karena mati listrik atau kulkas rusak. Jadi bisa dibayangkan apa jadinya makanan yang disimpan dalam kulkas pada musim panas tanpa pendingin untuk waktu yang lama.

Itu bukan lagi bau busuk yang bisa digambarkan dengan kata-kata. Selain itu, ulat-ulat yang tak terhitung banyaknya di dalam membuatnya merinding.

Setelah membersihkan seisi kulkas, Hendra langsung duduk sambil melamun di sana. Saat seperti itu, betapa ia berharap waktu dapat berputar kembali. Meskipun jika ia ditertawakan oleh orang-orang, ia juga tidak akan memilih untuk melarikan diri sejak pertikaian dengan isterinya kala itu. Ia akan menemaninya sampai akhir hidup. Namun, tidak ada obat penyesalan di dunia, satu langkah salah, akibatnya adalah penyesalan seumur hidup!

Di luar jendela, Matahari yang terik perlahan-lahan menghilang dibalik awan. Entah sejak kapan tiba-tiba saja turun hujan lebat. Hendra menangis pilu ketika membaca pesan pendek yang belum terkirim di ponsel istrinya.

“Hen, kamu harus memberi putri kita masa kecil yang bahagia. Ini adalah harapan terbesarku. Selain itu, jika bisa, tolong carilah seseorang yang lebih mencintaimu untuk mendampingi hidupmu. Maaf, sebelumnya aku telah menyembunyikan masa laluku, karena aku benar-benar berharap memiliki kehidupan baru bersamamu … “

“Ayah, kenapa ayah menangis?” Entah sejak kapan putrinya telah berada di sampingnya. Dengan suara yang lembut, putrinya berkata : “Ayah, ibu bilang kalau suatu saat melihat ayah menangis, aku harus menghibur ayah. Aku nyanyikan lagu yang diajarkan ibu untuk ayah.”

Kemudian, sambil mendengar putrinya bernyanyi, Hendra pun menangis. Melihat wajah polos putrinya yang belum tahu apa-apa dengan dunia orang dewasa, Hendra sadar putrinya sekarang adalah segalanya baginya.

Tetapi putrinya tidak mengerti apa-apa, dia menyanyikan lagu itu dengan penuh perasaan. “Langit gelap terkulai, bintang-bintang yang berkilauan saling mengiring, kunang-kunang beterbangan kesana-kemari, siapa yang sedang kamu rindukan …”

Hendra memandangi putrinya yang sedang bernyanyi menghiburnya, kemudian memeluknya dalam isak tangis.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular