Washington — Selama beberapa dekade, ada kisah dari para nelayan dan turis, bahkan banyak foto beredar, tentang paus pembunuh misterius yang sama sekali tidak mirip dengan hiu yang lain. Akan tetapi para ilmuwan belum pernah melihatnya.

Sekarang akhirnya para peneliti menemukannya. Sebuah tim peneliti internasional mengatakan mereka menemukan beberapa lusin orcas berbeda yang berkeliaran di laut lepas Chili selatan, pada bulan Januari 2019. Para ilmuwan sedang menunggu tes DNA dari sampel jaringan, akan tetapi mereka berpikir bahwa itu kemungkinan besar adalah spesies yang berbeda.

Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS merasa percaya diri untuk menyatakan bahwa penemuan paus pembunuh yang telah cukup lama dirahasiakan, kini dikabarkan pada 7 Maret 2019. Beberapa ahli luar lebih berhati-hati, mengakui bahwa paus itu memang berbeda, tetapi mengatakan mereka akan menunggu hasil tes untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pertanyaan tentang apakah itu spesies berbeda.

“Ini adalah paus pembunuh yang tampak paling berbeda yang pernah saya lihat,” kata Robert Pitman, seorang ekologi kelautan NOAA di San Diego.

Dia adalah bagian dari tim yang melihat Orca di Cape Horn di ujung Amerika Selatan.

Apa bedanya? Penutup mata putih besar khas paus itu kecil pada jenis baru ini, nyaris tidak terlihat. Kepala mereka sedikit lebih bulat dan kurang ramping dari paus pembunuh normal, dan sirip punggung mereka lebih sempit dan runcing.

Mereka kemungkinan besar makan ikan, bukan mamalia laut seperti anjing laut, seperti paus pembunuh lainnya, menurut Pitman. Para nelayan mengeluhkan betapa bagusnya mereka dalam menangkap ikan, mengambil ikan seberat 200 pon.

Pitman mengatakan mereka sangat berbeda sehingga mereka mungkin tidak bisa berkembang biak seperti paus pembunuh lainnya dan kemungkinan merupakan spesies baru. Dengan panjang 20 hingga 25 kaki (6 hingga 7,5 meter), mereka sedikit lebih kecil dari kebanyakan paus pembunuh. Di Belahan Bumi Selatan, paus pembunuh diklasifikasikan dalam tipe A sampai C. Yang ini disebut paus pembunuh tipe D atau subantarctic.

Michael McGowen, kurator mamalia laut di Smithsonian, mengatakan bahwa menyebutnya spesies baru tanpa data genetik mungkin prematur. Namun, dia berkata, “Saya pikir sangat luar biasa bahwa masih banyak hal di lautan seperti paus pembunuh besar yang tidak kita ketahui.”

Para ilmuwan telah mendengar tentang paus-paus yang berbeda ini sejak penyerahan massal di Selandia Baru pada tahun 1955. Para ilmuwan pada awalnya mengira itu bisa menjadi satu keluarga paus pembunuh yang memiliki mutasi spesifik, tetapi penemuan Januari dan semua foto di antaranya mengarah ke jenis yang berbeda.

Kombinasi foto yang disediakan oleh Paul Tixier dan NOAA ini menunjukkan paus pembunuh Tipe D, atas, dan paus pembunuh yang lebih umum di bagian bawah. (Foto : Paul Tixier/CEBC CNRS/MNHN Paris, dan Robert Pitman/NOAA via AP/The Epoch Times)

Dia mengatakan mereka sulit ditemukan karena mereka hidup jauh di selatan dan jauh dari pantai, tidak seperti kebanyakan paus pembunuh.

“Paus pembunuh tipe D tinggal di perairan yang paling tidak ramah di planet ini. Itu adalah tempat yang bagus untuk bersembunyi.”

Pitman tertarik dengan paus pembunuh misterius ini ketika Dia ditunjukkan sebuah foto pada tahun 2005. Ketika itu, Dia dan beberapa rekan peneliti yang lainnya memutuskan untuk mencari mereka. Mereka mengikuti saran dan petunjuk dari nelayan Amerika Selatan, yang telah melihat paus memburu ikan mereka.

Setelah berminggu-minggu menunggu, sekitar 25 paus datang ke kapal ilmuwan, tampak seperti mereka diharapkan untuk diberi makan. Masalah peralatan mencegah para ilmuwan untuk mendekat atau menangkapnya. Mereka hanya berhasil merekam paus.

Akan tetapi, akhirnya mereka dapat menggunakan panah untuk mendapatkan sampel jaringan. Pitman mengatakan paus sangat besar dan kulit mereka sangat keras sehingga panah tidak melukai mereka. Dia menegaskan panah hanya seperti sedotan soda yang memantul dari ban truk ketika mengenai kulit hiu.

Pitman mengatakan dia tidak akan pernah melupakan momen 21 Januari 2019 itu, ketika dia akhirnya melihat yang pertama dan kemudian sekelompok predator tipe D.

“Selama 14 tahun saya mencarinya. Saya akhirnya bisa melihat mereka,” kata Pitman.

Dia mengakui bahwa dia memang terdengar seperti kapten yang mencari balas dendam dalam novel klasik ‘Moby-Dick’.

“Kurasa aku tahu bagaimana perasaan Ahab, tetapi untuk alasan yang bagus,” kata Pitman. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular