Ottawa — Kanada belajar banyak tentang bagaimana cara melindungi demokrasi dan pemilihan umum dari campur tangan asing, dalam misi militer di Irak dan Ukraina. Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland, mengatakan pengalaman itu terutama diperoleh ketika membantu Ukraina dalam menghadapi perselisihan dan konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.

Freeland menggambarkan Ukraina sebagai ‘laboratorium’ untuk kampanye disinformasi Rusia di dunia maya. Pernyataan itu disampaikan ketika Dia dan Menteri Pertahanan Harjit Sajjan mengumumkan pada Senin (18/3/2019) waktu setempat, bahwa Kanada memperpanjang misi militernya di negara Eropa timur dan Timur Tengah itu. Kedua komitmen, seharusnya akan berakhir pada akhir bulan Maret 2019.

Perpanjangan misi menopang kontribusi Kanada pada upaya untuk mengekang agresi Rusia di Eropa Timur dan untuk memerangi teroris di Timur Tengah.

Ukraina sedang bersiap-siap untuk melawan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden mendatang, yang akan digelar pada 31 Maret 2019. Freeland mengatakan ancaman itu berimplikasi pada pemilihan federal Kanada sendiri, pada akhir 2019.

“Kita perlu khawatir tentang pelaku memfitnah yang ingin ikut campur dalam pemilihan di Ukraina dan berusaha untuk ikut campur dalam pemilihan umum kita sendiri. Itu semakin menjadi alasan bagi kami untuk sangat aktif dalam menghadapi ancaman ini. Ukraina cenderung menjadi laboratorium untuk intervensi dan disinformasi yang ganas,” beber Chrystia Freeland.

Kanada berkomitmen untuk membantu Ukraina dan negara-negara tetangganya, melawan ancaman dunia maya dari Moskow, serta kampanye disinformasi yang lebih luas, kata menteri Freeland.

“Kami banyak membantu mereka. Akan tetapi saya akan memberi tahu Anda, bahwa kami belajar banyak dari mereka.”

Misi yang berkekuatan sekitar 200 personel militer Kanada di Ukraina akan diperpanjang hingga akhir Maret 2022.

Anggota militer itu telah terlibat di Ukraina sejak September 2015. Mereka membantu melatih militer negara itu, yang memerangi pasukan separatis yang didukung oleh Rusia di timur Ukraina.

Keputusan untuk memperpanjang komitmen Kanada disambut baik di Ukraina karena mereka masih terus mengatasi aneksasi Rusia atas wilayah Krimea selatan pada 2014. Demikian juga dengan kerusuhan yang berkelanjutan di wilayah Donbass timur, yang terganggu oleh pemberontakan pro-Rusia.

Duta Besar Ukraina untuk Kanada, Andriy Shevchenko mengatakan serangan cyber oleh Rusia telah menjadi kejadian sehari-hari saat pemilihan umum semakin dekat.

“Ada serangan cyber konstan pada objek-objek infrastruktur kritis Ukraina. Kami melihat serangan cyber besar-besaran pada infrastruktur digital pemilu kami, dan sektor media kami,” kata Dubes Shevchenko dalam sebuah wawancara.

Shevchenko mengatakan negaranya seperti sebuah bengkel di mana mereka dapat melihat secara real time, bagaimana negara tetangganya selalu mencoba untuk mengganggu pemilihan umum mereka.

“Kanada telah melatih hampir 11.000 personel militer Ukraina, dengan teknik yang telah membantu menyelamatkan banyak nyawa di garis depan konflik dengan Rusia,” lanjut sang Dubes.

Shevchenko mengatakan komitmen militer Kanada terhadap negaranya menunjukkan kepemimpinan global. Dia juga mengutip kontribusi Kanada dari pemantau pemilu dan pengenaan sanksi tambahan pada hari Jumat lalu terhadap 129 orang, perusahaan dan organisasi atas perlakuan Rusia terhadap Ukraina. Kanada mengatakan langkah-langkah itu merupakan tanggapan terhadap pendudukan yang sedang berlangsung di Krimea dan penangkapan Rusia atas 24 pelaut Ukraina di Laut Hitam November 2018 lalu.

Mantan menteri urusan luar negeri Lloyd Axworthy memimpin delegasi pemantau pemilu Kanada ke Ukraina.

Kanada juga akan menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang ekonomi Ukraina dan reformasi politik pada bulan Juli yang akan mencakup menteri luar negeri dari Uni Eropa, negara-negara G7 dan NATO.

Kanada memiliki sekitar 500 tentara yang memimpin kelompok pertempuran NATO di Latvia, bagian dari upaya aliansi yang lebih luas untuk mencegah Rusia di sepanjang sisi timur Eropa.

“Agar sistem pertahanan dan pencegahan bekerja, kita perlu memastikan bahwa Rusia tahu apa kemampuan kita. Begitulah cara pencegahannya,” kata Sajjan. “Sangat penting untuk mengirim sekutu NATO kami pesan yang sangat kuat, bahwa kami akan ada untuk mereka, tetapi juga untuk mengirim pesan yang sangat kuat ke Rusia.”

Kanada juga akan memperluas kontribusi Militer Kanada ke Koalisi Global Melawan Daesh (Global Coalition Against Daesh) dan misi NATO di Irak, hingga akhir Maret 2021.

Kanada memiliki sekitar 500 anggota militer di Irak, termasuk 200 personil yang merupakan bagian dari misi pelatihan NATO, dan 120 pasukan khusus yang telah membantu pasukan Irak mengusir pemberontak Negara Islam (ISIS) di kawasan utara kota Mosul.

Misi itu adalah bagian dari strategi Timur Tengah Kanada yang lebih besar, yang juga mencakup bantuan kemanusiaan dan keterlibatan diplomatik di Irak, Suriah, dan wilayah sekitarnya. (The Canadian Press/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular