oleh Lin Yan

Maskapai penerbangan Boeing meluncurkan piranti lunak untuk pesawat jenis 737 MAX yang telah ditingkatkan kemampuannya, pada Rabu (27/3/2019) di pabriknya di Renton, Washington, Amerika Serikat. Acara ini dihadiri oleh 200 orang pilot, para jurnalis dan pejabat regulator.

Pada saat bersamaan, Boeing meluncurkan program peringatan kokpit baru dan pelatihan untuk para pilotnya. Perubahan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan pesawat.

Wakil Presiden Boeing, Mike Sinnett mengatakan pihaknya sedang bekerja dengan pelanggan dan regulator di seluruh dunia untuk mengembalikan kepercayaan. Mike Sinnett menegaskan kembali komitmen pihaknya untuk keselamatan dan memenangkan kepercayaan publik.  

Pesawat Boeing 737 MAX dalam 5 bulan terakhir mengalami kecelakaan fatal di Indonesia dan Ethopia. Sebanyak 346 orang meninggal dunia.

Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Investigasi berlangsung beberapa bulan untuk menghasilkan temuan akhir. Banyak negara telah memerintahkan semua pesawat jenis ini untuk di-grounded karena alasan keamanan.

4 Langkah Perbaikan Boeing 737 MAX

Perangkat lunak, pelatihan dan peningkatan lainnya untuk 737 MAX yang diumumkan kali ini meliputi :

Pertama, Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) yang juga dikenal sebagai Stall Prevention System (MCAS) atau sistem daya angkat pesawat akan menerima data dari dua sudut sensor angle of attack atau AOA,  bukan lagi hanya satu seperti sebelumnya. Sensor AOA berfungsi untuk mengetahui posisi hidung atau sikap pesawat. Sehingga saat terbang, sensor ini menjaga pesawat tak menukik secara tajam atau kehilangan ketinggian terbang.

Kedua, Jika celah data antara dua sudut sensor serangan (AOA) melebihi 5,5 derajat, sistem anti-stall (MCAS) atau pencegahan daya angkat pesawat akan dinonaktifkan dan tidak akan secara otomatis menekan hidung pesawat.

Ketiga, Boeing akan menambahkan indikator ke panel kontrol penerbangan untuk memberi tahu pilot ketika dua sudut sensor serangan tidak konsisten.

Ini adalah fitur lain yang sebelumnya yang dikenakan biaya oleh Boeing yang sekarang ditambahkan sebagai fitur pelengkap yang diberikan secara gratis. Boeing mengatakan bahwa pelanggan yang telah menerima pesawat 737 Max dapat menerima modifikasi gratis dan menambahkan fitur ini.

Tidak semua pelanggan ingin memasukkan fitur ini pada tampilan penerbangan utama. Fitur ini sebelumnya ditawarkan sebagai opsi bagi pelanggan.

Keempat, semua pilot 737 perlu dilatih untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang cara kerja sistem anti-stall dan cara mengatasi jika sedang bermasalah.

Dukungan Dua maskapai penerbangan AS

Southwest Airlines memiliki 34 buah pesawat Boeing 737 MAX. Maskapi ini adalah terbanyak memiliki pesawat jenis 737 MAX. Mereka menyatakan mendukung kegiatan perbaikan yang dilakukan Boeing.

“Pembaruan perangkat lunak Boeing menambah lapisan keamanan dalam pengoperasian pesawat jenis MAX”, kata kepala pilot Southwest Airlines Bob Waltz.

Menurut Bob Waltz, pihaknya menantikan panduan akhir dari Federal Aviation Administration Amerika Serikat -FAA – atau Administrasi Penerbangan Federal terkait modifikasi dan persyaratan pelatihan tambahan yang akan dipenuhi demi meningkatkan keandalan 737 MAX.

Asosiasi Pilot atau Allied Pilots Association yang mewakili seluruh pilot American Airlines, mengatakan mereka puas dengan kemajuan Boeing dalam perbaikan 737 MAX. Meski demikian, memperingatkan bahwa proses sertifikasi tidak boleh terburu-buru sehingga kurang teliti.

Asosiasi Pilot AS optimis dengan kemajuan yang terjadi, tapi tetap berhati-hati. Pasalnya,  tindakan korektif yang dilakukan Boeing harus tunduk pada pemeriksaan komprehensif. Bahkan, harus tetap memperhitungkan informasi yang terkait penyelidikan terhadap kecelakaan Ethiopian Airlines pada 10 Maret lalu.

“Kami menantikan kembalinya MAX, tetapi semua pemangku kepentingan harus sudah siap,” demikian pernyataan  Asosiasi Pilot AS.

Menunggu Pemeriksaan FAA

Boeing berencana untuk mengirimkan perangkat lunak yang diperbarui dan program pelatihan pilot ke FAA pada akhir minggu ini untuk mendapatkan sertifikasi FAA. Sekitar 2 minggu  FAA diperkirakan akan meninjau perubahan itu.

Setelah FAA menyetujui perbaikan tersebut, Boeing mengindikasikan akan mengirim perangkat lunak yang diperbarui ke semua maskapai pelanggannya. Boeing mengatakan akan membutuhkan beberapa hari untuk menginstal perangkat dan sedikit makan waktu untuk melakukan pengujian.

Sebelum Boeing 737 MAX kembali terbang di langit biru, perlu menunggu FAA dan regulator di negara lain di seluruh dunia untuk menandatangani keamanannya. Beberapa analis mengatakan proses ini diperkirakan akan memakan waktu 6 sampai 12 minggu.

Sidang dengar pendapat Komite Senat AS

Proses persetujuan FAA dijadikan subyek yang dibahas dalam sidang dengar pendapat sidang subkomite Senat Amerika Serikat untuk keselamatan penerbangan pada 27  Maret lalu. Sidang dihadiri oleh Plt Kepala FAA, Daniel Elwell.

Pada 27 Maret 2019, (dari kiri ke kanan) Daniel Elwell, Administrator Administrasi Penerbangan FAA, Robert Sumwalt Ketua NTSB dan Calvin Scovel Jaksa Transportasi menghadiri sidang dengar pendapat yang diadakan oleh Komite Senat AS untuk urusan Perdagangan bagian tim penerbangan dan kedirgantaraan. (Drew Angerer/Getty Images)

Beberapa pihak yang kritis mempertanyakan tentang kedekatan antara FAA dengan bagian Organization Designation Authorization dari perusahaan Boeing. Kedekatan ini dinilai memungkinkan Boeing untuk melakukan inspeksi dan penyesuaian diri ketika perubahan desain dilakukan.  Mereka mempertanyakan Apakah nantinya akan mempengaruhi terhadap hasil sertifikasi dari FAA.

Plt Kepala FAA Daniel Elwell kembali memberikan gambaran tentang proses sertifikasi untuk perubahan desain pesawat di persidangan itu.

Menurut Daniel, FAA secara langsung terlibat dalam pengujian dan sertifikasi fitur dan teknologi baru. Program pengujian tersebut telah “Secara luas dan lengkap, konsisten menghasilkan desain pesawat terbang yang aman selama beberapa dekade.”

Daniel Elwell dalam pernyataannya di Komite merinci langkah-langkah investigasi untuk kecelakaan Boeing 737 MAX Lion Air di Indonesia pada 29 Oktober 2018 lalu. Ia menyebutkan bahwa data yang dikumpulkan oleh FAA “belum menunjukkan adanya masalah pada kinerja sistem (737 MAX), atau kondisi yang mendasari perlunya dikeluarkan perintah untuk membumikan pesawat jenis MAX.”

Seorang pilot senior AS, John Zhang, kepada Epoch Times mengatakan penyelidikan pemerintah AS terhadap pesawat buatan Boeing adalah hal yang baik untuk industri penerbangan. Dia meminta tak perlu  takut akan keamanan yang lebih ketat agar lebih aman.

Menurut John Zhang, apakah masalah desain perusahaan Boeing, masalah pasca pemeliharaan atau kesalahan yang muncul tiba-tiba,  pilot yang tidak mengikuti prosedur, atau tidak tertera dalam buku petunjuk prosedur penanganan masalah, maka harus menjadi fokus penyelidikan saat ini.

Namun, karena investigasi kecelakaan, para pihak seharusnya tidak mudah untuk memberikan kesimpulan. “Mengatakan bahwa kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines itu adalah masalah perusahaan Boeing. Paling tidak sekarang belum bisa dikatakan seperti itu,” kata John Zhang. (sin/asr)

Share

Video Popular