oleh Nicole Hao

Pemerintahan Komunis Tiongkok mengumumkan pada Rabu (27/3/2019) bahwa mereka akan menuntut mantan kepala Interpol Meng Hongwei karena kasus korupsi. Penuntutan ini setelah penyelidikan menemukan ia menyalahgunakan kekuasaannya, dan menolak untuk mengikuti keputusan Partai Komunis Tiongkok.

Sementara itu, Kementerian Keamanan Publik Komunis Tiongkok mengatakan akan memperluas penyelidikannya untuk menargetkan rekan kerja Meng Hongwei di jajarannya sendiri.

Melansir dari Reuters, Oktober Tahun lalu, istri Meng Hongwei melaporkan bahwa kepala polisi tersebut hilang setelah ia melakukan perjalanan kembali ke Tiongkok pada bulan September 2018. Pada saat itu, Meng Hongwei juga merangkap wakil menteri Keamanan Publik Tiongkok.

Beberapa hari kemudian, Interpol, agen koordinasi polisi global, mengatakan Meng Hongwei mengundurkan diri sebagai presiden Interpol. Pada saat yang sama, Kementerian Keamanan Publik Komunis Tiongkok mengumumkan bahwa Meng Hongwei sedang diselidiki karena kasus suap dan kejahatan lainnya.

Komisi Pusat Partai Komunis Tiongkok untuk Inspeksi Disiplin mengatakan pada tanggal 27 Maret 2019 Meng Hongwei dikeluarkan dari Partai Komunis Tiongkok dan dipecat dari jabatan resminya.

Dalam sebuah pernyataan, badan anti-korupsi mengatakan Meng Hongwei “menolak untuk mengeksekusi keputusan Pusat Partai Komunis Tiongkok,” dan menyalahgunakan kekuasaannya untuk keuntungan pribadi, menambahkan bahwa ia “secara sembarangan menyia-nyiakan dana negara untuk memuaskan gaya hidup mewah keluarganya.”

Meng Hongwei juga memanfaatkan posisinya untuk membantu istrinya mendapatkan pekerjaan, dan mengambil “sejumlah besar” harta sebagai imbalan untuk membantu promosi, perpindahan pekerjaan, dan “operasi perusahaan.”

BACA JUGA : Kasus Kepala Interpol Asal Tiongkok dan Arah Perkembangannya

Meng Hongwei (65) bergabung dengan Partai Komunis Tiongkok pada tahun 1975, dan telah bekerja dalam keamanan publik selama 40 tahun. Ia menjabat sebagai wakil menteri Keamanan Publik Tiongkok sejak 2004. Sebelum menjadi presiden Interpol pada November 2016. Ia kemudian pindah dari Tiongkok untuk tinggal di Lyon, Prancis, di mana markas Interpol berada, bersama istri dan dua anaknya.

Investigasi Lebih Lanjut

Setelah pengumuman keputusan untuk menuntut Meng Hongwei, Kementerian Keamanan Publik Tiongkok mengatakan akan melakukan investigasi lebih lanjut ke peringkat senior di kementerian tersebut untuk “secara menyeluruh membasmi pengaruh buruk Meng Hongwei.”

“Bagi mereka yang berada dalam posisi kepemimpinan di Kementerian Keamanan Publik Tiongkok yang terkait dengan kasus Meng Hongwei, tidak peduli seberapa tinggi atau rendah jabatannya, tidak peduli siapa yang terlibat, tidak peduli posisi mereka, semua harus ditangani secara serius sesuai dengan hukum dan disiplin,” demikian Kementerian Keamanan Publik Tiongkok mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 27 Maret 2019. Tampaknya proses ini sudah dimulai.

Media Hong Kong Mingpao melaporkan pada 3 Maret 2019 bahwa Zheng Baigang, mantan pejabat senior di Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, saat ini menghilang dan sedang diselidiki.

Laporan tersebut mengatakan bahwa Zheng Baigang dekat dengan Meng Hongwei. Zheng Baigang adalah wakil Meng Hongwei yang paling tepercaya.

BACA JUGA : 12 Orang Pejabat Sistem Keadilan Tiongkok Dipecat Karena Melanggar Hukum Karma?

Zheng Baigang bergabung dengan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok pada tahun 1989 setelah ia meninggalkan militer. Ia kemudian bekerja di departemen pengawas Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, yaitu Komisi Inspeksi Disiplin sebelum dipromosikan menjadi direktur Biro Administrasi Keluar dan Masuk Kementerian Keamanan Publik Tiongkok pada tahun 2010.

Pada tahun 2016, Zheng Baigang dipindahkan untuk memimpin gugus tugas bersama dengan penegak hukum di Laos, Burma, dan Thailand untuk berpatroli di Sungai Mekong.

Penumpasan Korupsi

Meng Hongwei adalah salah satu di antara banyak pejabat tinggi yang telah terjerat oleh tindakan keras Xi Jinping terhadap kasus korupsi dan dianggap tidak loyal.

Koneksi politik Meng Hongwei mungkin menjadi penyebab ia kehilangan jabatannya. Ia mungkin entah bagaimana telah dinodai oleh mantan kepala keamanan dan mantan anggota Komite Tetap Politbiro, Zhou Yongkang, yang kini menjalani hukuman seumur hidup karena kasus korupsi.

Berbagai pekerjaan Meng Hongwei kemungkinan membuatnya berhubungan dekat dengan Zhou Yongkang dan para pemimpin Tiongkok lainnya di lembaga keamanan, sektor yang lama identik dengan korupsi, yang tidak dapat ditembus dan melanggar hak asasi manusia.

Sejak Zhou Yongkang dan tokoh senior lainnya yang dituntut dalam tindakan keras anti-korupsi Xi Jinping yang sebagian besar dihukum karena kasus korupsi juga mengatakan mereka dituduh “berkonspirasi secara terbuka untuk merebut kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok.”

Xi Jinping telah menggulingkan banyak pejabat kuat – kebanyakan dari mereka adalah bagian dari faksi musuh yang setia kepada mantan pemimpin Jiang Zemin – sejak ia meluncurkan kampanye anti-korupsi saat ia berkuasa pada 2012.

Jiang Zemin adalah pencetus utama penindasan terhadap Praktisi Falun Gong di Tiongkok. Dia meluncurkan penindasan ini dikarenakan takut akan penyebaran Falun Gong meluas. Lebih parah lagi, penganiayaan brutal dari Kelompok Jiang mengambil secara paksa organ praktisi Falun Gong dalam skala besar untuk dijual demi keuntungan semata. (Vv/asr)

Reuters berkontribusi pada artikel ini.

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular