Erabaru.net. Dipenjara bukan atas kesalahan yang dilakukan adalah bencana besar bagi semua orang. Saat usia 17 tahun, pria kulit hitam bernama Brian Banks ini didakwa dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Setelah bebas, Brian yang awalnya memiliki masa depan yang cerah ini setiap usahanya selalu ‘membentur dinding’. Ketika dia benar-benar merasa putus asa, tak disangka titik balik muncul menghampirinya.

Saat berusia 17 tahun Brian adalah seorang remaja yang ceria, hangat dan energik, dia suka American Football. Karena kecakapannya dalam bermain sepak bola ala Amerika itu sangat mengagumkan, sehingga pelatih terkenal Pete Carroll sangat yakin dengan kecemerlangan kiprahnya dalam dunia olahraga tersebut.

Pada tahun 2002 silam, sang pelatih dengan tegas berkata kepadanya, bahwa ia berharap Brian nanti bisa bergabung dengan USC Trojans (USC-University of Southern California). Ini adalah kabar yang menggembirakan tentunya bagi Brian. Namun tidak lama kemudian, bencana datang menimpanya.

Musim panas ketika itu, seorang siswi teman sekelas Brian tiba-tiba menuduhnya. Meskipun tidak ada bukti langsung, dan Brian juga terus menyangkal atas tuduhan yang dilayangkan kepadanya, tetapi orang-orang tidak mempercayainya.

Pengacara mengatakan kepada Brian, bahwa karena postur, warna kulit, usia dan berbagai kesaksian lain yang memberatkanya, ia mungkin akan menghadapi hukuman 40 tahun atau lebih, dan dengan pengakuannya akan meringankan hukuman.

Brian yang tak berdaya terpaksa mengaku bersalah, dia dijatuhi hukuman lima tahun penjara, dan lima tahun masa percobaan.

Sementara gadis yang menututnya itu mendapatkan kompensasi sebesar 1,5 juta dollar dari pihak sekolah.

Lima tahun penjara yang dijalani membuat Brian tidak lagi bergairah dalam hidupnya. Demi Brian, orangtuanya sampai menjual rumah mereka untuk membayar biaya pengacaranya, sehingga membuat hidup mereka semakin susah.

Setelah bebas dari penjara, Brian juga tidak dapat melanjutkan studinya dan tidak dapat menemukan pekerjaan, apalagi bergabung dengan klub sepak bola ( Amerika Football), mimpinya semakin tak tergapai.

Namun pada 2011 lalu, gadis itu tiba-tiba menghubunginya dan mengatakan hal yang sebenarnya. Dia mengatakan bahwa semua itu adalah rekaannya belaka, dia ingin menarik perhatian dari siswa lain, tetapi dia tidak berencana mengumumkan masalah tersebut, hanya ingin mengatakan yang sebenarnya kepada Brian.

Brian sangat marah mendengar pengakuannya, dan dia tahu apa yang harus dilakukan. Diam-diam Brian merekam isi percakapan dan menghubungi lembaga terkait untuk membersihkan semua tuduhan atas dirinya.

Pengalamannya yang dia alami itu adalah masa paling gelap dalam hidupnya, dia tidak ingin mengungkit masalah itu lagi, jadi dia tidak menuntut balik pada gadis itu.

Namun, kasus itu akhirnya dipublikasikan, dan publik sangat simpatik kepadanya setelah mengetahui faktanya. Pete Carroll yang masih mengingat anak berbakat itu kemudian memutuskan untuk memberinya kesempatan.

Brian kembali melihat harapan dalam hidupnya, ia berusaha menurunkan berat badan dan kembali berdiri tegak lagi di lapangan.

Sekarang dia telah bergabung dengan departemen eksekutif NFL – National Football League, dan hidupnya sekarang telah sepenuhnya stabil.

Sementara itu, gadis yang menuduhya dengan tuduhan palsu itu, di mana meski dia tidak dituntut, tapi harus mengembalikan uang 2,6 juta kepada pihak sekolah.

Sekarang Brian telah keluar dari bayang-bayang kelamnya, menyambut datangnya hidup baru.

Dipenjara dengan tuduhan palsu, diejek dan dijauhi orang-orang. Pengalaman dipenjara atas tuduhan palsu itu bagaikan mimpi buruk bagi Brian.

Sekarang dia akhirnya terbebas dari mimpi buruk itu dan menyambut datangnya hidup baru dan bahagia.

Selalu ada cobaan dalam hidup, tapi jangan pernah menyerah, karena tidak ada siapa pun yang tahu apakah akan muncul mukjizat pada detik berikutnya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular