Erabaru.net. Jika Anda adalah orang yang menghargai dan mencintai binatang, tentu saja, Anda kemungkinan besar akan mengunjungi taman safari di Afrika.

Di sana, kita memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung beberapa hewan buas mauppun yang jinak, dan jika Anda cukup beruntung, Anda memiliki kesempatan untuk melihat hewan pemangsa seperti singa.

Namun, beberapa orang melihat ini sebagai kesempatan untuk mencoba ‘membunuhnya’ di alam sekitar. Ini karena berburu adalah hal biasa di Afrika.

(Foto: Happiest)

Beberapa orang memiliki keinginan untuk mendekorasi dinding rumah mereka dengan beberapa kepala hewan. Jika spesiesnya lebih jarang, ‘harganya’ juga cukup tinggi. Di mata mereka, menembak adalah keterampilan mereka terhadao hewan yang tidak berdaya.

(Foto: WhiteWolfPack)

Perlu Anda ketahui, ada lebih dari 300 singa putih di dunia dan hanya 13 yang hidup di habitat masing-masing.

Singa putih adalah hasil dari mutasi genetik yang langka yan disebut ‘leucism’, di mana menurut beberapa adat setempat itu dianggap suci. Mutasi ini membuat mereka berpigmen di mata, kaki, seluruh kaki, serta warna bulu mereka yang berbeda.

Keunikan mereka ini membuatnya sering mendapat permintaan yang tinggi. Bulu singa putih dihargai sangat tinggi di pasar gelap.

(Foto: Tjitske Schouwstra)

Dikatakan bahwa ada individu yang memelihara singa putih bernama Mufasa sejak kecil. Nasibnya baik karena berhasil diselamatkan oleh petugas penyelamat Afrika Selatan dan dikirim ke Pusat Rehabilitasi Satwa Liar Rustenberg.

Di sana, Mufasa berteman dengan anak singa bernama Soraya, di mana Soraya mengalami gangguan traumatis dan kegelisahan setelah berhadapan dengan detik-detik terakhir dalam hidupnya.

Namun, situasi berangsur-angsur membaik ketika bersama Mufasa. Mereka memiliki ikatan yang cukup erat. Namun, pihak berwenang telah menemukan bahwa Mufasa sebenarnya sudah dikebiri dan dianggap tidak dapat membantu upaya konservasi.

(Foto: Tjitske Schouwstra)

Jadi pihak berwenang berencana untuk menjualnya di acara lelang, di mana nasib Mufasa cenderung berakhir dalam perburuan untuk olahraga.

Namun, penyelamat melakukan upaya untuk memindahkan mereka secara gratis untuk menyelamatkannya dari nasib buruk. Akhirnya, seorang pedonor yang baik telah menyumbangkan 37.000 dollar AS (sekitar Rp 525 juta) untuk memindahkan Mufasa dan Soraya.

Dengan tindakan tersebut, itu telah membuat hidup kedua singa kembali cerah. Semoga hidup sehat dan bahagia serta terhindar dari semua kegiatan perburuan.(yant)

Sumber: Happiest, Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular