oleh Cassandra Garrison/Reuters via The Epochtimes

Erabaru.net. Legislator Argentina sedang membahas Undang-Undang baru untuk meningkatkan pengawasan stasiun pelacak luar angkasa Tiongkok. Stasisun ini telah menyebabkan kegelisahan di antara penduduk setempat. Bahkan, memicu teori konspirasi dan memicu kekhawatiran di kalangan kritikus mengenai tujuan yang sebenarnya.

Melansir dari Reuters, 29 Maret 2019, enam anggota parlemen Argentina, termasuk pemimpin mayoritas Senat, mengajukan RUU yang mengusulkan pembentukan komisi “untuk memantau perjanjian kerja sama” dengan rezim Tiongkok terkait dengan program eksplorasi bulan oleh Tiongkok.

Sebelumnya Reuters melaporkan pada Januari 2019 bahwa stasiun seluas 200 hektar di daerah terpencil dioperasikan dengan sedikit pengawasan oleh otoritas Argentina.

Mantan menteri luar negeri Presiden Mauricio Macri, Susana Malcorra, mengatakan kepada Reuters bahwa Argentina tidak memiliki pengawasan fisik terhadap operasi stasiun tersebut.

Undang-Undang, tertanggal 25 Maret, disebutkan dalam daftar tagihan yang diusulkan di situs web resmi Senat, meskipun teks lengkap dari RUU itu tidak tersedia untuk umum.

Miguel Ángel Pichetto, pemimpin mayoritas Senat, mengatakan dalam sebuah posting di akun Twitter resminya bahwa ia telah mempresentasikan rancangan undang-undang untuk membuat komisi untuk mengendalikan stasiun pelacak ruang angkasa, yang dijalankan oleh militer Tiongkok, yang terletak di provinsi pusat Neuquén di Patagonia.

Miguel Ángel Pichetto menambahkan bahwa tim yang diusulkan akan mencakup tujuh anggota dari Senat dan tujuh dari Kamar Deputi, dua majelis  Kongres Nasional Argentina.

Tujuan stasiun tersebut adalah untuk pengamatan dan eksplorasi ruang angkasa yang damai dan, menurut media Tiongkok, stasiun tersebut memainkan peran penting dalam pendaratan pesawat ruang angkasa Tiongkok di sisi gelap bulan pada bulan Januari 2019

Agensi antariksa Argentina CONAE tidak menanggapi permintaan komentar. CONAE sebelumnya mengatakan perjanjian antara kedua negara menyatakan komitmen untuk “penggunaan damai” dari proyek tersebut.

Kedutaan Tiongkok tidak menanggapi permintaan komentar.

Stasiun luar angkasa Tiongkok di Argentina

Program luar angkasa Tiongkok dijalankan oleh Tentara Pembebasan Rakyat. Stasiun Patagonian dikelola oleh China Satellite Launch dan Tracking Control General (CLTC), yang melapor kepada Pasukan Dukungan Strategis Tentara Pembebasan Rakyat.

Kongres Argentina memperdebatkan stasiun luar angkasa pada tahun 2015, pada masa kepresidenan Cristina Fernandez.

Anggota parlemen oposisi mempertanyakan mengapa tidak ada ketentuan yang hanya untuk penggunaan sipil, tetapi Kongres Argentina tetap menyetujui kesepakatan itu.

Stasiun luar angkasa tersebut, sekitar 40 menit berkendara dari Las Lajas, mulai beroperasi pada bulan April tahun lalu.

Walikota setempat Maria Espinosa, dengan penduduk 7.000 orang kepada Reuters mengatakan tiga puluh karyawan Tiongkok bekerja dan tinggal di lokasi. Stasiun ini tidak mempekerjakan penduduk setempat. (Vv/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular