Erabaru.net. Bekerja sebagai pembantu rumah tangga, seorang pengasuh dan penjahit tidak pernah menghentikan Grace Labrador Bacus dari lulus dengan predikat Magna Cum Laude dari universitas bahkan ketika dia akhirnya mencapai mimpinya pada usia 30 tahun.

Anak ketiga dari sembilan bersaudara, Grace awalnya berpikir bahwa tidak mungkin baginya untuk kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik karena orangtuanya tidak mampu membayar biaya kuliahnya.

Meskipun demikian, dia tidak pernah berhenti bermimpi tentang lulus dari universitas suatu hari nanti, yang kemudian membuatnya bekerja sebagai pengasuh dan pembantu rumah tangga pada usia muda agar dirinya bisa kuliah dan untuk membantu orangtuanya.

Namun, perjalanan itu tidak mudah dan kadang-kadang mengecewakannya ketika gurunya tidak sepenuhnya memahami dan mendukung usahanya.

Karena Grace memiliki enam adik lelaki lainnya, ia dan kakak-kakak lelaki lainnya harus bergiliran untuk mengurus adik-adik mereka. Ketika tiba gilirannya, dia tidak punya pilihan lain selain melewatkan kelasnya.

Sayangnya, beberapa gurunya gagal memahami perjuangannya.

(Foto: Facebook / Grace Labrador Bacus)

“Kamu sebaiknya berhenti sekolah karena kamu tidak perlu gelar untuk mengurus anak-anak,” kenang Grace saat salah satu gurunya berkata kepadanya ketika dirinya absen dari kelasnya.

“Ya, kata demi kata aku masih bisa mendengarnya mengatakan itu. Itu terukir di hati saya. Bahwa orang yang saya harapkan untuk mengerti saya adalah orang yang sama yang membuat saya hancur berkeping-keping karena ia seharusnya mendukung saya, orangtua kedua saya, ”tulis Grace di Facebook.

“Saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa kelak saya tidak akan pernah memperlakukan siswa saya dengan cara yang sama seperti saya diperlakukan saat itu,” pungkasnya.

(Foto: Facebook / Grace Labrador Bacus)

Ada juga beberapa orang yang mencoba meyakinkan orangtua Grace untuk berhenti mengirimnya ke sekolah karena tidak ada yang menjadi kaya dengan pergi ke sekolah.

Namun demikian, Grace tetap positif dan optimis tentang masa depan dan potensinya bahwa dia bertekad untuk masuk perguruan tinggi walaupun dia harus bekerja selama satu dekade setelah sekolah menengah untuk menghemat uang untuk kuliah.

Ketika dia berusia 26, Grace akhirnya memiliki kesempatan untuk kembali ke sekolah untuk mendapatkan ijazah. Saat itulah segalanya mulai berubah menjadi lebih baik baginya.

Berkat prestasi akademiknya yang luar biasa dan secara konsisten nomor 1 dalam Dean’s List, dia dinasihati oleh orangtuanya dan profesornya untuk mengejar gelar sarjananya.

Grace kemudian melanjutkan studinya di Talisay City College di mana ia meraih gelar Sarjana Pendidikan Menengah dalam Bahasa Inggris dan lulus dengan predikat Magna Cum Laude!

(Foto: Facebook / Grace Labrador Bacus)

Seandainya Grace mendengarkan komentar negatif saat itu, ia tidak akan pernah lulus dengan Magna Cum Laude dan mencapai mimpinya.

Kisahnya membuktikan bahwa kemiskinan tidak pernah menjadi penghalang bagi kesuksesan seseorang dan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk mengubah impian Anda menjadi kenyataan! (yant)

Sumber: GoodTimes

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

 

Share

Video Popular