Erabaru.net- Seorang pria Yunani selamat dari kecelakaan nahas Ethiopian Airlines ET 302 pada Minggu (10/3/2019) setelah terlambat 2 menit menaiki pesawat. Dia adalah calon penumpang ke-150 di pesawat Boeing Ethiopia jurusan Nairobi yang jatuh beberapa menit setelah lepas landas.

Pria yang bernama Antonis Mavropoulos adalah seorang Presiden organisasi nirlaba International Solid Waste Association (ISWA). Dia dijadwalkan menghadiri pertemuan tahunan Program Lingkungan PBB di Nairobi, Kenya.

Melansir dari Kantor Berita Tetapi Athens News Agency, Mavropoulos mengunggah tulisannya ke akun Facebooknya mengenai yang dialaminya dengan judul “My lucky day,” dan mengunggah foto tiket penerbangannya.

Antonis Mavropoulos (Facebook)

“Saya marah karena tidak ada yang membantu saya mencapai gerbang tepat waktu,” tulisnya.

Setelah Mavropoulos ketinggalan pesawat, maskapai awalnya memesannya ke penerbangan hari itu, tetapi ia terkejut ketika staf bandara tidak mengizinkannya naik.

“Mereka membawa saya ke kantor polisi bandara. Petugas mengatakan kepada saya untuk tidak memprotes tetapi berdoa kepada Tuhan karena saya adalah satu-satunya penumpang yang tidak naik penerbangan ET 302 yang hilang,” tulisnya.

10 ΜΑΡΤΙΟΥ 2019 – Η ΤΥΧΕΡΗ ΜΟΥ ΜΕΡΑΤρέχοντας να προλάβω την πτήση ΕΤ 302 Αντίς Αμπέμπα – Ναϊρόμπι, που συνετρίβη 6…

Antonis Mavropoulos 发布于 2019年3月10日周日

Pihak berwenang di bandara lalu bertanya kepada Mavropoulos mengapa ia tidak naik ke penerbangan nahas.

“Mereka mengatakan mereka tidak bisa membiarkan saya pergi sebelum memeriksa identitas saya, alasan saya tidak naik ke pesawat,” lanjutnya.

“Ini pertama kalinya. Saya sangat senang saya menulis sebuah posting dan saya bersyukur untuk hidup dan bahwa saya punya banyak teman yang membuat saya merasakan cinta mereka,” tulisnya.

Ethiopian Airlines Boeing 737-8 MAX jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas dari ibukota Ethiopia Addis Ababa, menewaskan semua 149 penumpang di atas kapal dari 35 negara. Terdapat delapan kru di pesawat.

Pihak maskapai merilis tidak ada yang selamat dari kecelakaan penerbangan ET302. Pesawat kehilangan kontak dengan menara kontrol pukul 8.44 pagi waktu setempat setelah berangkat dari Bandara Internasional Bole di Ibukota Ethiopia pukul 8.08 pagi waktu setempat.

Pesawat itu jatuh sesaat setelah lepas landas dan di dekat kota Bishoftu — sekitar 31 mil (50 kilometer) tenggara Addis Ababa.

Tim penyelamat bekerja di lokasi kecelakaan penerbangan Ethiopian Airlines dekat Bishoftu, atau Debre Zeit, selatan Addis Ababa, Ethiopia, pada 11 Maret 2019. (Mulugeta Ayene / AP)

Korban terdiri 8 Amerika, 18 warga Kanada, 32 warga Kanada, 9 warga Etiopia, 8 warga Italia, 8 warga Tiongkok, 7 orang Prancis dan warga negara Inggris. Korban termasuk para pekerja PBB, termasuk di antara mereka yang berada di dalam pesawat.

Pernyataan PBB mengungkapkan sebanyak 19 anggota stafnya termasuk di antara mereka yang menggunakan penerbangan Ethiopian Airlines. Mereka yang tewas bekerja untuk Serikat Telekomunikasi Internasional, Program Pangan Dunia, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, Kantor Komisaris Tinggi untuk Pengungsi, Bank Dunia dan Misi Bantuan PBB di Somalia, Organisasi Internasional untuk Migrasi di Sudan Selatan, dan PBB di Nairobi.

Setelah tragedi itu, Ethiopian Airlines mengatakan pihaknya “sangat menyesalkan kecelakaan fatal” dan telah “bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk melakukan penyelidikan forensik dan mengidentifikasi identitas korban.”

Chief Executif Ethiopian Airlines mengungkapkan rasa simpati dan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan orang-orang yang disayangi dari keluarga korban.  (asr)

Share

Video Popular