Erabaru.net. Setiap orang akan menerima cobaan dalan sepanjang hidup mereka. Beberapa mungkin diuji dengan kemiskinan, penyakit atau kesedihan tetapi bayangkan jika Anda diuji dengan tiga ujian ini secara bersamaan seperti bayi kecil yang malang ini. Pada usia delapan bulan, dia sudah kehilangan kedua orangtuanya dan sekarang menderita penyakit kronis.

Sun Menghan baru berusia delapan bulan tetapi bayi kecil ini telah menjalani enam operasi. Sayangnya, tidak ada operasi yang berhasil.

Menghan sekarang berjuang untuk hidupnya sendiri tanpa orangtuanya di sisinya.

Mereka meninggalkannya setelah mengetahui tagihan medisnya bisa tinggi

Menurut Daily Mail, bayi dari Tiongkok ini didiagnosis menderita atresia bilier kongenital, suatu kondisi di mana hatinya gagal berfungsi secara normal karena saluran empedu yang meradang dan tersumbat.

Orangtuanya memutuskan untuk meninggalkannya tanpa ragu-ragu ketika para dokter memberi tahu mereka bahwa perawatan medis bisa mahal. Setelah mendengar berita itu, mereka memberi tahu para dokter untuk menghentikan perawatan Menghan pada Januari.

Dia baru berusia tiga bulan saat itu

Tepat sebelum mereka meninggalkan bayi malang itu, ibu Menghan memberi tahu para dokter bahwa mereka lebih baik untuk mengurus anaknya yang lain daripada menghabiskan uang untuk perawatan Menghan karena tidak ada jaminan apakah dia dapat pulih dari penyakit atau tidak.

Namun, kakek-nenek Menghan belum menyerah padanya dan mereka mencoba yang terbaik untuk menyelamatkannya

Setelah bayi itu ditinggalkan oleh orangtuanya sendiri, Menghan kemudian dikirim ke kakek-neneknya untuk dirawat di Provinsi Xinjiang yang terpencil di Tiongkok barat. Sun Sitao, kakek Menghan mengatakan bahwa keluarganya awalnya berasal dari Provinsi Anhui yang terletak di Tiongkok timur tetapi mereka kemudian pindah ke Xinjiang untuk bekerja.

Sun yang bekerja sebagai petani berusaha sekuat tenaga menabung untuk cucunya agar terus menerima perawatan di rumah sakit.

Awalnya, Menghan memulai perawatannya di rumah sakit di sekitar Xinjiang tetapi kemudian, satu rumah sakit di Tianjin mengatakan kepada mereka bahwa mereka telah menemukan donor yang cocok untuk Menghan.

Menghan pertama kali menjalani operasi transplantasi hati pada 4 Juli tetapi operasi itu tidak berhasil karena tubuh Menghan menolak hati yang baru.

Dia kemudian menjalani dua operasi lagi pada 12 Juli dan 16 Juli.

Sun yang sangat kecewa mengatakan bahwa Menghan berada di bawah perawatan intensif setelah operasi terakhirnya yang berlangsung selama 11 jam. Dia lebih lanjut mengatakan bahwa dia kecewa dengan putranya dan menantunya yang merupakan orangtua Menghan karena meninggalkannya.

Hanya setelah Sun membuat beberapa panggilan kepada putranya ia muncul di rumah sakit untuk menandatangani formulir persetujuan untuk operasi Menghan karena ia masih menjadi wali sahnya.

Ayah Menghan bekerja di sebuah pabrik di Anhui dan penghasilan 2.000 yuan (sekitar Rp 4,2 juta rupiah) sementara ibunya adalah ibu rumah tangga penuh waktu dan menderita depresi.

Tidak seperti orangtuanya yang tidak bertanggung jawab, kakek nenek Menghan telah menghabiskan seluruh tabungan mereka untuk menyelamatkan bayi kecil itu. Berkat sumbangan dari masyarakat, mereka berhasil mengumpulkan lebih dari 500.000 yuan (sekitar Rp 1 miliar) sejauh ini.

Namun, Sun mengatakan bahwa keenam operasi itu menelan biaya lebih dari 500.000, tetapi dokter dan sukarelawan berjanji kepadanya dan istrinya bahwa mereka akan mencoba yang terbaik dengan kekuatan mereka untuk membantu anak itu.

Sun sangat berharap agar kondisi Menghan bisa segera stabil dan akhirnya bisa sembuh dari penyakitnya.

Kita hanya berharap semoga kakek Sun dan istrinya tetap kuat demi Menghan kecil. Kita juga berdoa agar dia segera pulih dari penyakit dan tumbuh sebagai gadis yang sehat.(yant)

Sumber: Goodtimes

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular