Erabaru.net. Kakek yang hidup sendirian ini memelihara seekor anjing sudah lebih dari satu dekade. Saat makan, sang kakek selalu tak pernah lupa membagikan sebagian makanannya untuk anjing kesayangannya. Karena ada anjing yang menemaninya, sehingga sang kakek tidak merasa terlalu kesepian setiap tibanya perayaan tahun baru, dan lambat laun keberadaan anjing itu seperti keluarganya.

Anjing itu juga tidak melupakan kasih sayang dari sang kakek, ia selalu dengan setia menemaninya kemanapun, dan ikut membantu saat kakek membutuhkan bantuan, melakukan segala sesuatu yang bisa dikerjakannya.

Misalnya, membantu kakek mengambil sesuatu, menutup pintu, menjaga ayam peliharaan kakek di rumah dan semacamnya. Meskipun sepele, namun, bagi anjing itu merupakan balasan budi atas perhatian dan kasih sayang kakek kepadanya.

Namun, seiring berlalunya waktu, perlahan-lahan semua makhluk akan menjadi tua, termasuk kakek dan anjing itu. Sayangnya, masa hidup anjing tidak selama usia manusia. Malam itu, anjing kesayangan kakek mati karena usianya yang sudah tua.

Saat pagi hari, sang kakek yang sedang menyiapkan sarapan berteriak memanggil anjingnya, karena tidak seperti biasanya anjingnya tidak berada di sampingnya, saat itulah sang kakek baru tahu anjingnya telah mati. Anjing itu mati di depan pintu rumah tempatnya menjaga seperti biasa.

Buka main sedihnya kakek melihat anjingnya telah mati, ia memeluk sambil menangis meratapi kepergian anjing kesayangannya.

Anjing itu dipelihara kakek bersama istrinya yang telah tiada beberapa tahun silam, sekarang giliran anjing itu yang mati meninggalkannya sendirian, dan entah kapan tiba gilirannya dipanggil pulang oleh-Nya..

Namun, melihat kematian anjingnya, selain merasa sedih, kakek juga merasa bersyukur, karena jika dirinya yang pergi lebh dulu, maka tidak ada yang akan mengubur anjingnya.

Sekarang anjing setianya telah mati, kakek pun mencarikan sebuah tempat yang nyaman untuk menguburnya, dan tidak perlu khawatir lagi apakah anjingnya akan kesepian atau tidak setelah kepergian abadinya nanti.

Kakek mengubur anjingnya di sebuah bukit di belakang rumahnya, itu adalah tempat yang paling disukai anjingnya saat bermain. Dari atas bukit itu juga bisa melihat ke arah rumah. Kakek berharap anjingnya menyukai tempat itu.

Setelah anjing itu dikubur, sang kakek memandang cukup lama kuburan anjing itu lagi untuk terakhir kalinya, lalu berjalan dengan langkah tertatih-tatih pulang ke rumahnya. Bagi si kakek tidak ada lagi penyesalan apa pun setelah kepergian mereka.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular