oleh Reuters

Erabaru.net. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok hampir mencapai kesepakatan perdagangan yang dapat diumumkan dalam waktu empat minggu mendatang. Trump memperingatkan Beijing bahwa akan sulit untuk membiarkan perdagangan berlanjut tanpa perjanjian.

Melansir dari Reuters, Kamis (4/4/2019) kedua negara terlibat dalam negosiasi yang hebat untuk mengakhiri perang dagang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Tetapi ada harapan besar bagi kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah, setelah kedua belah pihak menyatakan optimisme menyusul pembicaraan di Beijing pekan lalu.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada awal pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, Trump mengatakan beberapa hal yang sulit untuk  disepakati, telah disepakati tetapi masih ada perbedaan yang harus dijembatani.

“Kami semakin dekat untuk membuat kesepakatan. Tidak berarti kesepakatan telah dibuat. Kami pasti semakin dekat mencapai kata sepakat,” kata Trump di Kantor Oval.

“Dan saya pikir, oh, dalam empat minggu ke depan atau mungkin kurang, atau mungkin lebih, sesuatu yang sangat monumental dapat diumumkan,” imbuhnya.

Trump mengatakan ia akan mengadakan pertemuan puncak dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping jika sudah ada kesepakatan.

Xi Jinping meyakinkan Trump bahwa perang dagang Tiongkok-Amerika Serikat dapat diselesaikan dengan segera. Demikian isi pesan Xi Jinping yang disampaikan oleh Liu He.

Menurut kantor berita pemerintah Komunis Tiongkok, Xinhua, Liu He mengatakan kepada Trump bahwa Xi Jinping percaya di bawah kepemimpinannya dan Trump, hubungan Tiongkok-Amerika Serikat akan membuat kemajuan baru dan lebih besar.

Xi Jinping mengatakan bahwa dalam sebulan terakhir atau lebih, tim perdagangan kedua belah pihak telah mempertahankan kontak dekat dan “mencapai kemajuan baru dan substantif pada isu-isu dalam perjanjian perdagangan yang tertulis kedua negara.”

“Saya berharap tim perdagangan kedua belah pihak dapat terus bekerja dalam semangat saling menghormati, kesetaraan, dan saling menguntungkan untuk menyelesaikan masalah masing-masing, dan dengan segera menyelesaikan negosiasi perjanjian perdagangan Tiongkok-Amerika Serikat yang tertulis,” kata Xi Jinping kepada Trump melalui Liu He.

Menjaga Leverage

Trump menolak untuk mengatakan apa yang akan terjadi pada tarif Amerika Serikat atas barang senilai 250 miliar dolar Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan. Tiongkok ingin tarif tersebut dinaikkan, sementara para pejabat Amerika Serikat waspada untuk melepaskan leverage itu, setidaknya untuk saat ini.

Ditanya mengenai manfaat perjanjian tersebut untuk Tiongkok, Trump mengatakan: “Hal ini akan bagus untuk Tiongkok, karena Tiongkok akan terus berdagang dengan Amerika Serikat. Maksud saya, kalau tidak, akan sangat sulit bagi kita untuk membiarkan itu terjadi.”

Perdagangan barang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok, dua ekonomi terbesar dunia, mencapai 660 miliar dolar Amerika Serikat tahun lalu.  Menurut data Biro Sensus Amerika Serikat, perdagangan ini terdiri dari impor senilai  540 miliar Amerika Serikat dari Tiongkok dan ekspor senilai 120 miliar Amerika Serikat ke Tiongkok.

Atas nama Tiongkok, Liu He mengutip “kemajuan besar” dalam perundingan tersebut karena Trump terlibat langsung dalam perundingan tersebut dan menyatakan harapan bahwa perundingan tersebut akan mengarah pada “hasil yang baik.”

Amerika Serikat Mencari Perubahan yang Bermakna

Trump sebelumnya mengancam akan mengenakan tarif hukuman pada semua impor dari Tiongkok, produk senilai lebih dari setengah triliun dolar Amerika Serikat.

Perwakilan Dagang Amerika Serikat Robert Lighthizer, yang memimpin perundingan untuk pemerintahan Trump, mengatakan masih ada beberapa “masalah besar yang  utama” untuk diselesaikan dan memuji komitmen Liu He untuk reformasi di Tiongkok.

Ditanya mengenai masalah yang masih mengganjal, Trump menyebutkan tarif dan pencurian kekayaan intelektual. Trump mengatakan akan membahas tarif dengan Liu He dalam pertemuan mereka.

“Beberapa hal terberat telah disepakati,” kata Trump. Trump kemudian mengatakan bahwa rencana penegakan untuk kesepakatan tetap merupakan titik yang sulit juga.

“Kami harus memastikan ada penegakannya. Saya pikir kami akan menyelesaikannya. Kami sudah membahas panjang lebar,” kata Trump.

Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin mengadakan pembicaraan di Washington dengan delegasi Tiongkok minggu ini setelah bertemu di Beijing pekan lalu. Putaran pembicaraan saat ini dijadwalkan akan berlangsung hingga Jumat dan mungkin lebih lama.

Berharap bahwa pembicaraan bergerak ke arah yang positif telah mendukung pasar keuangan dalam beberapa pekan terakhir.

Amerika Serikat sedang mencari reformasi terhadap praktik-praktik Tiongkok yang dinilai mengakibatkan pencurian kekayaan intelektual Amerika Serikat dan pemindahan teknologi secara paksa dari perusahaan Amerika Serikat ke perusahaan Tiongkok.

Pejabat administrasi awalnya membayangkan pertemuan puncak antara Trump dan Xi Jinping berpotensi terjadi pada Maret 2019. Tetapi beberapa anggota parlemen dan kelompok lobi Amerika Serikat mengatakan baru-baru ini mereka diberitahu bahwa pemerintah sekarang bertujuan untuk mencapai kesepakatan pada akhir April 2019.

Masalah Luar Biasa

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan pekan lalu bahwa pembicaraan itu “tidak tergantung waktu” dan dapat diperpanjang selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Sementara beberapa janji reformasi oleh Beijing sebagian besar telah ditetapkan, termasuk perjanjian untuk menghindari manipulasi mata uang, mekanisme penegakan hukum untuk memastikan bahwa Tiongkok menepati janji dan status tarif Amerika Serikat atas barang-barang Tiongkok senilai 250 miliar dolar Amerika Serikat harus diselesaikan.

“Tiongkok sudah sangat jelas, secara publik dan pribadi, bahwa mereka ingin melihat semua tarif dihapus,” kata kepala urusan internasional Kamar Dagang Myron Brilliant kepada wartawan pada Selasa lalu.

“Pemerintahan (Trump) telah sama jelasnya bahwa mereka ingin mempertahankan beberapa tarif sebagai cara untuk mendesak Tiongkok memenuhi kewajibannya berdasarkan paket akhir apa pun yang tercapai,” pungkasnya. (Vv/asr)

Oleh Jeff Mason & David Lawder/Reuters via The Epochtimes

Video Rekomendasi :

Atau Video Ini : 

Share

Video Popular