- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Wanita 51 Tahun Ini Mengatakan “Jenderal AS Jatuh Cinta padanya” dan Memintanya Transfer RP 180 Juta, Polisi pun Membujuknya untuk Tidak “Tertipu”

Erabaru.net. Wanita 51 tahun dari Kaohsiung, Taiwan, ini mengatakan bahwa “seorang Jenderal AS jatuh cinta padanya” dan memintanya untuk transfer uang sebesar 400.000 NTD (sekitar Rp 180 juta). Polisi setempat yang dengan susah payah membujuknya bahwa itu adalah “Penipuan” …malah tercengan mendengar sepatah kalimatnya. 

[1]

Seorang wanita berusia 51 tahun bermarga Zeng yang tinggal sendiri di Kaohsiung berkenalan dengan Joseph yang mengaku seorang jenderal bintang empat Amerika Serikat di wilayah perang Afghanistan melalui aplikasi LINE. Keduanya kemudian berpacaran dengan saling memanggil sayang setelah berbincang-bincang.

Joseph mengatakan bahwa untuk mengajukan pensiun, dia membutuhkan uang 400.000 NTD atau sekitar Rp 180 juta untuk biaya pengacara. Jadi Joseph meminta pada wanita itu untuk transfer dulu sejumlah uang tersebut, kemudian dia akan menetap di Taiwan dan tinggal bersamanya.

Untungnya, pegawai bank dan polisi yang membujuknya dengan susah payah selama lebih dari satu jam itu berhasil mengurungkan niatnya.

Menurut sumber, wanita bermarga Zeng pergi ke Bank of Taiwan pada 17 Februari sekitar jam 2 siang waktu setempat. Ia mengatakan bahwa dia mau transfer 400 ribu NTD ke rekening seseorang di Swiss.

Namun, karena jumlahnya cukup besar, apalagi transfer ke luar negeri, pegawai bank curiga dia telah ditipu.

Oleh karena itu, dia membujuknya untuk tidak mentransfer, tetapi dia bersikeras dan mengatakan bahwa dia kenal dengan pemilik rekening, jadi dia harus mentransfer uang untuk membantu. Pegawai bank menjadi tak berdaya itu, akhirnya berusaha mengulur waktu sambil menunggu kedatangan polisi untuk menanganinya.

Petugas polisi segera meluncur ke lokasi setelah menerima laporan dari pegawai bank. Awalnya wanita itu sangat tidak senang dengan perhatian dan dicerca dengan pertanyaan.

[2]

Bahakan, semua pertanyaan itu tidak dijawabnya, ia malah berkata ketus pada polisi : “Anda tidak perlu memberikan perhatian seperti itu, menurut Anda, apa saya terlihat seperti orang idiot?”

Kemudian, polisi mengatakan bahwa dari isi pesan LINE wanita tersebut memang itu adalah kelompok penipu, tetapi wanita itu justru berbalik menyanggahnya. “Justru Anda lebih mirip kelompok penipu,” katanya pada polisi.

Karena tak tahan dicerca terus oleh polisi, akhirnya wanita itu mengatakan terus terang bahwa dia berkenalan dengan seorang pria bernama Joseph melalui aplikasi LINE. Pria itu mengatakan bahwa dia adalah seorang jenderal bintang empat Amerika yang ditugaskan di wilayah perang Afghanistan.

Joseph mengatakan bahwa dia membutuhkan biaya pengacara untuk mengajukan pensiun, namun, dia tidak bisa mengambil uangnya karena berada di wilayah padang pasir, jadi meminta wanita itu mentransfer dulu sejumlah uang ke rekening yang ditunjuknya, dan dia akan segera ke Taiwan untuk mengembalikan uangnya setelah pengajuan pensiunnya selesai dan tinggal bersamanya di Taiwan.

Untuk membuktikan bahwa pria bernam Joseph itu tidak berbohong, wanita itu menuturkan bahwa sehari-hari mereka mengobrol panjang lebar. Meskipun tidak nyambung dengan bahasa masing-masing, tapi mereka bisa mengobrol melalui terjemahan Google, dan mereka juga berbicara melalui video call.

Wanita itu juga mengatakan sudah melihat atasan Joseph secara langsung, jadi Joseph bukan pria penipu menurutnya.

Namun, dari isi percakapan LINE wanita itu, polisi menemukan bahwa pria itu menggunakan karakter China tradisional (Taiwan) disertai dengan karakter yang disederhanakan (Tiongkok), jadi mereka menyimpulkan bahwa pria itu adalah kelompok penipu.

[3]

Selain itu, setelah ditelusuri lebih lanjut, polisi juga menemukan bahwa wanita itu sebelumnya juga pernah ingin mentransfer 110 ribu NTD pada Joseph Setember tahun lalu. Namun dicegah oleh polisi setempat. Dan tak disangka, wanita itu masih belum sadar juga, tetap bersikeras ingin mengirimkan 400.000 NTD kepadanya.

Untungnya, setelah polisi menggunakan taktik mengulur waktu, dan terus membujuknya dengan susah payah, sampai bank tutup, wanita itu akhirnya mengatakan tidak akan mentransfer lagi, sehingga polisi itu dapat pergi dengan tenang.

Memang sekarang dapat mencegahnya untuk sementara, tetapi sulit untuk memastikan apakah wanita bermarga Zeng itu tidak akan mentransfer uang di lain kesempatan.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: