- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Sama-sama Makan Tiga Kali Sehari, Tapi Mengapa Ada yang Sehat, Ada yang Sakit? Cermati Kebiasaan Makan Berikut Ini!

Erabaru.net. Umumnya kita makan tiga kali sehari, namun, mengapa ada yang sehat, ada yang sakit, juga ada yang gemuk dan kurus, padahal sama-sama tiga kali makan sehari dengan bahan makanan pokok yang sama.

He Yu-min, seorang ahli onkologi terkemuka di Taiwan, mengatakan bahwa hampir setiap bagian dari tubuh kita memiliki “racun”.

Menurut laporan, seorang ahli pembersih tubuh dari Ukraina membersihkan hingga 3 hingga 25 kilogram limbah beracun dari tubuh manusia. Dan banyak dari racun-racun ini adalah akibat dari makanan sehari-hari.

Studi lain juga menemukan, bahwa makanan menyumbang 35% hingga 40% dari risiko kanker. Selain itu, penyakit kronis seperti diabetes, hiperlipidemia, dan hipertensi juga berkaitan erat dengan makana yang dikonsumsi sehari-hari.

[1]

Mari simak sejenak kebiasaan makan yang buruk ini, berapa banyak di antaranya juga merupakan kebiasaan Anda sehari-hari ?

01. Suka makan daging olahan

Ciri khas daging olahan adalah mengandung garam yang relatif tinggi, termasuk: bacon, sosis, mie saus Bolognese dan semacamnya.

Terlalu banyak makan garam bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, stroke, penyakit jantung koroner, dan kanker lambung. Tekanan darah yang meningkat adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular, dan sekitar 49% penyebab utama penyakit jantung adalah tekanan darah tinggi.

[2]

02. Sering mengonsumsi makanan sisa

Tidak sedikit pasien yang terlihat di unit gawat darurat adalah mereka yang menderita penyakit pencernaan karena mengonsmsi makanan sisa. Gejala ringan berupa pusing, atau muntah dan diare jika gejalanya berat.

Dihimbau jangan pernah menganggap sisa makanan itu sebagai pusaka, selain tidak bergizi, juga akan menyebabkan kanker. Sisa makanan yang disimpan terlalu lama akan menghasilkan nitrit karena pengaruh bakteri, yang dapat menyebabkan karsinogen yang kuat yakni nitrosamin setelah dikonsumsi.

Karena itu, hindari makanan sisa dan sisa makanan juga tidak boleh dipanaskan secara berulang, sekali lagi dihimbau jangan makan sisa makanan untuk waktu yang lama.

03. Suka makanan dengan citarasa tajam

Makan asin, makan pedas, banyak orang suka dengan citarasa yang tajam! Tetapi jangan lupa, ketika lidah Anda merasa nyaman dan nikmat, sebaliknya tubuh Anda mungkin tidak akan merasa nyaman!

Makanan beraroma berat/tajam umumnya terlalu banyak bumbu seperti cabai, lada, gula dan sejenisnya. Jika terlalu sering menyantap makanan seperti ini akan membuat usus – lambung teriritasi oleh pedas, asin dan minyak yang berlebihan, yang rentan menyebabkan ketidak-nyamanan fisik. Selain itu juga dapat menyebabkan penambahan berat badan, dislipidemia dan konsekuensi lainnya, yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, perlemakan hati, diabetes dan penyakit lainnya.

04. Kebiasaan makan makanan panas

Orang-orang sering bilang ‘makanlah selagi panas”, padahal makan makanan terlalu panas sangat berbahaya bagi kerongkongan.

Esofagus atau kerongkongan kita terdiri dari mukosa muskularis, yakni selapisan tipis otot polos. Makanan yang terlalu panas melewati esofagus, yang akan menyebabkan kerongkongan panas terbakar dan distimulasi berulang. Dalam jangka panjang, rentan memicu terjadinya kanker kerongkongan.

[3]

05. Makanan dengan minyak berlebihan

Terlalu banyak makan makanan berminyak, yang menjadi korbannya adalah diri Anda sendiri!

Sering mengonsumsi makanan dengan kandungan minyak berlebihan, menyebabkan asupan lemak jenuh yang berlebihan, kalori tinggi, dan mengakibatkan peningkatan kolesterol dalam darah, mempercepat penyempitan pembuluh darah, yang tentu saja tidak baik bagi kesehatan !

06. Makan tidak teratur

Tiga kali makan tidak teratur, berdampak buruk pada lambung !

Tidak makan sama sekali, atau berlebihan sekali makan, dapat mengganggu jam biologis pada pencernaan gastrointestinal/usus-lambung.

Ketika tidak sarapan atau kelaparan, asam lambung dan pencernaan lainnya tidak dinetralkan oleh makanan, sehingga asam lambung dapat mengikis dinding lambung. Selain itu juga infeksi bakteri Helicobacter pylori dapat menyebabkan gastritis akut dan kronis, tukak lambung dan duodenum/usus dua belas jari serta penyakit lainnya.

Selain itu, kebiasaan makan yang tidak teratur juga dapat membuat kurangnya stimulasi yang efektif pada kandung empedu. Lama kelamaan, dapat menyebabkan empedu menetap di kantong empedu yang selanjutnya membentuk batu empedu.

07. Tidak suka makan buah dan sayuran

Sayuran dan buah-buahan mengandung serat makanan, yang dapat meningkatkan peristaltik usus, meningkatkan metabolisme, mengeluarkan zat-zat berbahaya dari dalam tubuh. Jika selalu tidak mengonsumsi sayur dan buah-buahan, dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

Untuk memastikan kebutuhan tubuh Anda, sebaiknya makanlah lebih dari 400 gram sayuran sehari.

[4]

08. Makan berlebihan

Makan terlalu banyak dan kombinasi makanan yang berlebihan, dapat menyebabkan beban yang berat pada lambung dan usus.

Banyak orang yang terjangkit penyakit pencernaan karena makan “sesukanya” tanpa takaran yang pas. Dan makan terlalu kenyang juga mudah menyebabkan kelebihan nutrisi, sehingga sangat mudah mengalami obesitas.

Penuaan organ hati pada orang-orang gemuk sangat signifikan. Secara rata-rata, setiap peningkatan 10 pada indeks massa tubuh, maka “usia” organ hati akan berkurang 3,3 tahun.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: