Bowen Xiao

Erabaru.net. Seorang penasihat kampanye Trump, Jason Meister, menyerukan penyelidikan terhadap pencetus klaim persekongkolan dengan Rusia untuk memenangi Pilpres AS 2016 silam. 

Dia  mencatat  mereka yang melanggar hukum harus dihukum. Ini setelah sehari Jaksa Agung AS, William Barr menyampaikan ringkasan temuan dari penyelidikan Jaksa Khusus Robert Mueller.

Ringkasan laporan akhir Barr yang menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016 membuktikan bahwa Presiden Donald Trump dan rekan kampanyenya tidak berkolusi atau berkoordinasi dengan Rusia agar ikut campur dalam pemilu Amerika Serikat.

Jason Meister yang juga sebagai anggota Dewan Penasihat Kampanye Trump 2020 kepada The Epoch Times dalam wawancara Senin, 25 Maret 2019 mengatakan bahwa Hillary Clinton, Komite Nasional Demokrat, dan pihak Steele file, semuanya harus diselidiki sehingga bangsa Amerika dapat “pulih dan move on dari kasus ini.”

Dokumen-dokumen berada di pusat tuduhan bahwa Trump berkolusi dengan Rusia. “Saatnya beralih dari penyelidikan palsu ke penyelidikan yang sebenarnya,” kata Meister.

“Bagaimana investigasi [kolusi Rusia] ini dibuka, untuk memulai? ini adalah skandal politik terbesar dalam sejarah Amerika modern, ini lebih buruk daripada Watergate,” katanya.

Meister, yang sebalumnya bergabung dalam  kampanye Trump 2016, mencatat bahwa Amerika Serikat adalah negara di mana ada aturan hukum “dan orang-orang yang melanggar hukum perlu dihukum karena Undang-Undang yang dilanggar.”

Ringkasan empat halaman Barr kepada para ketua dan anggota  komite kehakiman DPR AS mengatakan bahwa Jaksa khusus mewawancarai sekitar 500 saksi, mengeksekusi hampir 500 surat perintah penggeledahan, mengeluarkan lebih dari 2.800 panggilan pengadilan, memperoleh lebih dari 230 rekaman komunikasi, 50 rekaman registrasi pena.”

Istilah registrasi pena di AS adalah perangkat elektronik yang merekam semua nomor yang dipanggil dari saluran telepon tertentu. Termasuk program yang memantau komunikasi Internet .

Meister mengatakan setelah dua tahun melakukan penyelidikan, tidak ada satu pun dakwaan yang memiliki hubungan jarak jauh dengan Rusia atau kolusi. Fakta ini adalah hal yang sangat penting untuk ditunjukkan.

“Mereka adalah korban Gerbang Rusia, yang merupakan kampanye disinformasi terbesar dalam sejarah Amerika,” tambahnya.

Jaksa Agung AS menyimpulkan bahwa Jaksa khusus tidak memberikan cukup bukti untuk membuktikan bahwa presiden menghalangi keadilan. Jaksa Khusus Mueller merujuk beberapa kasus ke kantor lain, tetapi tidak akan mengeluarkan dakwaan.

Ketua Komite Kehakiman DPR AS Lindsey Graham (R-S.C.) mengumumkan pada 25 Maret bahwa komite akan menyelidiki dugaan pelanggaran Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing yang mengakibatkan pengawasan selama setahun terhadap mantan rekan kampanye Trump.

Graham meminta Jaksa Agung AS untuk menunjuk Jaksa khusus kedua untuk meneliti peristiwa-peristiwa yang mengarah pada penyelidikan kontra-intelijen dari kampanye Trump.

“Siapa di pemerintahan Obama yang tahu tentang ini? Bagaimana mereka mendapatkan surat perintah FISA? Kita perlu memahami semua itu,” kata Meister.

“Kami memiliki beberapa investigasi untuk dilakukan. Masih banyak yang harus dicari tahu, ” ujarnya.

Surat perintah FISA di Amerika Serikat ini adalah surat perintah dari pengadilan terkait pengawasan intelijen asing. Menurut aturan di AS, penyadapan bisa disetujui jika ada kemungkinan alasan bahwa sasaran dari pengawasan adalah agen atau kekuatan asing.  

Dorongan Selama Dua Tahun

Meister sepakat laporan lengkap Mueller harus dipublikasikan secara terbuka dengan alasan transparansi, mengecam media dan petinggi Partai Demokrat AS yang mempromosikan klaim kolusi Rusia.

Ketua Komite Nasional Demokrat Tom Perez dan Adam Schiff  adalah di antara sejumlah Petinggi Demokrat AS yang secara eksplisit mengatakan ada bukti kolusi dengan Rusia.  Menurut Meister ini adalah  aib pada tingkat tertinggi pemerintahan AS.

“Orang-orang Amerika dicuci otak untuk mempercayai Hoax yang sempurna,” kata Meister.

“Menempatkan media di tempat yang mengerikan. Saya pikir mereka telah kehilangan kredibilitas yang luar biasa, Saya pikir itu akan berdampak besar pada pemilu 2020,” katanya.

Washington Post, The New York Times, CNN, dan MSNBC memimpin dakwaan, menulis lebih dari 8.500 artikel tentang penyelidikan sejak Mueller diangkat pada Mei 2017 seperti diungkap penelitian oleh Komite Nasional Republik (RNC).

Meister mengatakan temuan dari laporan Mueller adalah “pukulan telak” bagi Demokrat dan semua yang terus mendorong kisah kolusi Rusia. Dia mengatakan masa depan Trump di tahun 2020 terlihat cerah.

“Dengan keadaan ini, dia akan melakukan yang lebih baik dari sebelumnya, sudah waktunya untuk transparansi sehingga semua orang Amerika dapat melihat tipuan itu,” ujarnya. (asr)

Share

Video Popular