Washington – Pendukung teori Bumi yang datar menunjukkan minat mereka untuk pergi ke Antartika. Mereka ingin membuktikan teori Bumi-Datar, menurut majalah Forbes.

Forbes melaporkan bahwa para pendukung gagasan itu sedang merencanakan ‘ekspedisi Antartika menuju ujung dunia’. Rencana ekspedisi itu tidak menyebutkan rincian kapan dan bagaimana perjalanan seperti itu akan dimulai.

Seorang ‘flat-Earther’, Jay Decasby, mengatakan kepada majalah Forbes betapa pentingnya Antartika bagi teori Bumi-Datar.

“Yang harus kita lakukan untuk menutup debat ini, sekali dan untuk selamanya, adalah mencapai dan berada di pantai Antartika,” kata Decasby.

LiveScience juga mengabarkan bahwa perjalanan ke ‘ujung dunia’ akan dilakukan pada tahun 2020. “Tujuannya? Untuk menguji apa yang disebut pernyataan pengikut teori Bumi-Datar, bahwa Bumi adalah piringan pipih yang tepinya dikelilingi oleh dinding es yang menjulang,” tulis laporan itu.

Namun, detail tentang kegiatan tersebut tidak jelas. Pelayaran itu disebut sebagai ‘petualangan terbesar, dan paling berani’.

“Pelayaran itu telah dilakukan oleh para pelaut sejak awal (sebelum PBB didirikan dan membuat Perjanjian Antartika yang pada dasarnya membuatnya ilegal untuk eksplorasi Antartika yang independen dan pribadi) yang berhasil melakukan perjalanan 60.000 mil lebih, yang membuktikan model bumi datar. Akan tetapi, seperti semua tumpukan bukti lain untuk Bumi-Datar, ini tidak cukup untuk benar-benar menjadi bukti yang kuat,” tambah Decasby kepada Forbes.

Decasby mengatakan bahwa jika Dia dan pendukung Bumi-Datar lainnya, yang diperkirakan dapat mencapai pantai Antartika dan berlayar sepanjang jalur di sekitarnya, mereka akan mendapatkan jarak yang akan membuktikan bahwa itu adalah tepi luar bumi yang rata.

“Ini akan menyangkal sepenuhnya setiap argumen yang mungkin dapat dilakukan siapa pun. Cobalah untuk mendukung kultusosentrisme yang menyembah matahari,” imbuhnya.

“Mereka telah membuat undang-undang untuk tidak mengizinkan segala jenis peralatan bermotor di atas es yang akan membantu kita membuktikan, bahwa bumi tidak hanya datar, tetapi apa yang ada di balik dinding es. Akan tetapi pada kenyataannya, kita bahkan tidak perlu masuk ke dalam es untuk membuktikan bahwa bumi Datar. Pantai Antartika di bola bumi tidak lebih dari 14,5 ribu mil. Pada bumi yang datar, panjangnya akan menjadi lebih dari 60.000 mil. Kami akan memiliki bukti panjangnya 60.000 lebih dan bukan 14,5 ribu mil.”

Beberapa pendukung teori Bumi-Datar percaya bahwa ada semacam ‘tembok penghalang es’ setinggi 150 kaki (45 meter) yang mengelilingi Bumi, yang dibayangkan sebagai cakram. Dinding es itu adalah Antartika, menurut mereka.

“Ini kemungkinan dimulai selama perang dingin. Uni Soviet dan AS terobsesi untuk saling mengalahkan ke ruang angkasa sampai-sampai masing-masing memalsukan prestasi mereka dalam upaya untuk mengimbangi pencapaian yang seharusnya dari pihak lain,” ujar Flat Earth Society, seperti dilaporkan The Guardian.

Forbes melaporkan bahwa pendukung Bumi datar yang terkenal, Robbie Davidson, ingin menyelenggarakan pelayaran besar pada tahun 2020 untuk para pendukung Bumi-Datar.

“Ketika kita melihat Antartika jika Anda mengambil sebuah bola dunia dan Anda menekannya, Antartika akan menyebar ke seluruh bumi. Ini seperti pantai es dan sangat, sangat besar. Ini tidak seperti Anda hanya pergi ke sana, dan Anda bisa mengintipnya. Kami tidak percaya apa pun bisa jatuh dari tepi, karena sebagian besar komunitas bumi datar percaya bahwa kami berada di kubah, seperti bola salju. Jadi matahari, bulan, dan bintang semuanya ada di dalam. Ini sangat tinggi tetapi semua ada di dalamnya. Jadi tidak ada cara untuk benar-benar meninggalkan bumi,” katanya dalam laporan itu.

Planet bumi tampak dari luar angkasa pada malam hari. Beberapa elemen gambar ini diperoleh dari NASA. (Foto : NASA)

Salah satu masalah dengan teori ini adalah bahwa kapal dan kendaraat laut yang lain menggunakan sistem navigasi yang bergantung pada teori Bumi yang bulat.

“Navigasi kapal didasarkan pada prinsip bahwa Bumi itu bulat,” kata Henk Keijer, mantan kapten kapal pesiar yang berlayar selama 23 tahun, Guardian melaporkan. “Grafik bahari dirancang dengan pertimbangan itu: bahwa bumi itu bulat.”
 
Dia menambahkan bahwa GPS adalah buktinya, dan mengatakan bahwa itu bergantung pada 24 satelit yang mengorbit di sekitar Bumi.

“Alasan mengapa 24 satelit digunakan adalah karena kelengkungan Bumi,” kata Keijer. “Minimal tiga satelit diperlukan untuk menentukan posisi. Tetapi seseorang yang berada di sisi lain Bumi juga ingin mengetahui posisi mereka, sehingga mereka juga membutuhkan sejumlah satelit.”

“Seandainya Bumi datar, total tiga satelit akan cukup untuk memberikan informasi ini kepada semua orang di Bumi. Tetapi itu tidak cukup, karena bumi itu bulat.” (JACK PHILLIPS/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular