Erabaru.net. Angin pusar melanda di sebuah area bermain Kota Shangqiu, Provinsi Henan, Tiongkok pada Minggu, (31/3/2019).

Melansir dari Beijing Evening News di weibo.com, terjangan angin pusar ini menyebabkan sebuah wahanan permainan tersapu hingga menjulang ke angkasa. Akibatnya, banyak anak-anak turut tersapu ke udara dan jatuh ke tanah.  Setelah kejadian itu, para korban yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit.

Keterangan saksi mata mengatakan, saat wahana trampolin ini terhempas jatuh, terdengar tangisan dan jeritan histeris anak-anak di mana-mana. Orang-orang pun berlarian menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.

Hingga tengah malam kejadian, insiden ini menyebabkan dua anak-anak tewas, 18 anak-anak lainnya terluka dan dua diantaranya luka ringan.

Warga bernama Li, orangtua dari nak-anak yang berada di lokasi kejadian mengatakan,  dia melihat dua anak kecil tersapu ke udara dan jatuh ke tanah dari ketinggian sekitar 20 meter di udara.

Menurut Li, suasana sangat kacau ketika kejadian. Selain trampolin, beberapa pedagang kecil yang menjual barang-barang juga tersapu hingga dagangannya berserakan. Sementara orang-orang dewasa mencari anak-anaknya dengan panik.

Seorang warga bermarga Cao menceritkan saat insiden terjadi. Dia mengatakan sangat ketakutan saat angin pusar menerjang. Pada saat itu, dirinya bersama anaknya yang berumur 4 tahun sedang berlibur dan bermain di wahana permainan tersebut. Secara tiba-tiba diterjang angin pusar. Warga ini menuturkan anaknya lolos dari sapuan angin pusar, tapi dua anak kecil di sekitarnya tersapu ke angkasa.

Pasca kejadian, seorang petugas polisi setempat mengatakan telah menahan dua pemilik trampolin yang mengoperasikan wahana permainan tersebut.  Salah satu pemilik trampolin mengalami patah tulang. Dia telah ditangani di rumah sakit dengan didampingi polisi.

Banyak bencana terjadi di berbagai tempat di Tiongkok

Belakangan ini, banyak terjadi bencana di berbagai tempat di Tiongkok. Hanya dalam setengah bulan, terjadi dua bencana kebakaran hutan di wilayah Qingyuan, Provinsi Shanxi.  

Pada 30 Maret lalu terjadi lagi kebakaran hutan di Nanshan, Distrik Miyun, Beijing. Kebakaran hebat ini mengancam pertanian hutan milik negara di persimpangan Miyun dan Pinggu. Lebih dari 900 petugas dikirim ke lokasi untuk penyelamatan.

Bersamaan itu, sejumlah ledakan berantai di pabrik-pabrik kimia di berbagai tempat seluruh pelosok negeri. Hingga 31 Maret 2019, hanya dalam 10 hari telah terjadi lima ledakan pabrik kimia.

Pada 31 Maret 2019, sebuah ledakan terjadi di pabrik milik Kunshan Waffer Technology Corp Ltd asal Taiwan yang memproduksi besi cetak dan alumunium. Sedikitnya tujuh orang tewas, satu orang luka serius dan empat  korban lainnya luka ringan.

Sebuah ledakan pabrik juga terjadi 29 Maret 2019 lalu di Kota Qingzhou, Provinsi Shandong. Akibatnya, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai tiga orang lainnya. Pengawas dari pabrik telah diamankan pihak kepolisian.

Sebelumnya, pada 25 Maret lalu, sebuah ledakan pabrik bahan kimia terjadi di Kota Zhaoyuan, Provinsi Shandong, menewaskan satu orang dan 4 orang lainnya luka-luka.

Sedangkan pada 23 Maret lalu, sebuah ledakan gas terjadi di Dali, Yunnan, menewaskan 3 orang dan 5 luka-luka. Dua hari sebelumnya, pada 21 Maret 2019, sebuah ledakan terjadi di sebuah pabrik kimia di Yancheng, Provinsi Jiangsu, menyebabkan ratusan korban terluka dan setidaknya 78 jiwa di antaranya meninggal dunia.

Namun, data kematian resmi yang dilaporkan oleh komunis Tiongkok umumnya diragukan oleh dunia luar. Seperti ledakan besar di Jiangsu, yang memicu gempa bermagnitudo 3.0, menyebabkan rumah-rumah dalam radius 500 meter porak poranda. Ledakan itu menghancurkan setidaknya 23 bangunan.

Pengusaha Shanghai, Hu Liren mengatakan bahwa jumlah korban diperkirakan sekitar 500 orang dan banyak yang cacat.

Sementara itu, masyarakat umumnya mengatakan bahwa faktor utama dari bencana di berbagai tempat seperti kebakaran, ledakan, dan kebakaran hutan adalah akibat ulah manusia yang banyak disebabkan oleh kolusi antar pejabat partai Komunis. (jon/asr)

Share

Video Popular