Erabaru.net. Tidak dapat dipungkiri, yang namanya manusia itu pasti punya keinginan. Namun, jika berlebihan menuruti keinginan sendiri, maka Anda akan menjadi serakah.

Manusia hidup di dunia, di mana jika terlalu rakus, itu sama saja dengan menggali kuburan sendiri. Karena keinginan itu selalu tak pernah bisa terpuaskan. Orang yang tamak, tidak akan pernah disukai oleh kehidupan, di mana pun mereka berada.

Yakin banyak orang suka makan mie, bukan, begitu juga dengan saya, sangat suka dengan mie pasta kedelai.

Namun, beberapa waktu lalu, ada pemandangan yang terkesan konyol ketika seorang pria akan membayar mie favorit yang dinikmatinya di sebuah kedai mie. Apa gerangan yang terjadi sebenarnya ?

Ternyata, sebelum memesan mie favoritnya, pria itu melihat/membaca keterangan yang ditempel di dinding sebelah meja makannya : Mangkuk besar Rp 5.000 dan Rp. 15.000 untuk semangkuk kecil.

Setelah itu, dia pun memesan mie semangkuk besar, Setelah pesanannya diantar ke mejanya, dalam benaknya pun berpikir kali ini saya harus makan sepuasnya, tetapi mana bisa menghabiskan semangkuk besar mie itu.

Baru makan setangah mangkuk, pria itu pun sudah merasa kenyang sementara masih banyak yang tersisa. Pria itu kemudian bersiap pergi setelah kenyang dan membayar pesanan mienya

Namun, ketika akan membayar, terjadilah pemandangan yang membuat pria itu tercengang. Bagaimana tidak, dia tidak menyangka sama sekali penjual mie itu bilang harga mie yang dimakannya sebesar Rp 50.000.

Bukankah semangkuk besar Rp 5.000 kok tiba-tiba jadi Rp 50.000? Katanya balik bertanya dengan heran.

Penjual mie hanya tersenyum dan menunjuk ke dinding yang lain. Pria itu melihat dan baru tahu, ternyata masih ada selembar kartas dengan sebaris tulisan besar di atasnya yang berbunyi : “Jika ada sisa makanan, didenda Rp 45.000”

Pria itu pun langsung mengerti dan terpaksa membayarnya. Lagipula siapa suruh rakus ?

Karena itu, kami mengingatkan, sebagai manusia yang bijak, tidak boleh terlalu serakah.

Orang yang tamak pada umumnya selalu berpura-pura, tidak tulus, dan tidak mungkin memiliki teman sejati, Orang yang tamak seringkali ekstrim pelit, memandang harta benda sebagai nyawanya.

Seseorang, sah-sah saja punya keinginan, tetapi jangan juga kelewat batas. Jika Anda hidup demi memenuhi hasrat pribadi, Anda akan menjadi boneka dari hasrat Anda.

Di dunia ini, setiap orang harus hidup sesuai dengan hati nurani. Jalani roda hidup Anda, jangan sampai berhenti tersandung oleh hasrat yang menggebu-gebu.

Hentikan keserakahan dan hiduplah dengan benar, maka kekayaan di dunia (tidak hanya berupa harta benda) akan menghampiri seiring dengan kebenaran hidup Anda.

Hidup ini tidaklah kekal dan berlangsung singkat, jalani sepanjang hidup Anda dengan damai tentram, jangan terlalu serakah. Hati manusia adalah sebidang lahan yang indan murni dan damai, hanya dengan kepuasan diri, kita baru dapat menumbuhkan kekayaan nyata dalam arti sesunguhnya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular