Erabaru.net. Wen Long dan adik perempuanya, Wen Xi telah menjadi yatim piatu setelah ditinggal oleh kedua orangtuanya. Demi membiayai studi kakaknya, sang adik, Wen Xi berhenti dari sekolah dan bekerja.

Setiap bulan Wen Xi selalu mengirim uang untuk kakaknya. Sementara ia sendiri berusaha berhemat dengan makan seadanya. Upah yang diterima Wen Xi setiap bulan sangat kecil, jadi dia bekerja di dua tempat, pagi sampai siang bekerja sebagai cleaning service, malamnya kerja di restoran.

Wen Long, sang kakak, sangat tekun kuliah, dia juga bekerja di sela-sela waktu luangnya dan uangnya sebagian dia simpan. Dia punya rencana uang itu nantinya dia gunakan untuk biaya nikahnya nanti,dan juga sebagai persiapan untuk biaya nikah adiknya kelak, agar nanti adiknya tidak dipandang rendah oleh mertuanya. Kedua kakak beradik ini saling peduli satu sama lain.

Setelah lulus dari perguruan tinggi, Wen Long bekerja di sebuah perusahaan dengan posisi yang lumayan bagus. Karena kecakapan kerjanya dan sosok pekerja keras, tak lama kemudian, gajinya pun cepat naik, dari yang awalnya hanya sekian juta rupiah, sekarang telah mencapai  puluhan juta rupiah sebulan.

Sekarang Wen Long punya mobil sendiri dan satu unit rumah, bisa dikata Wen Long lumayan sukses di usianya yang masih muda, dan ia berencana menikahi pacarnya.

Wen Xi sangat gembira setelah mendengar kesuksesan kakaknya. Namun, dia tak menerima undangan pernikahan kakaknya, saat menelepon tidak diangkat kakaknya.

Karena khawatir terjadi sesuatu pada kakaknya, dia pun segera pergi menjenguk kakaknya, dan setelah melihat kakaknya, ia termangu di tempat, karena ia tak menyangka sama sekali kakaknya tidak mengenalinya.

Kakaknya langsung menghindar begitu melihatnya, sudah berulang kali Wen Xi menemui kakaknya hanya ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya, namun, kakaknya selalu menghindar tidak mau menemui Wen Xi.

Ketika tahu sikap kakaknya seperti itu, perasaan Wen Xi benar-benar hancur, dan tak tahan dia pun menangis. Wen Xi menjadi tak bergairah di tempat kerja, sampai-sampai memecahkan beberapa piring dan dimarahi oleh bosnya.

Wen Xi seakan tersadarkan setelah dimarahi bosnya. Wen Xi berpikir dia harus memulai hidupnya dan hidup untuk dirinya sendiri, tidak mau lagi hidup untuk orang lain.

Satu tahun kemudian, Wen Xi menikah, dari genggaman tangannya tampak sebuah kartu undangan untuk kakaknya.

Saat sedang merenung, poselnya tiba-tiba berdering, orang di telepon yang tak dikenalnya itu meminta Wen Xi untuk pergi ke sebuah kantor pengacara. Ada wasiat yang mau disampaikan. Wen Xi merasa heran dan berpikir penelepon adalah seorang penipu.

Namun si penelepon dengan jelas menyatakan bahwa dia bukan penipu. Wen Xi yang setengah percaya itu akhirnya ke alamat yang disebutkan. Setelah bertemu pengacara , pengacara itu menyerahkan sepucuk surat sambil berkata,: “Ini hadiah dari kakakmu Wen Long , coba kamu baca, jika tidak ada masalah, saya akan membuat surat serah terima.”

Wen Xi membuka surat itu dan dia pun tak kuasa lagi membendung air matanya setelah membaca isi surat dari kakaknya itu.

Dalam surat itu disebutkan Wen Long kakak laki-lakinya itu telah meninggal karena kanker. Alasannya tidak mau mengakui Wen Xi sebagai adiknya, karena sang kakak takut menganggu kebahagiaan hidup sang adik yang sebagian besar telah menjalani hidup yang getir demi dirinya.

Dan sudah saatnya bagi Wen Xi untuk memikirkan hidupnya sendiri sekarang, karena itulah kakaknya menyembunyikan perihal penyakitnya yang tak bisa disembuhkan lagi.

Sebelum meninggal, ia menemukan kantor pengacara ini dan meminta untuk mengalihkan hartanya atas nama Wen Xi, adik perempuannya. Anggap saja sebagai hadiah pernikahannya, agar keluarga suaminya tidak bersikap semaunya terhadap Wen Xi, selain itu juga sebagai bekal dalam hidupnya.

Air mata Wen Xi kembali berlinang setelah membaca isi surat kakaknya, dia baru tahu kakaknya telah berkorban untuk dirinya. Dan Wen Xi seketika menangis pilu begitu mengingat kakaknya pergi tanpa seorang pun di sisinya !(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular