Erabaru.net. Warga di ibukota Filipina, Metro Manila, harus mengantre untuk mendapatkan jatah air. Ini dilakukan selama lebih dari seminggu terakhir.

Melansir dari Bloomberg dan news.abs-cbn.com, pada Kamis (14/3/2019) warga mengantre dengan menenteng ember atau membawa penampungan air. Warga menunggu jatahnya dengan truk pengangkut air yang diterjunkan untuk menyuplai pasokan air kepada warga, rumah sakit dan sekolah.

Cuitan di medsos malah menyebutkan beberapa warga yang tinggal di kondominium terpaksa mengambil air dari kolam renang.

Laporan Bloomberg, Rabu (13/3/2019) menyebutkan lebih dari 50.000 rumah tangga terkena dampak. Pemutusan saluran ini menyebabkan separuh wilayah ibu kota, Manila, menderita kekurangan pasokan air.

Warga mengantre untuk mendapatkan pasokan air (DZMM)

Sejumlah pejabat seperti ditulis ABS-CBN merekomendasikan deklarasi keadaan bencana di Mandaluyong, sebuah kota yang terletak di Metro Manila, karena kekurangan air yang telah membawa kesengsaraan bagi ribuan penduduk. Resolusi ini diteruskan kepada Walikota Mandaluyong, Carmelita Abalos ke dewan kota.

Bisnis Kehilangan Penghasilan

Dampak kekurangan pasokan air membuat sejumlah usaha laundry terhenti. Laporan media Filipina menyebutkan, setumpuk cucian masih tergeletak di lantai. Bahkan sejumlah karyawan binatu di Kota Mandaluyong hanya terlihat mengobrol sambil menonton TV.

Di salon terdekat, karyawan yang menganggur hanya bisa memotong rambut, sambil tetap menghemat air murni dalam botol semprotan mereka. Pasokan air yang rendah menyebabkan tidak ada layanan kramas, rebonding, warna rambut, dan spa kaki.

Warga mengantre untuk mendapatkan pasokan air di Manila (DZMM)

Sementara itu beberapa restoran menggunakan piring dan peralatan sekali pakai atau membungkus piring mereka dengan plastik. Dampaknya adanya kenaikan per porsi makanan di beberapa restoran.

Namun, Kepala Departemen Manajemen Lingkungan Kota Mandaluyong,  Emmanuel “Sonny” Oblea mengatakan sampah sekali pakai dari rumah makan menambah hingga 1.200 meter kubik sampah harian di Mandaluyong sejak kekurangan air dimulai pada kamis (7/3/2019) lalu.  

Bahkan bisnis besar memiliki kesulitan yang sama. Misalnya, sebuah mall tidak menyediakan sejumlah fasilitas  termasuk layanan toilet. Penyewa EDSA Central Mall di Mandaluyong  misalnya hanya diberi pasokan air selama satu jam untuk sarapan, makan siang dan makan malam untuk mencuci cepat dan kegiatan kebersihan lainnya.

Manila Water mengatakan tidak dapat menetapkan kapan air akan dialirkan kepada 52.000 rumah tangga yang terkena dampak dari pemutusan air terbaru.

Administrator Metropolitan Waterworks and Sewerage System (MWSS) Reynaldo Velasco mengatakan Maynilad dan Manila Water telah sepakat untuk berbagi sumber daya untuk mengatasi kekurangan air pada saat ini. 

Pusat perbelanjaan yang turut dilanda krisis Air (DZMM)

Sebelumnya, Manila Water yang  melayani zona timur ibu kota, telah memutuskan pasokan di beberapa daerah di Metro Manila dan daerah sekitarnya ketika level air di dam La Mesa merosot karena dilanda kemarau dan tingginya permintaan.

Manila Water, yang dikendalikan oleh Ayala Corp, berupaya memanfaatkan 32 juta liter sehari dari Maynilad Water Services Inc., yang memasok separuh bagian lain dari ibukota, untuk membantu mengatasi kekurangan harian 140 juta liter.

Pihak Maynilad Water mengatakan pasokan lebih banyak dari sumber utama yaitu Bendungan Angat dan memiliki fasilitas perawatan baru. Maynilad  menyatakan pihaknya mencari sumber air baru untuk mempertahankan pasokan.  (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular