Simon Veazey-The Epochtimes

Erabaru.net. Seekor orangutan ditemukan dengan 74 peluru dari senapan angin di tubuhnya. Dia kini sedang dalam kondisi pemulihan setelah menjalani operasi patah tulang bahu.

Operasi ini dilakukan oleh Andreas Messikommer dari Swiss di fasilitas Program Konservasi Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, Minggu (17/3/2019). Tetapi orangutan yang bernama Hope tidak akan pernah melihat lagi.

Awalnya, Penduduk desa melihat kera berusia 30 tahun  terluka parah di bawah pohon nangka di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, pada Minggu (10/3) lalu. Menurut laporan setempat, dia ditemukan bersama dengan bayinya yang berumur satu bulan.

Bayinya Hope tidak mengalami cedera apa pun. Tetapi tidak dapat menyusui dari ibunya. Dia kemudian mati karena kekurangan gizi ketika ibunya menjalani serangkaian operasi. Tetapi Hope, sekarang perlahan membaik.

Orangutan adalah spesies hewan langka yang dilindungi. Tetapi ketika habitat hutan mereka menyusut di seluruh Indonesia, kera besar semakin didorong bertemu dengan manusia. Kadang-kadang dibunuh oleh petani atau pemilik tanah. Ini dikarenakan keberadaan hewan-hewan ini dinilai merusak pertanian mereka.

[Breaking News]While the vet team is keep looking after Orangutan 'Hope' and Brenda after the surgery, today at…

Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) 发布于 2019年3月21日周四

Kisah Hope dan masa-masa pemulihannya disoroti sejumlah media nasional dan internasional.

Selain luka tembak, Hope mengalami patah tulang yang serius di tangan dan kakinya. Hope diselamatkan oleh Yayasan Ekosistem Lestari-Sumatran Orangutan Conservasion Programme (YEL-SOCP).

Gambar-gambar X-ray menunjukkan tubuh Hope penuh dengan peluru senapan angin. Hanya tujuh peluru telah berhasil dikeluarkan.  Dokter berangsur-angsur memulihkan luka-lukanya dengan memprioritaskan anggota badan dan tulang selangka yang retak untuk menghindari risiko infeksi.

Sementara 67 peluru lainnya akan dikeluarkan dalam operasi selanjutnya.Tapi enam peluru yang mengenai matanya telah membuatnya buta. Dia tidak akan pernah bisa kembali ke alam liar.

“Menurut dokter hewan kami, Hope akan membutuhkan perawatan waktu yang lama dan perawatan pemulihan,” kata sebuah pernyataan dari SOCP setelah operasi empat jam.

[Breaking News]Today at Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) we conduct medical check to a critical…

Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) 发布于 2019年3月12日周二

“Terutama untuk rehabilitasi mentalnya karena kita tahu orangutan betina dewasa ini baru kehilangan bayinya ketika masih menyusui. Sayangnya, bayi itu menarik nafas terakhir dalam perjalanan ke pusat karantina kemarin, karena kondisi traumatis dan malnutrisi yang serius,” katanya.

Pusat konservasi juga berbagi gambar orangutan berusia 3 bulan, yang ditemukan dengan lengan patah.

Pusat konservasi mengatakan telah merawat lebih dari 15 orangutan dengan total hampir 500 peluru senapan udara dalam tubuh mereka selama 10 tahun terakhir.

Tidak jelas persis alasan mengapa Hope ditembak. Tahun lalu empat orang ditangkap atas pembunuhan orangutan yang ditembak sekitar 130 kali dengan senapan angin. Mereka mengatakan orangutan telah merusak perkebunan warga.

Tak hanya itu, Orangutan berisiko menghadapi pemburu liar dengan target mengambil bayinya sebagai hewan peliharaan. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular