Erabaru.net. Jelang dua minggu pemilu presiden 2019 digelar 17 April 2019 mendatang, lembaga survei asal Australia, Roy Morgan merilis hasil survei Pilpres 2019 terbaru.

Melansir dari laman Roy Morgan, elektabilitas capres 01 Jokowi sebesar 56,5 persen dan 02 Prabowo 43,5 persen.

Survei menunjukkan elektabilitas Jokowi mengalami penurunan 0,5% dari Februari 2019 dan masih jauh di depan lawannya, Prabowo Subianto yang naik 0,5% menjadi 43,5%.  

Menurut Roy Morgan survei terbaru  dilakukan pada Maret 2019 dengan 1.102 Pemilih berusia di atas 17 tahun.

PDI-P mendapat dukungan 39% atau turun 3,5% sejak Februari 2019. Dukungan untuk Gerindra tidak berubah sebesar 21% pada Maret ini. Sisa 40% dukungan tersebar di antara banyak partai yang ikut pemilihan.

Capres petahana unggul di daerah pedesaan seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Utara. Sementara Prabowo terkuat di Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi dan Kalimantan. Secara keseluruhan, di daerah pedesaan eletabilitas Jokowi 63% dan Prabowo 37%.

Wilayah perkotaan jauh lebih kompetitif , Prabowo unggul di ibukota Jakarta, Jawa Barat termasuk Banten. Prabowo mempersempit celah di daerah perkotaan sebesar 6% pada bulan lalu. Namun Jokowi mempertahankan keunggulan yang sempit yakni Jokowi 51,5% dan Prabowo 48,5%.

Dukungan untuk Jokowi  terkuat di Jawa Tengah dengan  mendapatkan dua pertiga dukungan yakni Jokowi 66% dan Prabowo 34%. Dukungan petahana bahkan lebih kuat di Jawa Timur dan Bali: Jokowi 78% dan Prabowo 22%. Jokowi unggul di Sumatera Utara dengan perbandingan Jokowi 58,5% dan Prabowo 41,5%.

Dukungan untuk penantang Prabowo Subianto kuat di Jawa Barat, Banten, Jakarta  yakni 52,5% dan Jokowi 47,5%. 

Di Sumatera Prabowo 56,5% dan Jokowi 43,5%.Prabowo unggul di Sulawesi dan Kalimantan. Di Sulawesi, Prabowo 61% dan Jokowi 39%. Sementara Prabowo 59,5% dan Jokowi 40,5% dengan selisih yang signifikan di Kalimantan.

Survei Pilpres dan Pileg ini dilakukan dari pertengahan Februari 2019 hingga pertengahan Maret 2019. Metodologi survei dengan wawancara tatap muka dilakukan di 17 provinsi. Lebih dari 6% pemilih di kedua jajak pendapat tidak dapat mengatakan siapa yang mereka dukung. (sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular