Erabaru.net- Litbang kompas merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019. Hasil survei ini dirilis menjelang sebulan pilpres digelar.

Angka-angka terbaru yang dirilis menunjukkan terjadi selisih tipis dibandingkan survei digelar Oktober 2018 lalu. Survei ini menunjukkan elektabilitas  01 dan 02 menipis 11,8%.

Melansir dari Harian Kompas, Rabu (20/3/2019), paslon nomor urut 01, Jokwi-Ma’ruf Amin dengan elektabilitas 49,2%. Sementara paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan elektabilitas 37,4%.

Litbang Kompas menggelar survei pada 22 Februari-5 Maret 2019. Koresponden yang dilibatkan sebanyak 2.000 responden secara acak. Survei digelar dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.

Survei litbang Kompas menunjukkan Jokowi Unggul di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 61,6 persen, sementara Prabowo-Sandi meraih 18,4 persen.

Sedangkan di Jawa Timur, elektabilitas pasangan Jokowi-Amin mencapai 57,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 27,8 persen.

Adapun survei di Jawa Barat dan Banten, Jokowi-Ma’ruf 42,1 persen dan Prabowo-Sandi 47,7 persen. Sedangkan di Jakarta, Prabowo-Sandi  47,5 persen dan Jokowi-Amin 36,3 persen.

Secara total di Pulau Jawa menunjukkan Jokowi-Ma’ruf 51,3 persen dan Prabowo-Sandi 34,0 persen

Paslon Prabowo-Sandi unggul di Sumatera. Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf 37,0 persen dan Prabowo-Sandi 50,5 persen.

Adapun di Kalimantan Jokowi-Ma’ruf 51,6 persen dan Prabowo-Sandi 35,5 persen.

Survei di  Sulawesi menunjukkan Jokowi-Ma’ruf 45,0 persen dan Prabowo-Sandi 41,4 persen.

Elektabilitas di NTB-NTT-Bali, Jokowi-Ma’ruf 68,5 persen dan Prabowo-Sandi 25,0 persen. Di Maluku dan Papua: Jokowi-Ma’ruf 59,4 persen dan Prabowo-Sandi 31,3 persen.

Pada Oktober 2018 lalu, Litbang Kompas merilis elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan elektabilitas 52,6 persen dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 32,7 persen.

Survei sebelumnya digelar pada 24 September-5 Oktober 2018. Survei ini mencantumkan pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 14,7 persen.

Survei tahun lalu dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Metode ini menunjukkan  tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,8 persen. (asr)

Share

Video Popular