Erabaru.net. Dengan rakit yang terbuat dari kayu bekas dan styrofoam dan mendayung di atas air laut dengan tangan kosong selama perjalanan satu jam bukanlah yang semua orang rela lakukan tetapi tidak untuk anak remaja ini.

Pada usia 13 tahun, Reymark Cavesirano hanya memiliki satu pilihan untuk mendapatkan cukup uang untuk memberi makan keluarganya dan itu mengharuskannya mendayung ke perahu nelayan jauh di laut setiap hari akhir pekan.

Perahu nelayan tempat dia bekerja tidak jauh dari Teluk Manila, tetapi bocah itu harus pergi sebelum fajar untuk tiba tepat waktu.

(Foto: ABS-CBN)

Kemudian, dia akan mengambil rakit darurat yang dia pinjam dan mendayung ke perahu nelayan.

(Foto: ABS-CBN)

Di atas kapal, Reymark bekerja bersama laki-laki yang lain yang usianya dua kali darinya untuk mengeluarkan ikan yang tersangkut di gulungan jaring.

(Foto: ABS-CBN)

Terlepas dari bekerja berjam-jam di atas kapal, Reymark tidak pernah dibayar untuk pekerjaannya yang padat itu.

Tapi dia bisa membawa ikan yang dia ambil sebagai imbalannya.

(Foto: ABS-CBN)

Setelah tugasnya di atas kapal selesai, ia akan mendayung kembali ke darat dan menjual hasil tangkapan untuk membeli makanan dan obat-obatan untuk keluarganya.

Dia menghasilkan sekitar 100 PHP (sekitar Rp 27 ribu ) hingga PHP 150 PHP ( Rp 40 ribu) dari penjualan ikan.

Uang itu biasanya digunakan untuk membayar obat TBC kakeknya dan uang sekolah untuk minggu depan.

Reymark tahu bahwa mencari nafkah di perahu nelayan sulit ketika merawat kakeknya yang sakit, tetapi bocah remaja itu berkata bahwa dia tidak punya pilihan lain.

(Foto: ABS-CBN)

“Punggung saya biasanya sakit karena mendayung, tetapi saya tidak bisa berhenti. Saya harus melanjutkan karena kami perlu makan, “kata Reymark kepada AFP.

“Saya ingin membalas kebaikan kakek nenek saya. Saya ingin mereka memiliki rumah tiga lantai yang terbuat dari beton. “(yant)

Sumber : GoodTimes

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular