Erabaru.net. Ada sebuah cerita seperti ini : Suatu hari, seseorang bertanya kepada seorang pria tua, mana yang lebih penting antara Matahari dan Bulan?

Pria tua itu berpikir lama sekali, baru menawab: “Bulan, Bulan lebih penting.”

“Mengapa?”

“Karena Bulan bersinar di malam hari, itu adalah saat kita paling membutuhkan cahaya, sedangkan siang hari sudah cukup cerah, tetapi Matahari justru bersinar pada saat itu.”

Anda mungkin menertawakan pria tua itu, tetapi tidakkah Anda berpikir bahwa banyak orang seperti ini?

Anda tidak merasakan apa-apa pada orang yang setiap hari merawatmu. Namun, jika orang lain yang hanya sekali membantumu, Anda langsung berpikir bahwa orang itu baik.

Orangtua dan keluargamu selalu berkorban untukmu, dan kamu anggap itu adalah hal yang wajar, bahkan terkadang kamu merasa mereka hanya bikin jengkel saja, tetapi Anda akan sangat berterima kasih jika orang luar melakukan hal serupa pun hanya sekali.

Bukankah ini sama dengan “berterima kasih kepada Bulan, menyangkal kehadiran Matahari”?

Seorang gadis bertengkar hebat dengan ibunya, dan dia pun langsung pergi dari rumah! Sepanjang hari dia berkeliaran di luar tanpa tujuan, tiba-tiba dia merasa lapar, celakanya dia tidak membawa uang, dan merasa malu kalau harus pulang untuk makan.

Hari mulai gelap, dia tiba dia melewati sebuah kedai mie dan samar-samar mencium aroma harum. Saat itu, dia benar-benar ingin makan mie, tetapi karena tak punya uang, jadi hanya menciumi aromanya sambil menelan ludah.

Tiba-tiba, pemilik kedai mie bertanya dengan ramah, :“Neng, mau makan mie?”

“Ng!” Sahutnya malu-malu. “Tapi saya tidak membawa uang.”

“Haha, tidak apa-apa, anggap saja saya yang traktir!” Kata pemilik kedai sambil tertawa.

Gadis itu nyaris tak percaya mendengarnya. Dia pun duduk, tak lama kemudian, mie-nya pun diantar ke mejanya. Dia makan dengan lahap dan berkata, :”Pak, Anda benar-benar baik!”

“Oh? kenapa begitu?” Tanya pemilik kedai ingin tahu.

“Kita tidak saling kenal, tetapi Anda begitu baik pada saya, tidak seperti ibu saya, tidak mengerti sama sekali kebutuhan dan pikiran saya, benar-benar bikin kesal !” ujar si gadis.

Penjual mie tertawa, dan berkata : “Haha, saya hanya memberimu semangkuk mie, kamu sudah sangat berterima kasih, lalu ibumu yang telah memasak selama puluhan tahun untukmu, bukankah kamu harus lebih berterima kasih lagi padanya?”

Mendengar perkataan penjual mie, gadis itu tiba-tiba tersadar seketika, dan air matanya pun berlinang ! Detik itu juga dia pun segera pulang tanpa peduli lagi dengan mie yang belum habis dia makan.

Baru sampai di gang depan rumah, gadis itu melihat ibunya dari kejauhan, memandang ke sekeliling dengan cemas.

Melihat kecemasan ibunya, perasaannya tak menentu, sedih dan merasa bersalah. Dia ingin minta maaf pada ibunya, tetapi sebelum sempat membuka mulut, dia melihat ibunya berjalan ke arahnya.

“Aduh nak! Kemana saja kamu sepanjang hari ini ? bikin ibu cemas saja! Ayo masuk dan cuci dulu tanganmu dulu sebelum makan malam, ” kata ibunya lembut.

Malam itu, gadis tersebut baru menyadari cinta kasih ibunya.

Ketika Matahari selalu ada di sana, orang-orang lupa dengan cahaya yang diberikannya. Ketika orang-orang yang dicintai selalu ada, orang itu pun lupa dengan kehangatan yang mereka berikan, karena menurutnya siang hari sudah cukup terang, jadi tidak perlu Matahari

Semoga setiap orang dari kita tahu mana yang lebih penting antara Matahari dan Bulan.

Belajarlah untuk bersyukur! Anda bersyukur pada hidup, hidup akan memberi Anda sinar Matahari yang cerah, Anda berkeluh kesah dan menyalahkan orang lain, maka Anda mungkin akan berakhir tanpa apa-apa, bukankah begitu ?

Terima kasih kepada Bulan, terlebih lagi kepada Matahari.(yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular