Li Yun/Dai Ming

Erabaru.net.Pasca ledakan dahysat di pabrik pestisida di Yancheng, Provinsi Jiangsu, TIongkok pada Kamis (21/3/2019), pemda setempat mengerahkan sejumlah besar polisi bersenjata hingga larut malam.

Sejumlah jurnalis yang datang ke lokasi kejadian ledakan pabrik kimia mengungkapkan kepada Radio Free Asia (RFA) bahwa pasca ledakan dahsyat, pemda setempat segera menjaga stabilitas dan pemantauan opini publik.

Pejabat pemda setempat meminta media hanya boleh menerbitkan isi berita yang diotorisasi oleh Kantor Berita Xinhua. Bahkan, Pemda setempattelah mengerahkan sejumlah besar polisi bersenjata yang notabene tak memiliki kemampuan penyelamatan kecelakaan di pabrik kimia.

Sejumlah jurnalis membawa kamera drone untuk mengambil gambar area insiden ledakan di pabrik. Akan tetapi, pejabat komunis Tiongkok setempat turut menggunakan drone hingga mengacaukan kamera drone milik sebuah media hingga terjatuh.

Pemerintah daerah setempat menempatkan anggota keluarga para korban secara terpisah ke hotel-hotel di beberapa kabupaten dan kota di daerah sekitarnya untuk pemantauan dengan jarak jauh.

Pasca ledakan, pemerintah daerah setempat segera mengerahkan polisi bersenjata ke lokasi kejadian untuk siaga dan menjaga stabilitas. (video screenshot)

Pabrik yang meledak itu diketahui memproduksi bahan baku kimia dan produk kimiawi, area bisnisnya meliputi Asam 4-hidroksibenzoat dan anisol dan produk kimia lainnya.

Ratusan keluarga korban dan reporter yang meliput di tempat kejadian dimonitor. Beberapa sumber media membeberkan fakta yang lebih mengerikan di balik ledakan dahsyat tersebut.

Pada (22/3/2019) Jum’at malam waktu setempat, pemerintah daerah Yancheng, Jiangsu melaporkan ledakan dahsyat itu telah menewaskan 62 orang, 26 di antaranya telah diidentifikasi, 36 lainnya tengah diselidiki, dan 28 orang dinyatakan hilang. Di antara pasien yang telah dirawat, 34 mengalami luka kritis dan 60 lainnya mengalami cedera serius, sebagian lainnya mengalami luka dengan tingkat yang bervariasi.

Menurut rancangan departemen propaganda Komite Partai Komunis kota Yancheng sebanyak 16 rumah sakit di Jiangsu telah mengerahkan 3.500 staf medis, 90 ambulans dan menerima 640 korban yang terluka.

Sumber media mengungkapkan fakta yang lebih mengerikan

Wu, orang media yang telah menyelidiki dan merangkum masalah terkait pabrik kimia tersebut, mengungkapkan bahwa jika dilihat dari skala pemadam kebakaran, sangat jelas peristiwa ledakan sangat serius.

Menurut Wu,  meskipun ada daerah yang rusak terdampak langsung, pejabat komunis Tiongkok setempat tidak melakukan evakuasi darurat di daerah yang kemungkinan mengandung gas beracun demi stabilitas umum.

Wu menilai pejabat setempat dipastikan tidak akan melakukan evakuasi, karena populasi yang besar. Bahkan, pejabat setempat akan berpikir dapat menyebabkan kekacauan jika dilakukan evakuasi.

Fakta lainnya yang terungkap pada 22 Maret lalu, pemda setempat mengerahkan sepertiga petugas pemadam kebakaran di Jiangsu, satunya untuk menangani daya ledak tinggi dan lainnya gas beracun. Hal ini pertanda ada masalah yang sangat serius.

Setelah kecelakaan itu, pemerintah daerah segera meluncurkan stabilisasi darurat yang komprehensif. (tangkapan layar video)

Menurut wu, wilayah di Lianyungang, Yancheng, Xuzhou, Suqian dan tempat-tempat lain di Jiangsu Utara, industri kimia yang padat telah menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius.

Akan tetapi, pasca ledakan itu, departemen perlindungan lingkungan berusaha menetralisir dampak buruk tersebut. Namun, masalah terbesar adalah padatnya industri kimia di empat area seperti di Yancheng. Sementara air tanah, air permukaan, udara, dan tanah di sekitar pada dasarnya telah rusak.

Menurut keterangan jurnalis, dalam delapan tahun terakhir, masyarakat di Chenjiagang, Kabupaten Xiangshui di mana tempat pabrik itu meledak, telah berulang kali melaporkannya dan melakukan protes terkait polusi udara dan air yang serius. Namun, sejumlah besar laporan di Sina Weibo telah dihapus.

Sementara itu, seorang guru perguruan tinggi setempat menuturkan bahwa cara stabilitasi dari pejabat pemda setempat tidak berbeda dengan penanganan 12 tahun yang lalu. Menurut dia, penanganan serupa oleh pejabat setempat tidak hanya di Kabupaten Xiangshui, tetapi di ibukota provinsi Nanjing.

Menurut laporan media lokal, 12 tahun silam, pernah terjadi ledakan di pabrik kimia di daerah setempat. Namun, Pemerintah daerah setempat menggunakan metode tahanan rumah dan memberikan uang. Bahkan menempatkan  sejumlah orang untuk menghalangi wartawan membuat laporan langsung di TKP.

Sebuah laporan mengungkapkan bahwa setelah ledakan, banyak laporan terkait situasi berbahaya di daerah setempat. Akan tetapi diblokir oleh pihak berwenang.

Profesor Zhao mengatakan bahwa beberapa tahun silam, organisasi lingkungan telah memperingatkan industri kimia di Kabupaten Xiangshui, dan industri kimia ini telah menjadi bahaya tersembunyi terbesar di Jiangsu utara. Namun sejauh ini, pemerintah setempat mengabaikan peringatan tersebut. (Jon/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular