Epochtimes.com

Chen Kunsheng, yang lulus dari Universitas Zhongxing, dapat dikatakan merupakan salah satu perintis pertanian organik Taiwan. Sebenarnya selama studi ia mengambil jurusan peternakan, tapi setelah meminum jus murbei (mulberry) yang dibuat oleh tetangganya, di saat itu juga ia memutuskan untuk tidak memelihara ayam lagi dan berganti haluan menanam murbei.

Sejak saat itu kehidupan Chen tidak bisa dipisahkan lagi dengan murbei dan sejak awal ia sudah memilih untuk tidak menggunakan pestisida, pupuk kimia dan herbisida dalam penanaman murbei organik, serta membuat Jus dan selai alamiah tanpa bahan kimia.

Kebun Murbei Chen terletak di Zona Khusus Organik Taikang, Tainan (Taiwan selatan), mencakup area seluas 1,7 hektar dan merupakan taman murbei terbesar di Taiwan.

Selama panen, buah murbei tidak matang serentak, buahnya ada yang berwarna hitam, juga merah (belum matang) tergantung di pohon, oleh karena itu, perlu mata tajam dan tangan yang trampil ketika panen dan hanya memetik buah matang yang berwarna hitam saja.

Cara panen semacam ini cukup padat karya dan tidak dapat diganti dengan mesin, hanya mengandalkan tenaga kerja manusia. Beruntung setiap tahun hanya berproduksi sebulan saja, sehingga tidak terlalu memboroskan tenaga manual.

Muerbei organik

Tetapi gulma bisa jauh lebih menyusahkan daripada pemanenan karena ia tumbuh liar sepanjang tahun.

Saat ini, metode pertanian yang umum digunakan sebenarnya menggunakan herbisida, penyiangan dengan herbisida menghemat tenaga kerja dan uang, tetapi itu akan membebani serius lingkungan alam, itu sebabnya metode penyiangan Chen mengadopsi metode pertanian alami yang dapat menjaga keseimbangan ekologis yakni: penyiangan secara manual atau dengan mesin pemotong.

Secara umum, mesin pemotong lebih menghemat tenaga kerja, tetapi karena usai penyiangan, akar-akar gulma itu masih tetap berada di dalam tanah dan akan tumbuh sangat cepat jika hujan tiba; sedangkan penyiangan dengan manual, akar akan ditarik keluar semua dan gulma tumbuh lebih perlahan, tetapi sangat padat karya.

Chen Kunsheng hanya menggunakan buah-buahan yang ia tanam. Selama pemrosesan, tidak ada bahan pengawet, rempah-rempah, dan pigmen yang ditambahkan. (tangkapan layar video)

Karena murbei segar tidak mudah dijual dan mudah rusak, maka harus melalui metode pengolahan sebagai kelanjutan dari produksi. Untuk memastikan kualitas, dari produksi hingga pemrosesan, Chen melakukan operasi seekor naga yakni, dari awal hingga akhir produksi dilakukan pada 1 rangkaian kerja.

Ia  hanya menggunakan buah yang ditanam sendiri, dan selama pemrosesan, mutlak tidak pernah menambahkan bahan pengawet, wewangian, ataupun zat pewarna.

Pemilihan gula, Chen Kunsheng juga memiliki standard: “Saya pribadi yang memilih gula dan dibutuhkan waktu yang lama, rasa apakah yang lebih baik, akhirnya memilih gula batu yang bersifat paling stabil, tetapi gula batu di pasaran semuanya memakai pemutih. Untuk membuat gula batu tanpa pemutih, saya Langsung pesan pada produsen yang membuat gula batu untuk membuat seluruh batch 500 kilogram gula batu tanpa pemutih, demikianlah gula batu tanpa pemutih dilahirkan. “

Chen Kunsheng hanya menggunakan buah-buahan yang ia tanam. Selama pemrosesan, tidak ada bahan pengawet, rempah-rempah, dan pigmen yang ditambahkan. (tangkapan layar video)

Selain itu, pengisian (dalam keadaan) panas yang telah umum digunakan sekarang ini, juga merupakan metode yang dikembangkan Chen Kunsheng setelah satu tahun percobaan. Ia memecahkan masalah produk olahan botol, meski tanpa bahan pengawet juga dapat disimpan dalam jangka panjang. Prinsip ini persis dengan prinsip pengalengan yang ia pelajari di jurusan peternakan universitas.

Meskipun keuntungannya tipis, namun Chen Kunsheng mengatakan bahwa demi pelestarian lingkungan dan demi kesehatan, maka perlu mengabaikan modal, karena metode pertanian alami bermanfaat bagi tanah, dan metode pertanian seperti itulah yang dapat menjaga keseimbangan ekologi. (Hui/whs/asr)

Share

Video Popular