- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Temui Jeb, Seorang Mantan Pemulung yang Sudah Yatim Piatu Ketika Berusia 12 Tahun, Sekarang Dia Lulusan Perguruan Tinggi dan Calon Guru!

Erabaru.net. Jeb Bayawon, mantan pemulung yang baru-baru ini lulus dari Universitas Negeri Mindanao di Philipina, telah merebut hati bangsanya dengan kisah inspirasinya.

[1]
(Foto: L-Shutterstock, R- Facebook / Phil Island Kids Int’l Foundation, Inc.)

Jeb tumbuh bersama saudara-saudaranya di tempat pembuangan sampah di Cagayan de Oro City, tempat ia mengumpulkan sampah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Mereka mengumpulkan makanan, botol kosong, dan apa pun yang dapat didaur ulang untuk dijual dan menghasilkan uang untuk membantu orangtua mereka!

[2]
Ilustrasi (Foto: Wikipedia)

“Kami menjual barang-barang bekas dan botol ke pengepul limbah,” kata Jeb kepada Rappler.

Tetapi ayah Jeb selalu mengatakan kepadanya bahwa pendidikan adalah yang utama, dan memastikan ia pergi ke sekolah dasar.

“Ayah saya selalu menyarankan saya untuk pergi ke sekolah,” kata Jeb.

Sayangnya, Jeb yang malang selalu diintimidasi oleh anak-anak lain karena dia berbau seperti sampah karena keluarganya selalu mencari-cari sampah.

Dia mengalami masa sulit di sekolah, dan bahkan tidak bisa makan siang dengan tenang. Setiap kali dia mengeluarkan makanannya, anak-anak lain “meringis karena mereka tahu itu berasal dari tempat sampah.”

Setelah beberapa saat, Jeb tidak tahan lagi.

Orangtuanya meninggal secara tragis ketika dia berusia 12 tahun — ayahnya meninggal karena TBC, dan ibunya tidak lama setelah serangan hipertensi.

Jeb akhirnya berhenti sekolah dan menjaga saudara-saudaranya. Sepertinya semua harapan hilang dan dia harus menghabiskan sisa hidupnya mengumpulkan sampah!

Suatu hari, hidupnya berubah. Pada 2007, ia bertemu Thomas Kellenberger, mantan polisi dari Swiss dan pendiri Island Kids Philippines Foundation.

Yayasan Thomas membantu mengubah hidup Jeb! Jeb mendapat uang saku, tempat tinggal dan yang paling penting, ia mendapat kesempatan untuk kembali ke sekolah!

[3]
(Foto: Facebook / Jeb B)

“Saya melanjutkan studi saya karena saya ingin belajar,” kata Jeb. “Saya tidak ingin orang-orang memandang rendah saya.”

Dia sangat tekun, dan segera menyelesaikan pendidikan dasarnya, menunggu lulus Tes Penilaian ALS dan Kesetaraan.

Dia bahkan berhasil masuk ke daftar dekan di semester pertamanya di perguruan tinggi! Suatu pencapaian yang luar biasa!

Jeb BayawonBachelor of Secondary EducationMajor in English

Phil Island Kids Int'l Foundation, Inc. [4] 发布于 2018年6月13日周三 [5]

Sekarang, Jeb hanya ingin memberikan kembali kepada komunitasnya, dan ingin menjadi seorang guru. Dia sudah siap, dan sudah mengikuti ujian lisensi untuk mengajar!

“Selain itu, saya berencana untuk tinggal dengan IKP Foundation di mana saya dapat menjadi sukarelawan sebagai guru ALS,” katanya.

Jeb adalah bukti bahwa tidak peduli apa latar belakang atau keadaan Anda, jika Anda bertekad, Anda dapat mewujudkan impian Anda!(yant)

Sumber: Goodtimes

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: