oleh Xiao Lisheng dan Lin Lan

Amerika Serikat telah mengambil tindakan lebih lanjut terhadap ancaman komunis Tiongkok dengan membentuk lembaga baru.

Lembaga ini diberi nama Committee on the Present Danger : China yang disingkat CPDC atau Komite Bahaya Masa Kini : TIongkok. Lembaga ini dibentuk pada 25 Maret lalu.  Ruang lingkup kinerjanya akan membantu pemerintah AS dan publik untuk mengenali ancaman komunis Tiongkok dalam banyak cara.

Beberapa anggota mengatakan bahwa ini adalah implementasi dari Strategi Strategi Keamanan Nasional tahun 2017 yang diusung pemerintahan Presiden Trump.

Sekitara 20 orang tokoh terkemuka di bidang pertahanan nasional, politik, dan agama, serta aktivis hak asasi manusia berkumpul di Washington pada saat peluncuran CPDC 25 Maret lalu.   Sejumlah tokoh menyampaikan pidato untuk memperkenalkan ancaman komunis Tiongkok terhadap Amerika Serikat.

Komite tersebut memiliki lebih dari 40 orang anggota pendiri. Mereka termasuk mantan pejabat pemerintah, anggota parlemen dan anggota lembaga think tank. Mereka bertujuan untuk membuat rakyat Amerika dan pembuat kebijakan untuk mengenali ancaman baik yang ditimbulkan secara konvensional maupun yang non-konvensional dari komunis Tiongkok terhadap Amerika Serikat melalui pendidikan publik dan publisitas.

Ancaman-ancaman itu termasuk di bidang politik, ekonomi, militer, ilmiah, hak asasi manusia, ideologi, agama, dan bahkan 0bat-obatan terlarang seperti Fentanyl dan mencapai konsensus dalam mengatasi ancaman tersebut.

Menerapkan strategi keamanan nasional

Brian Kennedy, Chairman CPDC mengatakan, meskipun ancaman komunis Tiongkok terhadap Amerika Serikat tidak banyak diketahui oleh masyarakat, tapi Presiden Trump sudah mengenalinya sejak puluhan tahun silam.

Han Lianchao, anggota komite dan peneliti tamu dari Institut Hudson kepada Epoch Times megnatakan bahwa langkah ini adalah untuk mengimplementasikan Laporan Strategi Keamanan Nasional yang dirumuskan oleh Presiden Trump pada bulan Desember 2017.

Menurut dia,  dalam laporan itu disebutkan bahwa pemerintahan Trump ingin membalikkan situasi kerjasama Amerika Serikat dengan Tiongkok selama 30 tahun terakhir, dari kawan strategi menjadi lawan strategi jangka panjang Amerika Serikat.

Han Lianchao  menilai meskipun Partai Republik dan Partai Demokrat Amerika Serikat telah membentuk konsensus dan menyadari urgensi ancaman komunis Tiongkok, namun, banyak masyarakat Amerika Serikat belum sepenuhnya menyadari keseriusan masalah ini karena ditutup-tutupi oleh komunis Tiongkok selama puluhan tahun.

Han Lianchao berpendapat bahwa tugas utama komite saat ini adalah untuk menyelidiki secara komprehensif penetrasi komunis Tiongkok ke berbagai aspek kehidupan Amerika Serikat, kemudian melaporkan penetrasi ini, dan membuat rekomendasi khusus ke tingkat pengambil keputusan.

Pada saat yang sama, melalui media dan saluran lainnya menjelaskan kepada rakyat Amerika mengapa ancaman komunis Tiongkok itu cukup serius. Nantinya, agar rakyat Amerika dapat mencapai pengertian yang sama mengenai ancaman komunis Tiongkok. Dengan demikian strategi keamanan nasional dapat diimplementasikan sebagai kebijakan khusus sesegera mungkin.

Frank Gaffney, Vice Chairman CPDC mengatakan tujuan komite tidak hanya untuk mengeluarkan peringatan bahaya ancaman, tetapi bagaimana menanggulanginya. Frank juga menyoroti masalah tingkat ancaman komunis Tiongkok dan kisarannya yang sudah mendalam dan meluas.

CPD dibentuk pada saat yang tepat

Committee on the Present Danger (CPD) pernah dibentuk sebanyak 3 kali di Amerika Serikat. Namun kali ini ancaman bahaya yang menjadi target untuk ditanggulangi adalah bahaya komunis Tiongkok.

Pada tahun 1950, Amerika Serikat pertama kali membentuk CPD untuk melawan konspirasi agresif dari Uni Soviet. CPD kedua dibentuk pada tahun 1976, dengan tujuan mempromosikan anggaran pertahanan yang lebih besar demi pembangunan fasilitas persenjataan untuk melawan Uni Soviet.

Presiden Reagan bukan saja menjadi anggota komite, tetapi 33 orang dari anggota komite memangku jabatan di pemerintahan Reagan. Pada akhirnya, CPD membantu pemerintahan Reagan mengalahkan Uni Soviet. CPD ketiga dibentuk  pada tahun 2004 sebagai tanggapan terhadap perang global melawan terorisme.

Han Lianchao kepada Epoch Times mengatakan penetrasi komunis Tiongkok di Amerika Serikat sudah terlalu serius. Ancaman ini sudah di depan mata. Oleh karena itu, perlu dibentuk konsensus kebijakan, kemudian mengambil langkah-langkah untuk mengimplementasikan transformasi strategi keamanan.

Menurut Lianchao, komunis Tiongkok di Tiongkokok menindas sangat kejam terhadap rakyatnya, ketika di luar negeri mereka mengekspansi pengaruh. Tujuan Komunis Tiongkok adalah ingin menciptakan perubahan yang mendasar dalam hubungan internasional.

Dia menegaskan, Komunis Tiongkok telah memulai perang dingin. Ancaman komunis Tiongkok tidak lagi di depan pintu, tetapi sudah di dalam pintu, ancamannya telah merasuk ke dalam kehidupan masyarakat Amerika dan Amerika Serikat harus bangkit melawannya.

Komentator Zhou Xiaohui dalam artikelnya menulis  CPD dibentuk pada saat yang tepat sehingga memiliki makna yang signifikan. Perannya yang besar adalah dalam membantu pemerintahan Trump, sama halnya dengan CPD terdahulu yang banyak memberikan bantuan kepada pemerintahan Reagan.

Zhou Xiaohui mengatakan bahwa langkah tersebut akan menghantarkan kepada masyarakat AS sebuah suasana yang berpemahaman sama, pengakuan yang umum  yakni anti-komunis.

Bagi Amerika Serikat yang rakyatnya telah dimobilisasi dalam pemahaman yang sama, akan membuat Beijing kewalahan dalam menahan gempuran perang dagang menjadi semakin terberdaya, tidak mampu lagi melakukan perlawanan yang efektif.

Akhirnya komunis Tiongkok terpaksa mengikuti jejak langkah Uni Soviet yang mengakhiri hidup di atas tumpukan sampah sejarah. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Atau Video Ini : 

Share

Video Popular