oleh Li Yan

Demi lebih efektif dalam memerangi transaksi organ komersial, Komite Kesehatan Parlemen Federal Belgia dengan suara bulat menyetujui usulan untuk menetapkan sebuah Rancangan Undang-Undang yang akan menghukum individu atau kelompok yang terlibat dalam proses transplantasi organ ilegal, pada Selasa (2/4/2019).  

Menurut media Belgia ‘HLN’ bahwa proposal tersebut menetapkan bahwa semua individu atau institusi yang terlibat dalam mengatur transplantasi organ illegal. Komite Kesehatan Parlemen Federal Belgia ini menyebutkan dalam dokumen itu tentang masalah pengambilan organ hidup-hidup di Tiongkok.

Nantinya mereka yang terlibat akan dikenakan kurungan badan maksimal 15 tahun. Jika yang terlibat termasuk tenaga medis yang mengambil dan transplantasi organ secara ilegal,  pasien yang menerima transplantasi dari organ asing dianggap terlibat dalam kejahatan. Mereka yang terlibat dapat didenda sebesar 75.000 EURO dan penjara selama 10 tahun.

Jika orang yang diambil organnya meninggal dunia  atau ada kelompok kriminal yang terlibat dalam perdagangan organ, maka akan didenda mencapai 150.000 EURO dan penjara selama 15 tahun.

Media Belgia mengutip ucapan Ms. Van Peel, salah satu pengusul proposal tersebut bahwa RUU tersebut memperkenalkan pelanggaran baru yang dapat dituntut. “Misalnya mengorganisir transaksi organ, merekrut donor organ, atau mengiklankan transaksi organ komersial, ini semua akan dikenakan tuntutan pidana,” katanya.

Selain itu, pasien yang menerima organ komersial juga akan dihukum. Mengingat bahwa beberapa pasien terpaksa menerima organ komersial karena kesehatan mereka, hukuman terhadap mereka akan lebih ringan.

Dalam dokumen interpretatifnya, Komite Kesehatan Parlemen Belgia menyatakan bahwa tujuan menghukum pasien yang menerima organ komersial adalah untuk mengurangi permintaan atas organ. Ketika permintaan berkurang, pasokan akan ikut berkurang, sehingga mengurangi terjadinya transplantasi organ ilegal.

Komite Kesehatan Parlemen Belgia percaya bahwa beberapa negara terjadi fenomena pengambilan paksa organ,  bahkan dari kelompok orang tertentu dengan alasan politik. Oleh karena itu, jika pergi ke negara asing untuk memperoleh transplantasi organ juga sebagai tindak pidana.

Proposal tersebut menyebutkan bahwa Parlemen Eropa dalam resolusinya pada Desember 2013 dan pernyataan tertulis pada Juli 2016 (Pernyataan No. 48) telah meminta negara-negara anggota Uni Eropa untuk memberi tahu warga mereka tentang masalah pengambilan organ paksa dari tubuh hidup-hidup yang terjadi di Tiongkok. Parlemen Eropa menyerukan untuk menuntut mereka yang terlibat dalam prilaku tidak bermoral itu.

Resolusi yang dikeluarkan oleh Parlemen Eropa pada Desember 2013, menuntut komunis Tiongkok untuk segera menghentikan tindak kejahatan berupa mengambil paksa organ dari tubuh hidup para tahanan nurani, umat beragama termasuk praktisi Falun Gong dan etnis minoritas di Tiongkok.

Resolusi juga meminta negara-negara anggota Uni Eropa untuk secara terbuka mengutuk komunis Tiongkok yang memanfaatkan transplantasi organ untuk mencari keuntungan. Resolusi juga menghendaki informasi tersebut disebarluaskan kepada warga di Eropa yang membutuhkan operasi transplantasi organ.

Pada 13 Juli 2016, sebuah pernyataan tertulis yang dikeluarkan bersama oleh anggota parlemen multi-partai Uni Eropa yang isinya menuntut komunis Tiongkok untuk segera menghentikan pengambilan organ paksa dari tubuh hidup-hidup (deklarasi No. 48) telah mendapat persetujuan dan tandatangan dari lebih dari setengah anggota parlemen.

Menurut pernyataan tertulis, di Tiongkok memiliki pengambilan organ paksa dari tubuh hidup dari para tahanan hati naluri yang sistematis dan diakui oleh negara. Para tahanan hati nurani itu termasuk para praktisi Falun Gong Tiongkok, warga etnis Uighur Xinjiang, warga Tibet dan para penganut agama Kristen.

Komite Kesehatan Parlemen Belgia menekankan bahwa selama organ memiliki nilai komersial.  Orang akan tergoda untuk mencoba menjualnya, atau bahkan mencuri organ dari orang lain. Sehingga segala upaya harus dilakukan untuk menghentikan perdagangan organ komersial. Proposal ini akan diajukan pada rapat pleno parlemen untuk disahkan sebagai Undang-undang melalui pemungutan suara.

Undang-undang tentang perdagangan organ di Belgia yang diimplementasikan saat ini berlaku mulai tahun 1986. Undang-Undang ini melarang transaksi jual-beli organ, menetapkan bahwa donatur organ tidak diperbolehkan untuk menerima imbalan dan pengambilan organ hanya dapat dilakukan tanpa motif keuntungan.

Mengutuk Kejahatan Pengambilan Organ oleh Komunis Tiongkok

Komunitas internasional terus mengutuk keras kejahatan pengambilan organ di Tiongkok dan menyerukan penghentiannya. Mengingat keseriusannya, sangat penting untuk melakukan investigasi independen terhadap pengambilan organ yang terjadi di Tiongkok tanpa penundaan.

Pelapor PBB meminta komunis Tiongkok untuk bertanggung jawab atas sumber organ, tetapi tidak ditanggapi secara resmi oleh komunis Tiongkok.

Selain itu, laporan tentang pengambilan organ paksa dari tubuh hidup praktisi Falun Gong dan tahanan hati nurani lainnya di Tiongkok selama bertahun-tahun telah disampaikan kepada Dewan HAM PBB, juga Kementerian Luar Negeri AS, dan Kongres AS.

Republik Tiongkok Legislatif Yuan (Desember 2012), Senat Australia (Maret 2013), Komisi Hak Asasi Manusia Senat Italia, Komisi Luar Negeri Parlemen Irlandia dan Komisi Gabungan Perdagangan, Komite Urusan Luar Negeri Kongres AS (resolusi 281 bulan Juli), Dewan Perwakilan Rakyat AS (Resolusi No. 343 pada 2016) dan Komisi Hak Asasi Manusia Internasional Parlemen Kanada (Desember 2014) berturut-turut mengesahkan resolusi yang mengecam pemerintah Tiongkok karena pengambilan paksa organ dari tahanan hati nurani seperti praktisi Falun Gong.

Pada saat yang sama, Israel, Spanyol, dan Taiwan telah berhasil menyelesaikan undang-undang yang melarang rakyatnya untuk melakukan transplantasi organ di daratan Tiongkok.

WOIPFG : Pengambilan organ hidup oleh komunis Tiongkok masih berlangsung

Salah satu penulis buku ‘Bloody Harvest’ yang mantan Sekretaris Negara Kanada untuk Asia dan Pasifik,  David Kilgour menunjukkan bahwa komunis Tiongkok melakukan transaksi organ yang diambil paksa dari tubuh para praktisi Falun Gong dan tahanan hati nurani lainnya di Tongkok untuk dijual-belikan, yang setidaknya mendapatkan keuntungan sebesar USD. 1 miliar. Jumlah tersebut cukup besar bagi Kementerian Kesehatan Tiongkok yang menghadapi kesulitan keuangan.

Menurut laporan WOIPFG (World Organization to Investigate The Persecution of Falun Gong) tahun 2015-2018 bahwa hasil investigasi menunjukkan bahwa pengambilan paksa organ dari tubuh hidup masih berlangsung di daratan Tiongkok. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular