Erabaru.net. Kencan online kian populer dewasa ini, banyak orang mencari pasangan melalui Internet. Tapi terkadang Anda akan menemukan banyak “penipuan” dibaliknya.

Ilustrasi. (Foto:pixabay)

Seorang pria bermarga Li di Taoyuan, Taiwan, berkenalan dengan seorang wanitanya bermarga Zhu di dunia maya pada 2010 silam, bukan main bahagianya saat berpacaran di dunia maya, tak lama kemudian, mereka menjalin hubungan lebih serius.

Li yang semula membeli sebuah rumah di Taoyuan, selalu berangan-angan kelak akan ada nyonya di rumah barunya. Namun, tak disangka, pada tahun 2012, Zhu, pacarnya mengatakan bahwa dia mau “membantu ibunya membayar hutang” dan meminjam uang 5 juta dollar Taiwan (sekitar Rp 2.25 miliar) darinya.

Ilustrasi.(Foto:pixabay)

Zhu mengatakan bahwa ibunya berhutang lotere sebesar 7 juta dollar Taiwan, sementara itu, ada seseorang yang naksir padanya bersedia membantu melunasi semua hutang ibunya, tetapi syaratnya dirinya harus menikah dengannya.

Pria bermarga Li yang sangat mencintai Zhu, tidak mau sang “pacar” menikah dengan pria lain, kemudian ia menjual rumahnya, kemudian dipinjamkan kepada Zhu, lebih dari 5 juta dolar Taiwan.

Ilustrasi.(Foto:pixabay)

Tapi cinta itu tidak selalu indah. Ternyata, Zhu telah lama menjalin hubungan dengan seorang ginekolog bermarga Chen. Pada 2014 mereka sudah menikah dan telah memiliki anak.

Awalnya dia berpikir Zhu masih gadis, tak tahunya sudah bersuami. Bukan saja menyembunyikan identitasnya yang sudah menikah dan punya anak, tapi meminjam uang dan tidak membayar, sehingga membuat Li naik pitam dan menuntutnya ke pengadilan.

Ilustrasi.(Foto:pixabay)

Menanggapi tuduhan itu, Zhu menekankan bahwa dia memang membantu ibunya untuk membayar hutang. Dia mengatakan bahwa uang sebesar lebih dari 5 juta dollar itu ini adalah “donasi” atas inisiatif dari Li sendiri, bukan meminjam.

Tuduhan Li tak lebih dari kekecewaannya setelah putus dengan Zhu, sehingga dia bersikeras mengatakan bahwa itu sebagai bentuk pinjaman.

Selain itu, Li bahkan juga meminta untuk tetap berhubungan, bertemu denganya dan semacamnya,. Jika tidak, dia selalu mengancam.

Zhu yang merasa terpojok kemudian menutup rekening bank untuk menghindari transferan uang Li dan pelecehannya.

Keduanya membela diri dengan argumen masing-masing, tetapi uang sebesar 5 juta dollar Taiwan itu adalah bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa jumlah uang sebesar itu memang dipinjam oleh Zhu, dan tidak ada bukti yang menyatakan uang itu adalah donasi.

Pengadilan menyatakan Zhu tidak memiliki bukti yang sah atas keterangannya, dia harus membayar 5,02 juta dollar Taiwan kepada Li, dan dapat mengajukan banding.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular