Moskow — Produsen mobil Ford akan menutup tiga pabrik mereka di Rusia. Penutupan ini akan menyebabkan hilangnya banyak lapangan pekerjaan, karena pabrikan menarik diri dari produksi kendaraan penumpang di negara itu.

Pembuat mobil dari Amerika Serikat itu mengatakan akan berhenti membuat mobil penumpang di Rusia pada akhir Juni 2019. Mereka menutup pabrik perakitan kendaraan di St. Petersburg dan Naberezhnye Chelny, serta pabrik mesin di Yelabuga.

Ford mengatakan akan terjadi PHK yang signifikan. Perusahaan patungan Ford Sollers itu mempekerjakan sekitar 3.700 orang di Rusia. Namun, jumlah pekerja yang akan diberhentikan belum ditentukan.

Perusahaan menyalahkan pemulihan ekonomi yang lambat pada pasar mobil Rusia, setelah perlambatan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Konsumen Rusia kini cenderung memilih mobil yang lebih murah.

Ford kini akan fokus hanya pada produksi mobil van transit komersial di Rusia, melalui usaha patungan Ford Sollers. Mitra Rusia, Sollers akan mengambil 51 persen kepemilikan mayoritas dari usaha patungan itu, yang sebelumnya kedua mitra memiliki jumlah saham yang sama persis.

Seorang karyawan bekerja di area perakitan untuk Ford pada 2018. (Foto : Jeff Kowalsky/AFP/Getty Images/The Epoch Times)

Ford tidak mengomentari apakah ada pabrik yang dapat dijual. Ford Sollers telah berulang kali menghentikan atau mengurangi produksi di pabrik St. Petersburg dalam beberapa tahun terakhir, karena alasan permintaan pelanggan yang rendah.

Serikat buruh independen yang beroperasi di pabrik St. Petersburg mengkritik rencana restrukturisasi. Mereka mengatakan akan mencoba membujuk pemerintah daerah untuk menekan Ford agar mempertimbangkan kembali rencana penutupan pabrik.

Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Kozak mengatakan kepada harian bisnis Vedomosti pada hari Rabu bahwa pemerintah sedang dalam pembicaraan dengan Sollers tentang cara-cara untuk mendukung produksi van Transit di pabrik perakitan kendaraan di Yelabuga.

Menurut Asosiasi Bisnis Eropa, badan dagang untuk perusahaan asing di Rusia, penjualan mobil dan kendaraan komersial ringan Ford seperti van tumbuh sebesar 6 persen pada 2018 menjadi 53.234 unit. Itu adalah peringkat Ford merek terlaris ke-10, sementara Lada dan ‘sister brands’ asal Korea, Hyundai dan Kia memimpin statistik penjualan.

Namun, statistik AEB menunjukkan penurunan 45 persen tahun-ke-tahun dalam penjualan Ford dalam dua bulan pertama 2019, turun dari 7.566 menjadi 4.168. (THE ASSOCIATED PRESS dan Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular