Erabaru.net. Sudah hampir 8 tahun lamanya pak Wang mengabdi di pabrik tempat kerjanya. Dia adalah seorang karyawan senior dan handal dalam bekerja. Bisa dikata lebih dari separuh karyawan di garis depan bagian produksi adalah hasil gemblengannya.

Meskipun dia berpendidika tidak tinggi, bos pernah mempromosikannya sebagai kepala bagian produksi, tetapi dia merasa tidak nyaman dengan tugas itu, tidak bebas dan leluasa beraktivitas, lagipula terlalu banyak menguras pikiran, jadi lebih baik sebagai karyawan biasa saja, katanya beralasan.

Kemudian, bos merekrut Liu Li, seorang sarjana yang memiliki dua tahun pengalaman manajemen. Sang bos menyuruh manajer produksi membimbingnya dulu selama dua bulan di bagian produksi, setelah itu baru diserahkan sepenuhnya ke tangannya.

Karena punya pengalaman sebelumnya, ditambah manajer produksi juga akan memberitahu hal-hal yang tidak dipahaminya, sehingga Liu Li bisa dengan cepat menguasai seluk beluk bagian produksi. Sebulan kemudian, dia menyerahkan formulir pengangkatan sebagai karyawan tetap pada bos.

Meskipun bos telah melihat formulirnya, tapi dia merasa waktu pengangkatannya terlalu cepat, namun, karena manajer telah menandatangani surat rekomendasi itu, sang bos jadi tidak enak pada sang manajer jika tidak menandatangani surat persetujuan tersebut.

Setelah pengangkatan resmi sebagai karyawan tetap, sang bos mengamatinya selama beberapa hari secara langsung, dan mendapati bahwa dia memang memiliki caranya sendiri dalam menangani sesuatu. Bos juga suka dengan kartakter seperti itu, sangat cocok sebagai manajemen dan ia pun menjadi tenang menyerahkan tugas itu kepada Liu Li.

Liu Li memiliki paras yang cantik, di bagian produksi yang dipenuhi dengan karyawan pria itu, semuanya mengerjakan tanpa banyak tanya apa yang Liu Li perintahkan, tetapi tidak termasuk pak Wang.

Sehubungan dengan hal ini, Liu Li selalu merasa tidak senang, dan telah beberapa kali membicarakannya dengan manajer. Namun, manajer merasa pak Wang memiliki posisi tertentu di pabrik, jadi ia menyarankan Liu Li untuk tidak mencampuri urusan pak Wang, cukup urus karyawan lainnya saja.

Pak Wang seringkali melawan perintahnya, jadi Liu Li tidak bisa menerima sikapnya begitu saja, namun, dia terpaksa bersabar, karena saran dari manajer.

Suatu hari, pak Wang menerima panggilan telepon dari rumahnya yang mengatakan bahwa putranya tiba-tiba jatuh sakit dan sekarang berada di rumah sakit. Tanpa izin Liu Li, pak Wang bergegas ke rumah sakit.

Kali ini, Liu Li memanfaatkan kesalahan pak Wang yang pergi tanpa izin, dan berulang kali melanggar peraturan perusahaan, serta tidak patuh pada atasan. Dia melapor kepada manajer dan secara pribadi membujuk sang manajer untuk menendang/memecat pak Wang. Jika tidak, karyawan lain nanti akan semakin sulit diurus.

Kebetulan selama beberapa hari itu, bos sedang tidak berada di tempat. Segala sesuatu di pabrik diserahkan kepada manajer. Karena terus provokasi Liu Li, manajer itu pun menyetujui permintaannya dan memecat pak Wang.

Namun, “murid-murid” pak Wang tidak terima pak Wang dipecat begitu saja, mereka protes dengan sengaja bekerja semaunya, akibatnya pesanan barang tidak selesai dalam waktu yang ditentukan.

Tiga hari kemudian, pelanggan langsung menelepon ke bos besar, mereka mengeluh dan komplain. Muka bos tampak masam dan segera pulang malam itu juga dari luar kota.

Setelah bos kembali, manajer melaporkan secara rinci dan jelas apa yang terjadi selama dia tidak berada di tempat.

Setelah mendengar laporan manajer, bosnya segera mengumpulkan semua staf untuk rapat, bos langsung menegur keras pada manajer dan Liu Li di depan semua orang, dan saat itu juga langsung memecat mereka berdua.

Keesokannya, sambil membawa oleh-oleh, bos ke rumah sakit menjenguk anaknya pak Wang. Dia meminta maaf kepada pak Wang dan memberitahu pak Wang bahwa manajer dan Liu Li telah dipecat. Bos berharap pak Wang kembali lagi dan membantunya di pabrik.

Pak Wang tersentuh dengan ketulusan bosnya, dan merasa tidak punya alasan untuk meninggalkan bos yang begitu baik, kemudian tanpa banyak tanya lagi ia mengangguk akan kembali ke pabrik.

Setelah pak Wang kembali ke pabrik, bagian produksi kembali beroperasi seperti sediakala. Kali ini, bos mengatakan bahwa ia harus bisa membujuk pak Wang agar bersedia mengelola bagian produksi.

Karena terus dibujuk oleh bosnya, pak Wang mau tidak mau harus menerima tawaran bosnya mengelola bagian produksi. Berkat kerjasama semuanya, tumpukan order yang sempat tertunda akhirnya bisa diselesaikan dalam beberapa hari.

Sejak itu, bos tidak pernah lagi merekrut manajer. Bos cukup berpesan pada pak Wang atas segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan di pabrik, dan memang tidak mengecewakannya, semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik dan lancar.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular