Erabaru.net. Pada pertengahan Maret 2019 lalu, bagian tenggara Afrika dihantam badai Idai yang dipengaruhi oleh siklon tropis, menyebabkan banjir dahsyat. Mozambik, Zimbabwe dan Malawi mengalami bencana skala besar yang mengerikan. Akbat badai itu, lebih dari 700 orang dilaporkan tewas, ribuan orang mengungsi, dan banyak orang yang hilang.

Residents gather stranded on the stands of a stadium in a flooded area of Buzi, central Mozambique, on March 20, 2019, after the passage of cyclone Idai.

Posted by Believers Portal on Tuesday, March 26, 2019

Plaxedes Dilon, seorang nenek miskin berusia 71 tahun dari pinggiran daerah Harare, Zimbabwe, merasa terketuk untuk memberikan bantuan semampunya, ia menyumbang pakaian dan barang-barang rumah tangga untuk korban bencana topan Idai.

Kehidupan sehari-hari nenek itu sebenarnya juga tidak begitu baik. Dia harus bangun jam 4 pagi setiap hari, dan berjalan jauh untuk membeli dan menjual pakaian bekas sebagai mata pencahariannya. Tapi dia tetap bersikeras menyumbangkan pakaian dan jaket dagangannya untuk para korban bencana yang lebih membutuhkan.

Like seriously, 71-year-old Zimbabwe widow Plaxedes Dilon (also known as Gogo Magombo) walked over 16Kms to donate to…

Posted by Chawezi Phiri on Monday, April 1, 2019

Dia tidak punya ongkos untuk naik bus. Ia menyeret barang-barang bantuan itu dengan berjalan kaki ke Gereja Presbiterian Highlands di Ibu Kota Zimbabwe, Harare, di mana para sukarelawan telah mengoordinasikan upaya bantuan bagi ribuan orang yang terlantar sejak Topan Idai menghantam Afrika pada pertengahan Maret lalu.

Sang nenek berjalan sekitar 16 kilometer dari tempat tinggalnya ! Pihak gereja kemudian memposting foto Dilon dengan karung di kepalanya dan mencatat bahwa dia tidak mampu menyewa tumpangan dari lingkungannya, Melihat tindakan nenek yang tulus itu, netizens menjulukinya “Gogo Magombo”.

This gogo had no 50c for combi, walked the whole way from Mbare to Highlands just to donate her pots to give to people in chimanimani. PTL

Posted by Highlands Presbyterian Church – Harare on Tuesday, March 19, 2019

Tindakan sang nenek yang tanpa pamrih itu juga menyentuh hati taipan telekomunikasi Afrika Strive Masiyiwa, yang memuji Plaxedes Dilon sebagai “sosok orang yang penuh empati”.

Sang milioner Masiyiwa berjanji akan memberikan sebuah rumah yang dilengkapi dengan energi Matahari dan air bersih saat operasi bantuan bencana berakhir, selain itu, ia juga akan memberi tunjangan hidup bulanan sebesar 1.000 dolar (sekitar Rp. 14,2 juta) sebagai bentuk balasan atas kebaikan hatinya

(Foto: Facebook Strive Masiyiwa)

Menurut Forbes, Strive Masiyiwa memiliki aset sekitar 2 miliar dollar (sekitar Rp 28.4 triliun) dan merupakan orang terkaya ke-8 di Afrika.

Badai “Idai” telah meluluh-lantakkan bagian tenggara Afrika, pekerjaan pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Para penyelamat khawatir jumlah korban tewas akan meningkat tajam setelah air surut, dan banyak yang khawatir akan terjadi wabah.

The death toll, from Cyclone Idai has hit 761_446 people dead in Mozambique259 people dead in Zimbabwe56 people dead…

Posted by PostNaija on Tuesday, March 26, 2019

Yang harus dilakukan pemerintah daerah selanjutnya, selain memperbaiki jalan, jaringan listrik, dan mengevakuasi korban selamat juga harus memperkuat pencegahan dan pengendalian malaria dan kolera.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular