- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Seruan Mereformasi Situs Komunitas yang Menyiarkan ‘Live’ Kekerasan

Erabaru.net.Penembakan brutal di Masjid Selandia Baru, Jumat (15/7/2019) disiarakan oleh pelaku secara langsung melalui platform media sosial. Aksi memicu perhatian secara seksama mengenai keberadaan platfrom medsos yang digunakan mengumbar konten kekerasan.

Rekaman Livestream dari salah satu penembakan telah  beredar di media sosial. Video ini menunjukkan saat-saat ketika penembak melaju ke satu masjid, berjalan masuk dan mulai menembaki orang secara membabibuta. Kamera tampaknya diikat ke kepala pria bersenjata itu. Keaslian rekaman belum dikonfirmasi.

“Ini sangat mengganggu. Seharusnya tidak berada dalam domain publik,” kata Kepala Kepolisi Selandia Baru, Mike Bush mengenai video yang beredar.

Polisi  mendesak orang-orang menghindari membagi rekaman dan membantu melaporkan video apa pun kepada pihak berwenang sehingga mereka dapat menghapusnya. Polisi Selandia Baru segera meminta Facebook dan media sosial lainnya untuk segera memblokir rekaman itu

“Kami sangat mendesak agar tautan tersebut tidak dibagikan. Kami sedang berusaha untuk menghapus rekaman apa pun, ” katanya.

Namun, meskipun situs media sosial termasuk Facebook, Instagram, dan YouTube telah mencoba untuk menghapus pesan-pesan ini, masih ada sejumlah besar video dan informasi yang telah diunduh dan diunggah oleh warganet. Banyak media juga berbagi ini di situs web berita atau situs jejaring sosial.

Kolumnis media Washington Post, Margaret Sullivan mengatakan bahwa selama bertahun-tahun platform jejaring sosial telah berfokus pada memaksimalkan pendapatan, tetapi mengabaikan keamanan tentang melindungi situs web dan pengiriman pesan, menyebabkan ketidakmampuan platform situs web untuk mengirim dan melindungi informasi.

Luasnya penyebaran pesan kekerasan semacam ini selain memberikan peluang untuk menumbuhkan kebencian yang tak terbatas, lebih parah lagi menarik orang lain untuk meniru yang mana dapat menimbulkan lebih banyak bahaya.

Komentar The New York Times menyebutkan bahwa adalah tidak adil jika melimpahkan kesalahan kepada platform internet yang mencoba untuk menghapus pesan-pesan kekerasan ini, tetapi juga fakta yang tak terbantahkan bahwa desain platform Internet memang menciptakan dan memperkuat keyakinan ekstremis.

Menurut komentar itu bahwa algoritma data besar dari platform web dapat dengan mudah mengarahkan pengguna untuk menautkan ke konten pesan yang lebih tajam.

Platform Internet belum menerapkan kebijakan yang berkaitan dengan isu kebencian, dan tidak mungkin menghapus sepenuhnya informasi semacam ini.

Warganet ekstrimis lambat laun menjadi hal yang biasa, dan mereka terus mengumpulkan dan memperkuat pikiran ekstrem mereka melalui Internet. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :