Erabaru.net. Setelah berbulan-bulan persiapan, hari pernikahan akhirnya tiba. Anda bersemangat mempersiapkan upacara pernikahan, yakin bahwa Anda sudah tahu segalanya tentang hati dan karakter orang yang akan menemani Anda seumur hidup.

Setiap pasangan yang terlibat dengan pandangan yang sehat tentang realitas, akan mengakui bahwa pada tingkat tertentu, tanda keraguan tentang keputusan untuk menikah mulai merayap masuk. Kita menemukan diri kita mungkin hanya 90% yakin harus menikahi orang ini, tetapi bagaimana jika kita salah – bagaimana jika kita membuat kesalahan besar dalam hidup?

Beberapa saat sebelum pengantin Carolina Utara bernama Maggie Earwood berjalan menyusuri lorong, ia menemukan tipe pria yang ingin dinikahinya. Calon suaminya, seorang kopral dari Korps Marinir USS. Caleb Earwood, memutuskan bahwa sebelum upacara apa pun bisa dilakukan, dan ada satu hal yang perlu ia urus.

Dia harus berdoa bersama dengan calon istrinya. Dan dia perlu melakukannya sekarang.

Saat-saat yang sepenuh hati ditangkap oleh fotografer pernikahan Dwayne Schmidt, yang mengaku hampir tidak bisa menjaga ketenangannya di tengah mata yang penuh tangis dan cinta luar biasa yang mengalir ke dalam ruangan. “Begitu tangan mereka bersentuhan dia mulai menjadi emosional,” Schmidt mengingat kembali kejadian itu.

Sesuai tradisi pernikahan, pasangan itu menahan diri untuk saling memandang sebelum upacara pernikahan. Mereka menggenggam tangan, saling berpaling dengan mata tertutup, sementara Caleb Earwood meminta berkat Tuhan atas pernikahan mereka.

“Kami akan mengambil langkah pertama dalam hidup bersama, dan kami tidak ingin mengambil langkah itu tanpa kehendak Tuhan,” kata Caleb Earwood dalam wawancara di program TODAY. “Saya berdoa kepada Tuhan untuk istri saya yang cantik dan cerdas yang diberkati, serta keluarga yang menakjubkan.”

Saat Maggie meraih tangan pengantin pria, dia tahu persis jenis pernikahan seperti apa yang dia inginkan. Dan hatinya benar-benar penuh dengan sukacita.

“Ketika saya pertama kali memegang tangannya, dia sangat gemetar, jadi saya tahu dia benar-benar gugup,” kenang Maggie. “Itu membuatku lega mengetahui orang yang akan aku nikahi merasakan hal yang sama tentang Tuhan.”

Maggie tidak bisa menahan air mata yang menggenang di matanya, dan tidak juga rang-orang lain yang hadir di pesta pernikahan. “Tidak ada mata kering di ruangan itu,” katanya.

Fotografer dan pengantin baru tidak pernah mengharapkan foto yang menakjubkan menjadi sensasi internet, tetapi mereka pasti tidak keberatan. “Kami bersyukur bahwa foto kami mampu memberkati begitu banyak orang dan menyentuh banyak hati,” kata Caleb tersenyum. (rpg)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular