Erabaru.net. Seorang warganegara Amerika Serikat, Ron Rockwell Hansen, mengaku bersalah atas tuduhan memata-matai Amerika Serikat untuk kepentingan Komunis Tiongkok.

Laporan ini diungkapkan oleh Reuters pada Sabtu (16/3/2019) yang mengutip pernyataan dari pejabat Departemen Kehakiman Amerika Serikat.  

Pria ini sebelumnya bekerja sebagai petugas kasus untuk Defense Intelligence Agency atau Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat yang disingkat dengan D.I.A

Memata-matai Untuk kaum komunis

Saat itu Ron Rockwell Hansen adalah seorang perwira pasukan di Angkatan Darat antara tahun 2000 dan 2006, Ron Rockwell Hansen bekerja dengan Badan Intelijen Pertahanan AS.

Begitu ia meninggalkan Angkatan Darat pada tahun 2006, Ron Rockwell Hansen langsung bergabung dengan Badan Intelijen, mempelajari bahasa Rusia dan Mandarin sebagai bagian dari pelatihannya. Namun, ia berhenti dari pekerjaan itu setahun kemudian dan bergabung dengan sebuah perusahaan keamanan dunia maya yang dijalankan oleh saudara laki-lakinya.

Agen-agen Komunis Tiongkok mulai mendekati Ron Rockwell Hansen pada 2014. Ia ditugaskan untuk mengumpulkan informasi dari seorang perwira di Badan Intelijen Pertahanan antara tahun 2016 dan 2018.

Sebagai bagian dari pekerjaan itu, Hansen melatih perwira tersebut bagaimana secara diam-diam merekam dan mengirim informasi rahasia. Ron Rockwell Hansen tidak tahu bahwa perwira yang ia percayai itu sebenarnya melaporkannya ke pihak berwenang. Akhirnya, FBI mulai memantau kegiatan Ron Rockwell Hansen.

Pada Juni tahun lalu, Ron Rockwell Hansen mengumpulkan seperangkat dokumen yang tampaknya menguraikan rencana operasi militer Amerika di Tiongkok jika terpaksa melakukan intervensi di negara Asia.

Agen Komunis Tiongkok bersedia membayar hingga 200.000 dolar Amerika Serikat untuk dokumen tersebut. Tetapi tepat sebelum terbang ke luar negeri, Ron Rockwell Hansen ditangkap di Bandara Internasional Seattle-Tacoma.

Ron Rockwell Hansen ditangkap di Bandara Internasional Seattle-Tacoma sebelum sempat terbang ke luar negeri. (Foto : via pixabay / CC0 1.0)

Ron Rockwell Hansen didakwa dengan 15 tuduhan spionase, termasuk upaya untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi rahasia militer, penyelundupan barang, penyelundupan uang tunai, dan sebagainya. Ia mengaku bersalah atas tuduhan pertama. Perjanjian pembelaan akan menyebabkan Ron Rockwell Hansen menghabiskan 15 tahun di balik jeruji besi. Hukumannya akan dieksekusi pada 24 September tahun ini.

Komunis Tiongkok juga memata-matai Israel untuk mendapatkan akses ke rahasia Amerika Serikat. Intelejen Israel telah mengidentifikasi bahwa peretas Tiongkok tampaknya sangat tertarik pada perusahaan yang memiliki hubungan dengan kontraktor pertahanan Amerika Serikat.

Perusahaan Israel bekerja sama dengan perusahaan bisnis seperti Lockheed Martin, Boeing, dan Raytheon dalam beberapa usaha patungan, termasuk pengembangan sistem pertahanan rudal canggih dan pesawat seperti F-16 dan F-35. Tiongkok tampaknya melihat Israel sebagai pintu belakang rahasia militer Amerika.

 

Foto: Perusahaan Israel bekerja sama dengan kontraktor pertahanan Amerika Serikat di beberapa usaha patungan, termasuk pengembangan sistem pertahanan rudal canggih dan pesawat terbang seperti F-16 dan F-35. (Foto : wikimedia / CC0 1.0)

Plus, investasi Tiongkok di perusahaan Israel diawasi dengan ketat oleh agen-agen intelijen.

Pernyataan ringkasan eksekutif dari sebuah penelitian yang meneliti investasi Tiongkok di Israel yang dipublikasi oleh Media di Negara itu, Haaretz menyebutkan :

“Akuisisi perusahaan Israel dan pengetahuan yang dihasilkan melalui kerja sama akademik memungkinkanTiongkok mendapatkan teknologi penting, yang akan merugikan pihak Israel… Instalasi dan akses Tiongkok ke kamera, radio, serat optik, dan jaringan seluler meningkatkan keamanan dunia maya, privasi data, dan risiko spionase. Keterlibatan Tiongkok dalam pelabuhan komersial yang berdekatan dengan pangkalan angkatan laut Israel meningkatkan kekhawatiran keamanan bagi Israel dan mungkin juga bagi Amerika Serikat.”

Beijing dilaporkan menargetkan Israel Aerospace Industries, Elbit Systems, dan Rafael untuk akuisisi. Ketiga perusahaan tersebut memiliki anak perusahaan di Amerika Serikat dan terlibat dalam pembuatan senjata canggih untuk Israel. Tiongkok juga tertarik membeli sebidang tanah besar di dekat markas Mossad untuk membangun kedutaan Tiongkok yang baru. Namun, rencana ini belum membuahkan hasil.

Sementara itu, upaya peretasan Tiongkok telah digagalkan oleh dinas keamanan domestik Israel, Shin Bet, yang dikenal sebagai salah satu agen kontra-intelijen terkemuka di dunia. (Vv/asr)

Sumber : Visiontimes

Share

Video Popular