Sao Paulo — Separuh dari jembatan di atas Sungai Moju di negara bagian Para, Brasil runtuh pada 6 April 2019 waktu setempat. Sejumlah korban yang sedang melintas dengan mobil masih belum ditemukan hingga saat ini.

Runtuhnya jembatan juga berpotensi memengaruhi pengiriman biji-bijian seperti kedelai dan jagung melalui pelabuhan utara, kata pejabat setempat dan konsultan agribisnis.

“Bagian tengah jembatan itu jatuh setelah ditabrak perahu,” kata Gubernur Helder Barbalho di Twitter.

Gubernur negara bagian juga memposting video bagian besar jembatan di air sungai. Dia mengatakan ini bukan pertama kalinya kecelakaan seperti itu terjadi.

Menurut kantor berita resmi Agência Brasil, dua kendaraan sedang melintasi jembatan pada saat jembatan ditabrak kapal.

“Saat ini, prioritas kami adalah mencari korban dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga mereka,” kata Barbalho seperti dikutip dalam pernyataan dari kantor berita pemerintah negara bagian Para.

Menurut pekerja penyelamat, tidak ada kru atau dokumen dari kapal yang bertabrakan dengan jembatan yang ditemukan di lokasi kejadian. Mereka diduga melarikan diri. Sehingga jumlah korban hilang hingga kini menjadi tidak jelas.

Kory Melby, seorang konsultan agribisnis yang berbasis di kota Goiania, mengatakan jembatan itu berada di jalur utama yang menghubungkan negara bagian pertanian Brasil ke pelabuhan utara.

“Mungkin butuh bertahun-tahun untuk jembatan itu dapat dibangun kembali,” katanya melalui telepon.

Konsultan mencatat jembatan itu terletak sekitar 50 kilometer (31 mil) dari Belém, ibukota negara bagian Pará, tempat tiga penghasil biji-bijian utama beroperasi, termasuk Archer Daniels Midland Co., Bunge Ltd., dan Hidrovias do Brasil SA.

Perusahaan belum membalas permintaan komentar oleh Reuters.

Melby mengatakan lalu lintas tongkang tidak akan terpengaruh pada sungai Tocantins dan Amazon, yang menggunakan pelabuhan sungai termasuk Vila do Conde dan Barcarena. Sekitar 10 hingga 20 persen kedelai yang ditanam di pusat-barat Brasil dikirim melalui jalur pelabuhan-pelabuhan itu.

Willians Ribeiro, seorang pengawas di Vila do Conde, mengatakan kepada Reuters lalu lintas jalan ke pelabuhan itu akan terpengaruh tetapi ada rute alternatif.

Statistik pengiriman menunjukkan sekitar 5,7 juta ton kedelai dan 3 juta ton jagung dibongkar pada tahun 2018 di wilayah tersebut, volume yang cenderung meningkat karena ekspansi pelabuhan, menurut konsultan. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular