- Erabaru - http://www.erabaru.net -

(Video) Gadis Cilik Pemberani Asal Xinjiang Ini Beberkan Seluruh Anggota Keluarganya Dijebloskan ke Kamp Konsentrasi

oleh Xiao Jing

Ketika Partai Komunis Tiongkok (PKT) berulang kali membantah bahwa mereka telah mendirikan kamp konsentrasi di Xinjiang (atau kamp pendidikan ulang) untuk menganiaya hak asasi manusia dan menekan kebebasan beragama, seorang gadis etnis Kazakh dengan berani mengungkapkan fakta kebenaran kepada media.

Gadis pemberani ini mengungkapkan banyak anggota keluarganya ditahan dalam kamp konsentrasi PKT. Dia berharap kepada dunia luar memberikan bantuan penyelamatan.

Pengguna Facebook ‘justadullan’ pada Senin (11/3/2019) mengunggah video wawancara singkat dengan gadis manis etnis Kazakh yang berkuncir yang baru tak lama melarikan diri dari Xinjiang. Tetapi sayangnya, anggota keluarganya yang lain semua ditahan di kamp konsentrasi lokal oleh rezim PKT.

[1]
Seorang gadis etnis Kazakh dengan berani mengungkapkan kepada media, banyak anggota keluarganya ditahan dalam kamp konsentrasi PKT dan berharap kepada dunia luar memberikan bantuan penyelamatan. (video screeshot)

Gadis tersebut mengatakan : “Saya adalah putri Akerke Bekesh, saya di sini sedang mencari ayah saya (Manapkhan). Ayah juga 2 orang abang saya (Erbolat dan Ezhenbay), mereka semua ditahan dalam kamp konsentrasi di Xinjiang, saya sangat merindukan mereka!”

Gadis tersebut juga memberitahu reporter : “Saya dengar salah satu dari abang saya matanya hampir tidak bisa melihat ….. saya sangat merindukan mereka ! Saya berharap semua orang dapat membantu saya menemukan kembali mereka!”

Keberanian dan keteguhan gadis itu juga membuat penonton merasa sedih dan meneteskan air mata.

Berikut videonya : 

#新疆維吾爾孩子的呼喊「我是阿合埃爾克·別克西的女兒,我在這裏尋找我的爺爺、爸爸,還有兩個哥哥。他們被關在中國新疆的集中營裏,我很想念他們,我聽說我一個哥哥的眼睛已經快看不到了….我很想念他們。希望大家可以幫幫我找回他們…」中國承諾給新疆和平換來如此下場,我們必須拒絕和平邪議,避免子孫親人受難!#和平邪議中國內政台灣變新疆#別讓可愛的子女和金孫哭泣

只是堵藍 [2]发布于 2019年3月10日周日

PKT hingga kini masih membantah keberadaan kamp pendidikan ulang

Hingga hari ini, sejumlah pejabat PKT masih menyangkal adanya kamp pendidikan ulang di Xinjiang.

Sam Brownback, Duta Besar AS untuk Kebebasan Beragama Internasional menyampaikan pidato utama di Hongkong pada 8 Maret 2019 mengenai kebebasan beragama di daratan Tiongkok.

Ia mengatakan bahwa rezim PKT takut kepada rakyatnya yang beragama. Ia terutama mengkritik PKT yang masih terus melakukan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong. Dia menuntut agar PKT menghentikan praktik jahat berupa pengambilan paksa organ dari tubuh hidup dan sebagainya.

BACA JUGA : Diungkap Rekayasa ‘Kamp Pendidikan Ulang’ Komunis Tiongkok yang Memutarbalikkan Fakta Sebenarnya [3]

Sebagai serangan dari PKT, Kantor Komisaris Khusus Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan bahwa Sam Brownback dengan sengaja ingin menyerang Tiongkok serta memutarbalikkan fakta yang membingungkan masyarakat.

Ketika Sam Brownback ditanyai soal komentarnya dalam menanggapi kritikan PKT terhadap dirinya dalam sebuah konperensi pers di Taiwan pada 11 Maret, ia mengungkapkan sebuah kisah tentang pertemuannya dengan pejabat Tiongkok di dalam gedung PBB.

Sam Brownback mengungkapkan bahwa ia minggu lalu baru mendapat kritikan serupa dari pejabat Tiongkok di PBB. Ia mengatakan kepada pejabat itu : “Beberapa orang Uighur terus memberikan masukan dengan memberikan daftar kepada saya tentang anggota keluarga mereka yang hilang, yang mungkin ditahan dalam kamp konsentrasi di Xinjiang.” Sam Brownback mengatakan kepada pejabat itu : ” Bisakah Anda membantu saya menemukan orang-orang tersebut?” Pejabat PKT itu tiba-tiba menjadi terdiam.

Sam juga mengatakan bahwa ia akan mengajukan pertanyaan berikut kepada pejabat PKT : “Saya memiliki daftar ratusan orang yang hilang di sini. Mereka berada di mana ? Mengapa keluarga mereka tidak dapat menemukan mereka ? Saya juga akan meminta tanggapan dari tuduhan khusus kepada mereka (PKT) : Mengapa anak-anak mereka tidak dapat dinamai Muhammad ? Mengapa mereka tidak dapat membaca Kitab Suci ? Mengapa gereja dihancurkan ? Mengapa kuil Buddha Tibet harus ditutup ?”

Sam Brownback secara cerdik menunjukkan bahwa ketika para pejabat PKT mempertanyakan tuduhannya sebagai tidak masuk akal, “Saya akan meminta mereka (PKT) untuk merespons secara khusus terhadap tuduhan ini,” katanya.

Banyak warga yang pernah ditahan mengeluh tentang pengalaman mereka dalam kamp

Sejak PKT mendirikan “kamp Pendidikan Ulang” di Xinjiang tahun lalu, telah menarik perhatian besar dari masyarakat internasional.

Pada pertemuan PBB di Jenewa Agustus tahun lalu, para ahli PBB mengatakan bahwa sekitar 1 juta penduduk Xinjiang etnis Uighur telah dijebloskan ke tempat yang dinamakan “kamp pendidikan ulang” oleh PKT. Sebagian besar kamp konsentrasi ini didirikan oleh pemerintah tingkat kota dan dijaga secara ketat oleh polisi bersenjata.

BACA JUGA : Menyoal ‘Show Off’ Komunis Tiongkok dengan Kamp Konsentrasi Uighur, Membandingkan ‘Show’ Sebelumnya [4]

Selanjutnya, pada 20 September tahun lalu Radio Free Asia berbahasa Uighur untuk pertama kalinya secara terbuka menyiarkan rekaman video yang berisikan penuturan beberapa warga etnis Uighur Xinjiang yang telah mengalami tahanan dalam “kamp pendidikan ulang” dalam pertemuan di ruang National Democratic Foundation of Washington, AS.

Mereka menuturkan bagaimana pengalaman kehidupan seharian ketika berada dalam kamp tahanan, bagaiman penindasan yang dilakukan PKT terhadap mereka. Para perwakilan dari berbagai organisasi, media pemerintah dan non-pemerintah menghadiri acara tersebut.

“Tempat itu (kamp pendidikan ulang) tak lain adalah sebuah penjara, para penjaga semua bersenjata lengkap dan dilengkapi pula dengan tongkat listrik”, “(seseorang) telah dirantai di atas kunci, agar ia tidak dapat tidur.”

“Setiap hari ada saja orang yang mengalami pemukulan oleh sipir dan menerima hukuman fisik. Warga Uighur diperlakukan seperti binatang dalam kamp pendidikan ulang. “

“Kita sering mendengar jeritan warga Uighur yang disiksa”. “Mendengar jeritan-jeritan kesakitan membuat kita semakin takut. Semua terdiam tidak berani berbicara, paling-paling hanya saling memandang satu sama yang lain,” demikian penuturan para saksi mata etnis Uighur yang mengalami penahanan.

Ada juga saksi mengungkapkan bahwa warga etnis Uighur yang ditahan di kamp pendidikan ulang setiap hari dalam waktu yang panjang dipaksa untuk menerima propaganda pencucian otak pihak berwenang Tiongkok.

Pada akhir November tahun lalu, majalah Barat ‘Bitter Winter’ yang berpusat di Italia menerbitkan video tentang kamp pendidikan ulang di Xinjiang. Video tersebut mengungkapkan bahwa apa yang oleh PKT dinamakan Pusat Pelatihan Kejuruan sebenarnya tidak berbeda dengan penjara.

Menurut laporan itu, reporter majalah yang menyamar dan menyelinap ke dalam kamp pendidikan ulang di Desa Yingye’er, Kota Yining di Xinjiang pada bulan Agustus tahun yang sama. Kamp itu dinamakan Pusat Pelatihan Pendidikan Keterampilan Kejuruan Yining Yingye’er.

Seluruh jendela di area kamp dipasangi teralis dan kawat berduri. Pintu keluar masuk utama juga dilengkapi dengan gerbang besi dan pagar besi. Sejumlah kamera cctv terpasang dalam gedung, yang digunakan untuk memonitor perilaku semua tahanan dari segala arah, jadi tiada sudut yang tak tertangkap kamera. Para tahanan tidak memiliki privasi sama sekali. (Sin/asr)

Berikut adalah video termaksud yang dirilis oleh majalah ‘Bitter Winter’ :